<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditinggal Pergi ke Kebun, Rumah Ludes Terbakar</title><description>Satu bangunan rumah permanen milik Sambana (48), warga Desa Pulau Makmur, Bengkulu ludes dilalap api saat ditinggal pergi ke kebun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar"/><item><title>Ditinggal Pergi ke Kebun, Rumah Ludes Terbakar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2015 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar-gtz9mOz40g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/04/340/1160120/ditinggal-pergi-ke-kebun-rumah-ludes-terbakar-gtz9mOz40g.jpg</image><title>Foto: Dok. Okezone</title></images><description>
BENGKULU - Satu bangunan rumah permanen milik Sambana (48), warga Desa Pulau Makmur, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (4/6/2015), ludes dilalap api. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai guru di salah satu perusahaan perkebunan di wilayah tersebut tengah pergi ke kebun. Tanpa rasa curiga, korban pun meninggalkan rumah.

Namun setelah beberapa jam pergi, korban mendapat kabar kediamannya kebakaran. Spontan, korban langsung bergegas pulang ke rumah.

Warga setempat yang dibantu satu mobil PBK berhasil menjinakkan api 30 menit kemudian.

Sayangnya saat kejadian, warga hanya bisa menyelamatkan sebagian harta benda milik korban.

Dandim 0423 Bengkulu Utara Letkol Kav Ari Estefanus, melalui Danramil 0423-02 Ipuh Kapten Inf Yon Anison yang didampingi Bintara Tata usaha Urusan (BATUUD) Serma Yakub, mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran lantaran korsleting listrik yang berasal dari bagian belakang rumah atau dapur.

&quot;Api diduga berasal dari bagian belakang rumah. Dugaan sementara korsleting listrik. Kerugian akibat kejadian itu sekira ratusan juta,&quot; kata Yakub saat dihubungi via telefon. (ira)

</description><content:encoded>
BENGKULU - Satu bangunan rumah permanen milik Sambana (48), warga Desa Pulau Makmur, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (4/6/2015), ludes dilalap api. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai guru di salah satu perusahaan perkebunan di wilayah tersebut tengah pergi ke kebun. Tanpa rasa curiga, korban pun meninggalkan rumah.

Namun setelah beberapa jam pergi, korban mendapat kabar kediamannya kebakaran. Spontan, korban langsung bergegas pulang ke rumah.

Warga setempat yang dibantu satu mobil PBK berhasil menjinakkan api 30 menit kemudian.

Sayangnya saat kejadian, warga hanya bisa menyelamatkan sebagian harta benda milik korban.

Dandim 0423 Bengkulu Utara Letkol Kav Ari Estefanus, melalui Danramil 0423-02 Ipuh Kapten Inf Yon Anison yang didampingi Bintara Tata usaha Urusan (BATUUD) Serma Yakub, mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran lantaran korsleting listrik yang berasal dari bagian belakang rumah atau dapur.

&quot;Api diduga berasal dari bagian belakang rumah. Dugaan sementara korsleting listrik. Kerugian akibat kejadian itu sekira ratusan juta,&quot; kata Yakub saat dihubungi via telefon. (ira)

</content:encoded></item></channel></rss>
