<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelombang Panas Melelehkan Jalan di New Delhi</title><description>Jumlah korban meninggal akibat gelombang panas yang melanda India menjadi 800 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi"/><item><title>Gelombang Panas Melelehkan Jalan di New Delhi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2015 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi-ANlZAL3f7a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah India sedang bermain air di sebuah kuil di New Delhi, India. Gelombang panas yang melanda negeri itu telah menewaskan ratusan orang. (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/27/18/1155889/gelombang-panas-melelehkan-jalan-di-new-delhi-ANlZAL3f7a.jpg</image><title>Bocah India sedang bermain air di sebuah kuil di New Delhi, India. Gelombang panas yang melanda negeri itu telah menewaskan ratusan orang. (Foto : Reuters)</title></images><description>
NEW DELHI &amp;ndash; Gelombang panas yang melanda India semakin banyak memakan korban. Dilaporkan, hingga saat ini 800 orang telah meninggal dunia karena suhu yang mencapai lebih dari 45o celsius.
Suhu tinggi ini juga melelehkan jalan-jalan di ibu kota New Delhi. Aspal hitam yang menutupi jalan tertekuk menjadi tidak rata karena terkena panas. Kegiatan bisnis di kota tersebut mulai lesu karena warga enggan untuk keluar rumah di bawah panas yang menyengat.
&amp;ldquo;Orang-orang tidak keluar rumah, mereka juga tidak ingin makan. Yang mereka inginkan hanyalah minum air dingin sepanjang hari,&amp;rdquo; kata Hari Om, seorang penjual makanan di ibu kota New Delhi.
Badan Meteorologi India memberikan peringatan mengenai bahaya gelombang panas yang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
&amp;ldquo;Saat ini, kami tidak memperkirakan adanya penurunan dari gelombang panas ekstrem ini untuk beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Badan Meteorologi India BP Yadav, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (27/5/2015).
Provinsi Andra Pradesh adalah wilayah yang terkena dampak terburuk dari gelombang panas tahun ini, dengan jumlah korban tewas mencapai 551 orang hingga pekan lalu. Pemerintah Hyderabad, ibu kota Provinsi Andra Pradesh, telah meminta organisasi-organisasi di sana untuk menyediakan tenda-tenda yang menyediakan air minum bagi warga kota.
Suhu panas ini juga memengaruhi industri listrik di India yang semakin kesulitan untuk memenuhi permintaan dari warga. Semakin lama gelombang panas ekstrem ini melanda, semakin sering pemadaman listrik yang terjadi, terutama akibat pemakaian pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang menyedot banyak daya listrik.
</description><content:encoded>
NEW DELHI &amp;ndash; Gelombang panas yang melanda India semakin banyak memakan korban. Dilaporkan, hingga saat ini 800 orang telah meninggal dunia karena suhu yang mencapai lebih dari 45o celsius.
Suhu tinggi ini juga melelehkan jalan-jalan di ibu kota New Delhi. Aspal hitam yang menutupi jalan tertekuk menjadi tidak rata karena terkena panas. Kegiatan bisnis di kota tersebut mulai lesu karena warga enggan untuk keluar rumah di bawah panas yang menyengat.
&amp;ldquo;Orang-orang tidak keluar rumah, mereka juga tidak ingin makan. Yang mereka inginkan hanyalah minum air dingin sepanjang hari,&amp;rdquo; kata Hari Om, seorang penjual makanan di ibu kota New Delhi.
Badan Meteorologi India memberikan peringatan mengenai bahaya gelombang panas yang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
&amp;ldquo;Saat ini, kami tidak memperkirakan adanya penurunan dari gelombang panas ekstrem ini untuk beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Badan Meteorologi India BP Yadav, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (27/5/2015).
Provinsi Andra Pradesh adalah wilayah yang terkena dampak terburuk dari gelombang panas tahun ini, dengan jumlah korban tewas mencapai 551 orang hingga pekan lalu. Pemerintah Hyderabad, ibu kota Provinsi Andra Pradesh, telah meminta organisasi-organisasi di sana untuk menyediakan tenda-tenda yang menyediakan air minum bagi warga kota.
Suhu panas ini juga memengaruhi industri listrik di India yang semakin kesulitan untuk memenuhi permintaan dari warga. Semakin lama gelombang panas ekstrem ini melanda, semakin sering pemadaman listrik yang terjadi, terutama akibat pemakaian pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang menyedot banyak daya listrik.
</content:encoded></item></channel></rss>
