<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Yogya Keluhkan Minimarket Berkonsep Kafe</title><description>Keberadaan minimarket berkonsep kafe di Yogyakarta dikeluhkan warga.  Sebab, minimarket tersebut menjadi tempat berkumpul anak muda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe"/><item><title>Warga Yogya Keluhkan Minimarket Berkonsep Kafe</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2015 10:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe-MlsP5cggse.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/27/510/1155913/warga-yogya-keluhkan-minimarket-berkonsep-kafe-MlsP5cggse.jpg</image><title></title></images><description>
YOGYAKARTA &amp;ndash; Keberadaan minimarket berkonsep kafe di Yogyakarta dikeluhkan warga. Sebab, minimarket tersebut menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang bisa mengganggu kenyamanan warga.
&quot;Sudah ada warga yang melapor ke kami, khususnya yang di wilayah Giwangan, karena menjadi lokasi kumpul-kumpul anak muda hingga dini hari. Itu mengganggu kenyamanan warga,&quot; ujar Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, Winarta Hadiwiyon.
Ia menambahkan, pihaknya sudah meninjau sejumlah minimarket berkonsep kafe di Yogyakarta. Hasilnya, minimarket itu hanya mengantongi izin jenis usaha toko barang kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan dari hasil kajiannya, praktik usaha minimarket itu dapat dikategorikan keluar dari perizinan yang sah. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Yogyakarta meninjau izin minimarket berkonsep kafe.
&amp;ldquo;Kami dorong pemerintah supaya menerbitkan aturan yang jelas dan tegas terkait kondisi pengembangan usaha minimarket yang demikian,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Kota Yogyakarta Hery Karyawan mengatakan, persoalan tersebut belum dapat dikatakan melanggar hukum. Sebab, saat ini belum ada aturan yang mengatur minimarket berkonsep kafe. Menurutnya, bisa jadi pengembangan yang dilakukan merupakan inovasi pemilik usaha guna menggaet konsumen.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA &amp;ndash; Keberadaan minimarket berkonsep kafe di Yogyakarta dikeluhkan warga. Sebab, minimarket tersebut menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang bisa mengganggu kenyamanan warga.
&quot;Sudah ada warga yang melapor ke kami, khususnya yang di wilayah Giwangan, karena menjadi lokasi kumpul-kumpul anak muda hingga dini hari. Itu mengganggu kenyamanan warga,&quot; ujar Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, Winarta Hadiwiyon.
Ia menambahkan, pihaknya sudah meninjau sejumlah minimarket berkonsep kafe di Yogyakarta. Hasilnya, minimarket itu hanya mengantongi izin jenis usaha toko barang kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan dari hasil kajiannya, praktik usaha minimarket itu dapat dikategorikan keluar dari perizinan yang sah. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Yogyakarta meninjau izin minimarket berkonsep kafe.
&amp;ldquo;Kami dorong pemerintah supaya menerbitkan aturan yang jelas dan tegas terkait kondisi pengembangan usaha minimarket yang demikian,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Kota Yogyakarta Hery Karyawan mengatakan, persoalan tersebut belum dapat dikatakan melanggar hukum. Sebab, saat ini belum ada aturan yang mengatur minimarket berkonsep kafe. Menurutnya, bisa jadi pengembangan yang dilakukan merupakan inovasi pemilik usaha guna menggaet konsumen.
</content:encoded></item></channel></rss>
