<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar Thailand Anggap Rohingya seperti Keluarga Sendiri</title><description>Salah seorang pelajar di Thailand diketahui sangat menghargai para pengungsi Rohingya yang ditampung Pemerintah Thailand.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/06/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri"/><item><title>Pelajar Thailand Anggap Rohingya seperti Keluarga Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/06/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2015 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/05/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri-Ci6WbkDAJd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imigran Rohingya (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/05/18/1160987/pelajar-thailand-anggap-rohingya-seperti-keluarga-sendiri-Ci6WbkDAJd.jpg</image><title>Imigran Rohingya (Foto: Reuters)</title></images><description>
BANGKOK &amp;ndash; Salah seorang pelajar di Thailand diketahui sangat menghargai para pengungsi Rohingya yang ditampung Pemerintah Thailand. Bahkan, ia menganggap kaum Rohingya sebagai keluarganya sendiri. Pelajar tersebut bernama Pornthep Pornsiricherd.
Ternyata, sewaktu Pornthep kecil, keluarganya diketahui memiliki seorang asisten rumah tangga yang merupakan seorang warga Myanmar. Keluarganya hingga kini menganggap asisten rumah tangga itu sebagai salah satu keluarganya sendiri.
Atas dasar itu, Pornthep lantas mengumpulkan beberapa pelajar dari berbagai universitas di Thailand, untuk ikut serta dalam aksi solidaritas bagi pengungsi Rohingya.
&amp;ldquo;Sebelumnya, saya sempat berpikir kenapa saya harus membantu mereka (Rohingya)? Namun, setelah melihat kondisi mereka di sini, saya menyadari bahwa seseorang harus membantu mereka,&amp;rdquo; ujar salah seorang mahasiswi Universitas Thaksin Thailand, Khanittha Yimlamai, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/6/2015).
&amp;ldquo;Saya pikir orang-orang tidak sepantasnya menilai seseorang hanya dari asal negaranya. Para pengungsi Rohingya juga manusia, tidak ada bedanya dengan kita,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, hingga kini para pengungsi Rohingya di Thailand masih ditampung dan difasilitasi oleh Departemen Keamanan dan Pembangunan Sosial Thailand.
Rencananya, Pemerintah Thailand akan mengirim para pengungsi Rohingya menuju Amerika Serikat (AS) sesuai  kesediaan Pemerintah Kota Washington. Namun, para pengungsi Rohingya di Thailand lebih memilih untuk dipindahkan ke Malaysia ketimbang AS.
</description><content:encoded>
BANGKOK &amp;ndash; Salah seorang pelajar di Thailand diketahui sangat menghargai para pengungsi Rohingya yang ditampung Pemerintah Thailand. Bahkan, ia menganggap kaum Rohingya sebagai keluarganya sendiri. Pelajar tersebut bernama Pornthep Pornsiricherd.
Ternyata, sewaktu Pornthep kecil, keluarganya diketahui memiliki seorang asisten rumah tangga yang merupakan seorang warga Myanmar. Keluarganya hingga kini menganggap asisten rumah tangga itu sebagai salah satu keluarganya sendiri.
Atas dasar itu, Pornthep lantas mengumpulkan beberapa pelajar dari berbagai universitas di Thailand, untuk ikut serta dalam aksi solidaritas bagi pengungsi Rohingya.
&amp;ldquo;Sebelumnya, saya sempat berpikir kenapa saya harus membantu mereka (Rohingya)? Namun, setelah melihat kondisi mereka di sini, saya menyadari bahwa seseorang harus membantu mereka,&amp;rdquo; ujar salah seorang mahasiswi Universitas Thaksin Thailand, Khanittha Yimlamai, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/6/2015).
&amp;ldquo;Saya pikir orang-orang tidak sepantasnya menilai seseorang hanya dari asal negaranya. Para pengungsi Rohingya juga manusia, tidak ada bedanya dengan kita,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, hingga kini para pengungsi Rohingya di Thailand masih ditampung dan difasilitasi oleh Departemen Keamanan dan Pembangunan Sosial Thailand.
Rencananya, Pemerintah Thailand akan mengirim para pengungsi Rohingya menuju Amerika Serikat (AS) sesuai  kesediaan Pemerintah Kota Washington. Namun, para pengungsi Rohingya di Thailand lebih memilih untuk dipindahkan ke Malaysia ketimbang AS.
</content:encoded></item></channel></rss>
