<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Menstruasi Dilarang Mendaki Merapi</title><description>Pendaki gunung khusus wanita yang menstruasi dilarang mendaki. Pendaki juga diimbau tak berada di gunung lebih dari dua hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi"/><item><title>Perempuan Menstruasi Dilarang Mendaki Merapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi</guid><pubDate>Senin 01 Juni 2015 09:27 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi-5CzHyq5gU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas SAR di Kaki Gunung Merapi (Foto: KRJogja.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/01/512/1158271/perempuan-menstruasi-dilarang-mendaki-merapi-5CzHyq5gU5.jpg</image><title>Petugas SAR di Kaki Gunung Merapi (Foto: KRJogja.com)</title></images><description>
BOYOLALI - Pendaki gunung khusus wanita yang sedang menstruasi dilarang melakukan pendakian. Pendaki juga diimbau untuk tak berada di gunung lebih dari dua hari.
Demikian ditegaskan Komandan SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo.
Dikatakan, pendaki diwajibkan untuk mematuhi syarat-syarat pendakian, baik itu di Gunung Merapi atau Merbabu. Selain kelengkapan peralatan dan logistik, pendaki juga mesti mempertimbangkan kondisi tubuh. Khusus untuk pendaki perempuan yang sedang menstruasi, mereka dilarang keras untuk melakukan pendakian.
Dijelaskan, wanita yang sedang menstruasi kondisi fisik dan biologisnya pasti menurun. Emosi mereka juga cenderung labil. Dengan kondisi tersebut, keberadaan mereka di gunung dengan medan dan kondisi suhu ekstrim jelas membahayakan mereka sendiri. Selain itu, pendaki juga diminta tak lebih dari dua hari di Gunung serta tertib waktu sesuai izin pendakian sehingga aktivitas dan kondisi mereka di gunung bisa terpantau.
&quot;Larangan tersebut sudah dari dulu. Sudah kami pasang di papan peringatan serta aturan pendakian. Tapi masih saja banyak yang melanggar,&quot; kata Fajar.
Selama ini, imbuh Fajar, cukup banyak kasus dimana pihaknya mesti melakukan evakuasi pendaki yang tak mengindahkan aturan pendakian.
</description><content:encoded>
BOYOLALI - Pendaki gunung khusus wanita yang sedang menstruasi dilarang melakukan pendakian. Pendaki juga diimbau untuk tak berada di gunung lebih dari dua hari.
Demikian ditegaskan Komandan SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo.
Dikatakan, pendaki diwajibkan untuk mematuhi syarat-syarat pendakian, baik itu di Gunung Merapi atau Merbabu. Selain kelengkapan peralatan dan logistik, pendaki juga mesti mempertimbangkan kondisi tubuh. Khusus untuk pendaki perempuan yang sedang menstruasi, mereka dilarang keras untuk melakukan pendakian.
Dijelaskan, wanita yang sedang menstruasi kondisi fisik dan biologisnya pasti menurun. Emosi mereka juga cenderung labil. Dengan kondisi tersebut, keberadaan mereka di gunung dengan medan dan kondisi suhu ekstrim jelas membahayakan mereka sendiri. Selain itu, pendaki juga diminta tak lebih dari dua hari di Gunung serta tertib waktu sesuai izin pendakian sehingga aktivitas dan kondisi mereka di gunung bisa terpantau.
&quot;Larangan tersebut sudah dari dulu. Sudah kami pasang di papan peringatan serta aturan pendakian. Tapi masih saja banyak yang melanggar,&quot; kata Fajar.
Selama ini, imbuh Fajar, cukup banyak kasus dimana pihaknya mesti melakukan evakuasi pendaki yang tak mengindahkan aturan pendakian.
</content:encoded></item></channel></rss>
