<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mayoritas Kaum Rohingya Tidak Kenal PM Myanmar</title><description>Ketua Walubi, Suhadi Senjaya mengatakan, Dubes RI untuk Myanmar, Ito Sumardi, bercerita bahwa mayoritas etnis Rohingya tak kenal PM Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar"/><item><title>Mayoritas Kaum Rohingya Tidak Kenal PM Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2015 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar-82eoVUtUU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/28/18/1156937/mayoritas-kaum-rohingya-tidak-kenal-pm-myanmar-82eoVUtUU5.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya (Foto: AFP)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Suhadi Senjaya, berkesempatan untuk menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Myanmar untuk menanyakan langsung tentang kondisi etnis Rohingya kepada Duta Besar (Dubes) RI untuk Myanmar, Ito Sumardi Djunisanyoto.
Berdasarkan cerita Suhadi, Dubes Ito menyampaikan bahwa sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali perdana menteri (PM) Myanmar.
&amp;ldquo;Sewaktu saya berkesempatan mengunjungi Myanmar, Dubes Ito bercerita kepada saya. Ternyata, sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali perdana menterinya sendiri,&amp;rdquo; ungkap Suhadi dalam Talkshow Krisis Kemanusiaan Pengungsi Rohingya di Jakarta, Kamis (28/5/2015).
&amp;ldquo;Pada Desember 2014, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Myanmar. Ketika itu Dubes Ito mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Myanmar adalah Thein Sein. Namun, sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali Thein Sein,&amp;rdquo; sambungnya.
Menurut Suhadi, konflik berkepanjangan antara Pemerintah Myanmar dan etnis Rohingya bukan lagi dikarenakan permasalahan sosial, politik, ekonomi, atau agama. Permasalahan tersebut telah menjadi krisis kemanusiaan.
Sebagaimana diberitakan, Pemerintah Myanmar sering menjuluki etnis Rohingya sebagai &amp;lsquo;Kaum Bengali&amp;rsquo;. Sebab, Myanmar tidak mau mengakui kaum tersebut sebagai warga negaranya. Menurut Pemerintah Myanmar, &amp;lsquo;Kaum Bengali&amp;rsquo; merupakan pendatang gelap dari negara tetangga mereka, Bangladesh.
Sementara, etnis Rohingnya menganggap diri mereka sebagai kelompok pribumi Myanmar keturunan pedagang Arab yang tinggal di Asia Selatan sejak abad ke-8. Di Myanmar, etnis Rohingya sulit mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, Muslim Rohingya tidak dapat beribadah dengan bebas.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Suhadi Senjaya, berkesempatan untuk menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Myanmar untuk menanyakan langsung tentang kondisi etnis Rohingya kepada Duta Besar (Dubes) RI untuk Myanmar, Ito Sumardi Djunisanyoto.
Berdasarkan cerita Suhadi, Dubes Ito menyampaikan bahwa sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali perdana menteri (PM) Myanmar.
&amp;ldquo;Sewaktu saya berkesempatan mengunjungi Myanmar, Dubes Ito bercerita kepada saya. Ternyata, sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali perdana menterinya sendiri,&amp;rdquo; ungkap Suhadi dalam Talkshow Krisis Kemanusiaan Pengungsi Rohingya di Jakarta, Kamis (28/5/2015).
&amp;ldquo;Pada Desember 2014, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Myanmar. Ketika itu Dubes Ito mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Myanmar adalah Thein Sein. Namun, sebagian besar kaum Rohingya tidak mengenali Thein Sein,&amp;rdquo; sambungnya.
Menurut Suhadi, konflik berkepanjangan antara Pemerintah Myanmar dan etnis Rohingya bukan lagi dikarenakan permasalahan sosial, politik, ekonomi, atau agama. Permasalahan tersebut telah menjadi krisis kemanusiaan.
Sebagaimana diberitakan, Pemerintah Myanmar sering menjuluki etnis Rohingya sebagai &amp;lsquo;Kaum Bengali&amp;rsquo;. Sebab, Myanmar tidak mau mengakui kaum tersebut sebagai warga negaranya. Menurut Pemerintah Myanmar, &amp;lsquo;Kaum Bengali&amp;rsquo; merupakan pendatang gelap dari negara tetangga mereka, Bangladesh.
Sementara, etnis Rohingnya menganggap diri mereka sebagai kelompok pribumi Myanmar keturunan pedagang Arab yang tinggal di Asia Selatan sejak abad ke-8. Di Myanmar, etnis Rohingya sulit mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, Muslim Rohingya tidak dapat beribadah dengan bebas.

</content:encoded></item></channel></rss>
