<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Yohana Minta Polisi Tahan Ibu Angkat Angeline</title><description>Kata Yohana, keterangan Margaretha dibutuhkan dalam upaya mengetahui sebenarnya apa yang terjadi terhadap Angeline yang menghilang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline"/><item><title>Menteri Yohana Minta Polisi Tahan Ibu Angkat Angeline</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2015 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline-cMh1bJqELF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Yohana (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/06/340/1161215/menteri-yohana-minta-polisi-tahan-ibu-angkat-angeline-cMh1bJqELF.jpg</image><title>Menteri Yohana (Foto: Okezone)</title></images><description>DENPASAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise meminta polisi menahan Margaretha, ibu angkat dari Angeline, karena dianggap turut bertanggung jawab atas hilangnya bocah delapan tahun itu.


Menurut Yohana, keterangan Margaretha sangat dibutuhkan dalam upaya mengetahui sebenarnya apa yang terjadi  terhadap Angeline yang menghilang dari rumahnya. Sebab sebagai ibu, Margaretha harusnya melindungi dan mengawasi anak angkatnya itu.
&quot;Harus dimintakan keterangan, baik ibu maupun keluarga lainnya. Ini kok ibunya tidak di rumah sampai ditutup terus pintunya,&quot; kata Yohana di depan rumah Angeline, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Sabtu (6/6/2015).
Dia juga ingin mengetahui sejauh mana hasil penyelidikan polisi dalam menangani kasus hilangnya Angeline. Hilangnya Angeline tidak boleh dibiarkan karena bukan persoalan ringan.
&quot;Yang punya anak harus ditahan untuk dicari tahu alasannya, kenapa terjadi peristiwa menimpa Angeline,&quot; tegasnya.
Seperti diketahui, Angeline hilang sejak 16 Mei 2015 pukul 15.30 Wita. Meski sejumlah upaya pencarian telah dilakukan, siswi kelas II SDN 12 Sanur, Denpasar, itu belum diketahui keberadaannya. (fmi)
</description><content:encoded>DENPASAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise meminta polisi menahan Margaretha, ibu angkat dari Angeline, karena dianggap turut bertanggung jawab atas hilangnya bocah delapan tahun itu.


Menurut Yohana, keterangan Margaretha sangat dibutuhkan dalam upaya mengetahui sebenarnya apa yang terjadi  terhadap Angeline yang menghilang dari rumahnya. Sebab sebagai ibu, Margaretha harusnya melindungi dan mengawasi anak angkatnya itu.
&quot;Harus dimintakan keterangan, baik ibu maupun keluarga lainnya. Ini kok ibunya tidak di rumah sampai ditutup terus pintunya,&quot; kata Yohana di depan rumah Angeline, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Sabtu (6/6/2015).
Dia juga ingin mengetahui sejauh mana hasil penyelidikan polisi dalam menangani kasus hilangnya Angeline. Hilangnya Angeline tidak boleh dibiarkan karena bukan persoalan ringan.
&quot;Yang punya anak harus ditahan untuk dicari tahu alasannya, kenapa terjadi peristiwa menimpa Angeline,&quot; tegasnya.
Seperti diketahui, Angeline hilang sejak 16 Mei 2015 pukul 15.30 Wita. Meski sejumlah upaya pencarian telah dilakukan, siswi kelas II SDN 12 Sanur, Denpasar, itu belum diketahui keberadaannya. (fmi)
</content:encoded></item></channel></rss>
