<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batu Kristal Ungu di Prambanan Jenis Geode</title><description>Batu kristal ungu lavender yang ditemukan oleh warga di Dusun Nawung, diduga jenis Geode.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode"/><item><title>Batu Kristal Ungu di Prambanan Jenis Geode</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2015 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode-XrFhKlafU8.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/05/510/1160469/batu-kristal-ungu-di-prambanan-jenis-geode-XrFhKlafU8.JPG</image><title></title></images><description>
YOGYAKARTA - Batu kristal ungu lavender yang ditemukan oleh warga di Dusun Nawung, kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY, diduga batu jenis Geode.
&quot;Kemungkinan Geode. Batuan itu mirip distalaktit dan stalakmit dalam gua tetapi tidak sama,&quot; kata dosen Geologi UPN Veteran, Bambang Prastistho saat dihubungi melalui telefon genggamnya, Kamis (4/6/2015).
Dijelaskannya, proses terbentuknya batu berongga dengan struktur kristal yang ada di dalamnya berawal dari air tanah yang mengandung cairan silika (SiO2), dan menguap dalam beberapa waktu.
Proses terbentuknya mirip dengan batuan stalaktit dan stalakmit di dalam gua. Namun, karena luas ruang yang cukup besar maka terbentuk lancip ke bawah. Sementara untuk Geode yang ditemukan di Prambanan ruangnya terbatas sehingga bentuknya seperti yang ditemukan oleh Sayono.
&quot;Untuk proses pembentukannya tidak sampai jutaan tahun, mungkin sekitar puluhan hingga ratusan tahun,&quot; jelasnya.
Saat disinggung mengenai warna ungu di dalam batu, Bambang menyebut itu terbentuk dari unsur tanah yang ada di sekitar lokasi penemuan batu.
&quot;Air yang mengandung silika akan larut dan bercampur unsur dari dalam tanah,&quot; paparnya.
Menurutnya, batuan Geode juga beberapa kali ditemukan warga di daerah Kabupaten Kulonprogo, namun demikian proses pencariannya tidak mudah karena harus dibelah.
&quot;Memang tidak mudah menemukannya, kalau tidak dibuka tidak akan kelihatan,&quot; tutup Bambang.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Batu kristal ungu lavender yang ditemukan oleh warga di Dusun Nawung, kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY, diduga batu jenis Geode.
&quot;Kemungkinan Geode. Batuan itu mirip distalaktit dan stalakmit dalam gua tetapi tidak sama,&quot; kata dosen Geologi UPN Veteran, Bambang Prastistho saat dihubungi melalui telefon genggamnya, Kamis (4/6/2015).
Dijelaskannya, proses terbentuknya batu berongga dengan struktur kristal yang ada di dalamnya berawal dari air tanah yang mengandung cairan silika (SiO2), dan menguap dalam beberapa waktu.
Proses terbentuknya mirip dengan batuan stalaktit dan stalakmit di dalam gua. Namun, karena luas ruang yang cukup besar maka terbentuk lancip ke bawah. Sementara untuk Geode yang ditemukan di Prambanan ruangnya terbatas sehingga bentuknya seperti yang ditemukan oleh Sayono.
&quot;Untuk proses pembentukannya tidak sampai jutaan tahun, mungkin sekitar puluhan hingga ratusan tahun,&quot; jelasnya.
Saat disinggung mengenai warna ungu di dalam batu, Bambang menyebut itu terbentuk dari unsur tanah yang ada di sekitar lokasi penemuan batu.
&quot;Air yang mengandung silika akan larut dan bercampur unsur dari dalam tanah,&quot; paparnya.
Menurutnya, batuan Geode juga beberapa kali ditemukan warga di daerah Kabupaten Kulonprogo, namun demikian proses pencariannya tidak mudah karena harus dibelah.
&quot;Memang tidak mudah menemukannya, kalau tidak dibuka tidak akan kelihatan,&quot; tutup Bambang.
</content:encoded></item></channel></rss>
