<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miranda Goeltom Bikin Buku Pengalaman di Penjara</title><description>Miranda mengaku akan membuat buku tentang pengalamannya mendekam di penjara Lapas Wanita Tangerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara"/><item><title>Miranda Goeltom Bikin Buku Pengalaman di Penjara</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2015 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara-W8RzinUiRM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miranda S Goeltom (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/02/337/1159031/miranda-goeltom-bikin-buku-pengalaman-di-penjara-W8RzinUiRM.jpg</image><title>Miranda S Goeltom (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Terpidana perkara dugaan suap cek pelawat untuk anggota DPR dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Miranda Swaray Gultom menyebut, penjara merupakan ujian 'universitas kehidupan'.

&quot;Saya sudah lulus dari 'universitas kehidupan', meskipun banyak yang saya tidak mengerti saudara-saudara wartawan tau kan saya ini ditahan 1 Juni 2012 hingga saat ini,&quot; kata Miranda usai pelaksanaan Ibadat Syukur di GBIP Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2015).
Setelah bebas  dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, Miranda mengambil hikmahnya dan berharap menjadi manusia yang lebih baik lagi. &quot;Kita menjadi sabar, manusia baru, diremukkan tapi tetap tegar dan selamat serta bersyukur,&quot; tuturnya.
Miranda mengaku akan membuat buku tentang pengalamannya mendekam di penjara Lapas Wanita Tangerang selama tiga tahun.&quot;Nanti saya akan membuat buku,&quot; tutupnya.
Miranda Gultom merupakan terpidana terakhir dari kasus suap pemilihan DGS  BI. Sebelumnya, KPK telah menjerat banyak anggota DPR dalam kasus  tersebut termasuk politisi senior PDI-P, Panda Nababan, dan politisi  Partai Golkar yang juga mantan Kepala Bappenas Paskah Suzeta.
Miranda disangka menyuap Anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004  dengan 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar melalui Nunun Nurbaeti yang  sempat buron sebelum dipidana. Namun, KPK tidak mampu mengungkap siapa  sponsornya utama Miranda yang memberikan cek pelawat tersebut.

</description><content:encoded>JAKARTA - Terpidana perkara dugaan suap cek pelawat untuk anggota DPR dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Miranda Swaray Gultom menyebut, penjara merupakan ujian 'universitas kehidupan'.

&quot;Saya sudah lulus dari 'universitas kehidupan', meskipun banyak yang saya tidak mengerti saudara-saudara wartawan tau kan saya ini ditahan 1 Juni 2012 hingga saat ini,&quot; kata Miranda usai pelaksanaan Ibadat Syukur di GBIP Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2015).
Setelah bebas  dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, Miranda mengambil hikmahnya dan berharap menjadi manusia yang lebih baik lagi. &quot;Kita menjadi sabar, manusia baru, diremukkan tapi tetap tegar dan selamat serta bersyukur,&quot; tuturnya.
Miranda mengaku akan membuat buku tentang pengalamannya mendekam di penjara Lapas Wanita Tangerang selama tiga tahun.&quot;Nanti saya akan membuat buku,&quot; tutupnya.
Miranda Gultom merupakan terpidana terakhir dari kasus suap pemilihan DGS  BI. Sebelumnya, KPK telah menjerat banyak anggota DPR dalam kasus  tersebut termasuk politisi senior PDI-P, Panda Nababan, dan politisi  Partai Golkar yang juga mantan Kepala Bappenas Paskah Suzeta.
Miranda disangka menyuap Anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004  dengan 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar melalui Nunun Nurbaeti yang  sempat buron sebelum dipidana. Namun, KPK tidak mampu mengungkap siapa  sponsornya utama Miranda yang memberikan cek pelawat tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
