<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokoh Masyarakat Malu Keluarga Angeline Abaikan Dua Menteri</title><description>Tokoh masyarakat di Kelurahan Kesiman malu akan perlakuan  keluarga Angeline yang cuek terhadap dua menteri yang ingin berkunjung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri"/><item><title>Tokoh Masyarakat Malu Keluarga Angeline Abaikan Dua Menteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2015 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri-gw0B2OXRL7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/06/340/1161207/tokoh-masyarakat-malu-keluarga-angeline-abaikan-dua-menteri-gw0B2OXRL7.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>
DENPASAR - Tokoh masyarakat di Kelurahan Kesiman, Denpasar, malu akan perlakuan keluarga Angeline terhadap dua menteri yang ingin menyambangi kediaman bocah kelas II SD yang hilang sejak beberapa waktu lalu itu.

Ketut Sutapa, kepala lingkungan Kebon Kuri, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, menyayangkan sikap keluarga Angeline yang enggan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Menurutnya, sejak kasus tersebut mencuat ke permukaan dan diberitakan oleh media, keluarga Angeline menjadi tertutup. &quot;Dia malah menghindar dan ada kesan menutup-nutupi masalah. Kalau begini caranya, bisa dicurigai macam-macamnya,&quot; ujarnya, Sabtu (6/6/2015).

Ketut Sutapa menegaskan, jika keluarga Angeline tak kunjung kooperatif membantu upaya pihak-pihak yang ingin menemukan Angeline, ia akan bertindak tegas.

&quot;Kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan kami. Kami ingin semuanya berjalan baik-baik dan normal,&quot; tuturnya.

Saat menyambut kedatangan Menteri Yohana, pihaknya mengerahkan 20 pecalang desa adat untuk mengamankan rumah Angeline. Sebelumnya, ia juga menelefon keluarga supaya rumah mereka  dibuka, mengingat akan ada tamu negara yang datang.

Awalnya Margaretha, ibu angkat Angeline, menolak kedatangan menteri. Namun setelah dipaksa, ia berjanji siap menerima kedatangan tersebut dengan mengutus seorang anaknya yang bernama Christin. Tetapi sampai Menteri Yohana datang, Margaretha sama sekali tidak terlihat. (ira)
</description><content:encoded>
DENPASAR - Tokoh masyarakat di Kelurahan Kesiman, Denpasar, malu akan perlakuan keluarga Angeline terhadap dua menteri yang ingin menyambangi kediaman bocah kelas II SD yang hilang sejak beberapa waktu lalu itu.

Ketut Sutapa, kepala lingkungan Kebon Kuri, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, menyayangkan sikap keluarga Angeline yang enggan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Menurutnya, sejak kasus tersebut mencuat ke permukaan dan diberitakan oleh media, keluarga Angeline menjadi tertutup. &quot;Dia malah menghindar dan ada kesan menutup-nutupi masalah. Kalau begini caranya, bisa dicurigai macam-macamnya,&quot; ujarnya, Sabtu (6/6/2015).

Ketut Sutapa menegaskan, jika keluarga Angeline tak kunjung kooperatif membantu upaya pihak-pihak yang ingin menemukan Angeline, ia akan bertindak tegas.

&quot;Kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan kami. Kami ingin semuanya berjalan baik-baik dan normal,&quot; tuturnya.

Saat menyambut kedatangan Menteri Yohana, pihaknya mengerahkan 20 pecalang desa adat untuk mengamankan rumah Angeline. Sebelumnya, ia juga menelefon keluarga supaya rumah mereka  dibuka, mengingat akan ada tamu negara yang datang.

Awalnya Margaretha, ibu angkat Angeline, menolak kedatangan menteri. Namun setelah dipaksa, ia berjanji siap menerima kedatangan tersebut dengan mengutus seorang anaknya yang bernama Christin. Tetapi sampai Menteri Yohana datang, Margaretha sama sekali tidak terlihat. (ira)
</content:encoded></item></channel></rss>
