<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICW: Pansel Harus Tahu Masalah KPK</title><description>Pansel KPK diminta mendalami kondisi terkini KPK. Hal itu dibutuhkan untuk menyeleksi Pimpinan KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk"/><item><title>ICW: Pansel Harus Tahu Masalah KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2015 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk-ZxWxcD4eRa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/26/337/1155426/icw-pansel-harus-tahu-masalah-kpk-ZxWxcD4eRa.jpg</image><title>Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. (dok.Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pembentukan Panitia Selelsi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Anggota Indonesian Corruption Watch (ICW), Tama S Lakun misalnya, ia meminta pansel tersebut berkomunikasi dengan pimpinan KPK saat ini.
&quot;Harapan kita pansel komunkasi dengan KPK,&quot; ujarnya di Jalan Kalibata Timur IV, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015).
Selain itu, Tama juga mendesak pansel untuk mendalami kondisi KPK saat ini. Sebab, untuk menyeleksi Calon Pimpinan KPK, Pansel harus mengetahui kondisi KPK serta kinerjanya. Adapun tugas KPK seperti penindakan, pencegahan, monitoring, koordinasi, dan supervisi mesti dievaluasi.
&quot;Apa yang kurang, termasuk evaluasi bagaimana lima tugas KPK,&quot; imbuhnya.
Tama menambahkan, sembilan tokoh perempuan yang menjadi baian Pansel KPK juga harus bekerja sama dengan lembaga penegak hukum lain. Hal tersebut diperlukan untuk memahami permasalahan yang dihadapi KPK.
&quot;Kerjasama antarlembaga hukum, karena kalau tidak thau probelm KPK, akan sulit bagi pansel,&quot; sambungnya.
Ia memastikan, pihaknya belum menemukan afiliasi yang berbahaya dalam struktur pansel. Unsur berbahaya tersebut misalnya partai politik (parpol) ataupun koruptor.
&quot;Sejauh ini, kita lihat pansel masih oke. Memang agak eksperimen semuanya perempuan,&quot; pungkasnya.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Pembentukan Panitia Selelsi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Anggota Indonesian Corruption Watch (ICW), Tama S Lakun misalnya, ia meminta pansel tersebut berkomunikasi dengan pimpinan KPK saat ini.
&quot;Harapan kita pansel komunkasi dengan KPK,&quot; ujarnya di Jalan Kalibata Timur IV, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015).
Selain itu, Tama juga mendesak pansel untuk mendalami kondisi KPK saat ini. Sebab, untuk menyeleksi Calon Pimpinan KPK, Pansel harus mengetahui kondisi KPK serta kinerjanya. Adapun tugas KPK seperti penindakan, pencegahan, monitoring, koordinasi, dan supervisi mesti dievaluasi.
&quot;Apa yang kurang, termasuk evaluasi bagaimana lima tugas KPK,&quot; imbuhnya.
Tama menambahkan, sembilan tokoh perempuan yang menjadi baian Pansel KPK juga harus bekerja sama dengan lembaga penegak hukum lain. Hal tersebut diperlukan untuk memahami permasalahan yang dihadapi KPK.
&quot;Kerjasama antarlembaga hukum, karena kalau tidak thau probelm KPK, akan sulit bagi pansel,&quot; sambungnya.
Ia memastikan, pihaknya belum menemukan afiliasi yang berbahaya dalam struktur pansel. Unsur berbahaya tersebut misalnya partai politik (parpol) ataupun koruptor.
&quot;Sejauh ini, kita lihat pansel masih oke. Memang agak eksperimen semuanya perempuan,&quot; pungkasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
