<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trah Hamengkubuwono Sebut Ada Penyusup Masuk Keraton</title><description>Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari berbagai daerah merapat ke Yogyakarta. Mereka menduga ada penyusup masuk Keraton.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton"/><item><title>Trah Hamengkubuwono Sebut Ada Penyusup Masuk Keraton</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2015 13:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton-PyUwjBOYGS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Sultan HB X (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/29/510/1157210/trah-hamengkubuwono-sebut-ada-penyusup-masuk-keraton-PyUwjBOYGS.jpg</image><title>Sri Sultan HB X (Foto: Ist)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari berbagai daerah merapat ke Yogyakarta, Kamis (28/5/2015) malam. Banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut.
Mereka menggelar pertemuan di kediaman Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat dalam rangka menyikapi Sabda Raja dan Dawuh Raja yang dikeluarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ada sekira 40 orang yang berkumpul di Ndalem Yudhanegaran. Mereka sebagian besar adalah keturunan dari HB VII dan HB VIII, yang selama ini tinggal di Jabodetabek.
Terlihat juga sejumlah pangeran atau adik-adik Sultan HB X, seperti GBPH Prabukusumo, GBPH Yudhaningrat, GBPH Hadisuryo, GBPH Cakraningrat, dan GBPH Condrodiningrat.
Ketua Paguyuban Trah HB I-HB IX Jabodetabek, Raden Mas Isnoorharyanto Benowo mengatakan prihatin dengan polemik yang terjadi di Internal Keraton.
Isnoor menilai ada penyusup yang masuk ke Keraton yang bertujuan untuk kepentingan jangka pendek, yang masif dan sistematis. &amp;ldquo;Setelah kami pelajari ujung-ujungnya kekuasaan dan harta,&amp;rdquo; katanya dalam pertemuan tersebut.
Isnoor menyatakan, Sabda Raja dan Dawuh Raja telah mengubah tatanan adat Keraton dan bisa mengakhiri dinasti Hamengku Buwono. Selain itu kedua sabda Sultan juga akan berimplikasi pada ranah sosial politik, menabrak Undang-undang Keistimewaan (UUK) dan Perdais. &amp;ldquo;Kami berada di belakang paugeran,&amp;rdquo; katanya.
Isnoor juga meminta para pangeran (adik-adik Sultan) untuk segera memperjuangkan.
Senada juga diungkapkan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poerbokusumo, cucu HB VIII bahwa bertahtanya Sultan HB X atas dasar musyawarah dan mufakat keluarga besar putra HB IX, &amp;ldquo;Kami mengembalikan semua permasalahan ini kepada penerus dinasti Hamengku Buwono yang diamanatkan kepada penerus putra HB IX,&amp;rdquo; kata Purbokusumo.
Romo Acun, sapaan akrabnya berharap permasalahan yang menyangkut paugeran dapat ditegakkan kembali secara musyawarah kekeluargaan di antara keluarga HB IX agar gelar dan nama Sultan tetap lestari di atas dalem kagungan dalem Kasultanan Ngayogyakarta di masa yang akan datang.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari berbagai daerah merapat ke Yogyakarta, Kamis (28/5/2015) malam. Banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut.
Mereka menggelar pertemuan di kediaman Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat dalam rangka menyikapi Sabda Raja dan Dawuh Raja yang dikeluarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ada sekira 40 orang yang berkumpul di Ndalem Yudhanegaran. Mereka sebagian besar adalah keturunan dari HB VII dan HB VIII, yang selama ini tinggal di Jabodetabek.
Terlihat juga sejumlah pangeran atau adik-adik Sultan HB X, seperti GBPH Prabukusumo, GBPH Yudhaningrat, GBPH Hadisuryo, GBPH Cakraningrat, dan GBPH Condrodiningrat.
Ketua Paguyuban Trah HB I-HB IX Jabodetabek, Raden Mas Isnoorharyanto Benowo mengatakan prihatin dengan polemik yang terjadi di Internal Keraton.
Isnoor menilai ada penyusup yang masuk ke Keraton yang bertujuan untuk kepentingan jangka pendek, yang masif dan sistematis. &amp;ldquo;Setelah kami pelajari ujung-ujungnya kekuasaan dan harta,&amp;rdquo; katanya dalam pertemuan tersebut.
Isnoor menyatakan, Sabda Raja dan Dawuh Raja telah mengubah tatanan adat Keraton dan bisa mengakhiri dinasti Hamengku Buwono. Selain itu kedua sabda Sultan juga akan berimplikasi pada ranah sosial politik, menabrak Undang-undang Keistimewaan (UUK) dan Perdais. &amp;ldquo;Kami berada di belakang paugeran,&amp;rdquo; katanya.
Isnoor juga meminta para pangeran (adik-adik Sultan) untuk segera memperjuangkan.
Senada juga diungkapkan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poerbokusumo, cucu HB VIII bahwa bertahtanya Sultan HB X atas dasar musyawarah dan mufakat keluarga besar putra HB IX, &amp;ldquo;Kami mengembalikan semua permasalahan ini kepada penerus dinasti Hamengku Buwono yang diamanatkan kepada penerus putra HB IX,&amp;rdquo; kata Purbokusumo.
Romo Acun, sapaan akrabnya berharap permasalahan yang menyangkut paugeran dapat ditegakkan kembali secara musyawarah kekeluargaan di antara keluarga HB IX agar gelar dan nama Sultan tetap lestari di atas dalem kagungan dalem Kasultanan Ngayogyakarta di masa yang akan datang.
</content:encoded></item></channel></rss>
