<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30 Biksu Radikal Myanmar Pimpin Demo Tolak Rohingya</title><description>Sekira 30 biksu radikal asal Myanmar memimpin pawai ratusan massa yang menolak kehadiran etnis Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya"/><item><title>30 Biksu Radikal Myanmar Pimpin Demo Tolak Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2015 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya-BipiBgnD3f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">30 Biksu Radikal Myanmar Pimpin Demo Tolak Rohingya (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/28/18/1156699/30-biksu-radikal-myanmar-pimpin-demo-tolak-rohingya-BipiBgnD3f.jpg</image><title>30 Biksu Radikal Myanmar Pimpin Demo Tolak Rohingya (Foto: AP)</title></images><description>
NAYPYIDAW - Sekira 30 biksu radikal asal Myanmar memimpin pawai ratusan massa yang menolak kehadiran etnis Rohingya yang dikenal dengan julukan 'orang kapal' itu. Dalam salah satu poster yang dibawa demonstran tertulis &quot;Orang kapal tidak berasal dari Myanmar&quot;.
&quot;Sekarang, ini bukanlah masalah Myanmar, ini telah menjadi isu internasional,&quot; seru seorang biksu Myanmar yang bernama Thuda Nanda, seperti dilaporkan The Associated Press, Kamis (28/5/2015).
&quot;Orang-orang kapal ini menjuluki dirinya sendiri 'Rohingya'. Mereka berpura-pura menjadi pengungsi supaya mereka bisa kembali ke Myanmar. Kami tidak dapat menerima mereka,&quot; tegas Nanda.
Para demonstran juga menuding Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan media menyebarkan pemberitaan yang salah mengenai kelompok minoritas di Myanmar itu. &quot;PBB dan media internasional membuat berita palsu!&quot; seru salah satu poster.
Sebagaimana diketahui sebanyak 1,3 juta orang Rohingya ditolak kewarganegaraannya oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintah menyebut mereka orang-orang Bengali, untuk menunjukkan mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh, negara tetangga Myanmar.
Akibat konflik politik yang melanda Myanmar, ribuan warga Rohingya melarikan diri ke negara-negara Asia Tenggara. Sekira 3.500 imigran Rohingya ditemukan terdampar di pantai Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNS8yMS8yMi82MTYzMC80MjQ4MzM3OTUyMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>
NAYPYIDAW - Sekira 30 biksu radikal asal Myanmar memimpin pawai ratusan massa yang menolak kehadiran etnis Rohingya yang dikenal dengan julukan 'orang kapal' itu. Dalam salah satu poster yang dibawa demonstran tertulis &quot;Orang kapal tidak berasal dari Myanmar&quot;.
&quot;Sekarang, ini bukanlah masalah Myanmar, ini telah menjadi isu internasional,&quot; seru seorang biksu Myanmar yang bernama Thuda Nanda, seperti dilaporkan The Associated Press, Kamis (28/5/2015).
&quot;Orang-orang kapal ini menjuluki dirinya sendiri 'Rohingya'. Mereka berpura-pura menjadi pengungsi supaya mereka bisa kembali ke Myanmar. Kami tidak dapat menerima mereka,&quot; tegas Nanda.
Para demonstran juga menuding Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan media menyebarkan pemberitaan yang salah mengenai kelompok minoritas di Myanmar itu. &quot;PBB dan media internasional membuat berita palsu!&quot; seru salah satu poster.
Sebagaimana diketahui sebanyak 1,3 juta orang Rohingya ditolak kewarganegaraannya oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintah menyebut mereka orang-orang Bengali, untuk menunjukkan mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh, negara tetangga Myanmar.
Akibat konflik politik yang melanda Myanmar, ribuan warga Rohingya melarikan diri ke negara-negara Asia Tenggara. Sekira 3.500 imigran Rohingya ditemukan terdampar di pantai Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNS8yMS8yMi82MTYzMC80MjQ4MzM3OTUyMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
