<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Calon Panglima TNI Mesti Menyesuaikan Prioritas</title><description>Jokowi diharapkan bisa memilih calon Panglima TNI yang baru dengan mendasarkan prioritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/04/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/04/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas"/><item><title>Calon Panglima TNI Mesti Menyesuaikan Prioritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/04/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/04/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2015 06:36 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/03/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas-gKY77AEObj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menggadang para calon suksesor Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI (Foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/03/337/1159779/calon-panglima-tni-mesti-menyesuaikan-prioritas-gKY77AEObj.jpg</image><title>Menggadang para calon suksesor Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI (Foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Tiga figur dari tiga matra jelas akan jadi bakal calon Panglima TNI suksesor Jenderal Moeldoko Ginting. Perbincangan yang hangat mencuat belakangan ini adalah soal apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan tradisi pergiliran atau tidak.
Setidaknya ada tiga bakal calon pejabat tinggi di tiga matra berbeda, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi. 
Sebelumnya sejak era Kepresidenan (alm) Abdurrahman Wahid sampai era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), skema pergiliran atau &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo; terjadi soal jabatan Panglima TNI mulai dari matra darat, laut dan udara.
Namun di era Kepresidenan Jokowi, poros maritim ingin diperkuat dan hal itu juga menguatkan prediksi bahwa pengganti Jenderal Moeldoko, bukan dari Angkatan Udara, sebagaimana skema pergiliran &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo;, melainkan dari Angkatan Laut.
&amp;ldquo;Kalau mengikuti poros maritim, ya KSAL (calon Panglima TNI-nya). Tapi kalau apa-apa harus laut, ya lucu juga. Adapun laut harus kuat juga penguasaan teritorialnya dan itu juga butuh kekuatan udara yang kuat juga,&amp;rdquo; ujar pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati.
&amp;ldquo;Dalam hal ini (pencalonan Panglima TNI), prioritasnya saja yang mana. Semua punya probabilitas yang sama. Tapi Presiden Jokowi sepertinya takkan ambil urut kacang seperti SBY,&amp;rdquo; lanjutnya kepada Okezone.
Jika pun nantinya Jokowi benar-benar tak mengambil tradisi pergiliran (memilih dari matra Udara), pengamat yang biasa disapa Nuning itu juga tak mendeteksi masalah apapun dari kesatuan lainnya.
&amp;ldquo;Semua kan lagi melobi. Semua pengin jadi Panglima. Kalau di TNI saya kira semua serba komando (tak masalah panglima dari matra lain),&amp;rdquo; tandas Nuning.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Tiga figur dari tiga matra jelas akan jadi bakal calon Panglima TNI suksesor Jenderal Moeldoko Ginting. Perbincangan yang hangat mencuat belakangan ini adalah soal apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan tradisi pergiliran atau tidak.
Setidaknya ada tiga bakal calon pejabat tinggi di tiga matra berbeda, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi. 
Sebelumnya sejak era Kepresidenan (alm) Abdurrahman Wahid sampai era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), skema pergiliran atau &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo; terjadi soal jabatan Panglima TNI mulai dari matra darat, laut dan udara.
Namun di era Kepresidenan Jokowi, poros maritim ingin diperkuat dan hal itu juga menguatkan prediksi bahwa pengganti Jenderal Moeldoko, bukan dari Angkatan Udara, sebagaimana skema pergiliran &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo;, melainkan dari Angkatan Laut.
&amp;ldquo;Kalau mengikuti poros maritim, ya KSAL (calon Panglima TNI-nya). Tapi kalau apa-apa harus laut, ya lucu juga. Adapun laut harus kuat juga penguasaan teritorialnya dan itu juga butuh kekuatan udara yang kuat juga,&amp;rdquo; ujar pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati.
&amp;ldquo;Dalam hal ini (pencalonan Panglima TNI), prioritasnya saja yang mana. Semua punya probabilitas yang sama. Tapi Presiden Jokowi sepertinya takkan ambil urut kacang seperti SBY,&amp;rdquo; lanjutnya kepada Okezone.
Jika pun nantinya Jokowi benar-benar tak mengambil tradisi pergiliran (memilih dari matra Udara), pengamat yang biasa disapa Nuning itu juga tak mendeteksi masalah apapun dari kesatuan lainnya.
&amp;ldquo;Semua kan lagi melobi. Semua pengin jadi Panglima. Kalau di TNI saya kira semua serba komando (tak masalah panglima dari matra lain),&amp;rdquo; tandas Nuning.
</content:encoded></item></channel></rss>
