<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cita-Cita Pak Harto Belum Terwujud</title><description>Titiek Soeharto ingin meneruskan cita-cita ayahnya mensejahterakan rakyat dengan terjun ke parpol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud"/><item><title>Cita-Cita Pak Harto Belum Terwujud</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2015 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud-Z9tJ0YMmHx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/08/510/1161740/cita-cita-pak-harto-belum-terwujud-Z9tJ0YMmHx.jpg</image><title>Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, memimpin negeri ini selama 32 tahun, sejak 1967 hingga 1998. Selama itu pula, masih ada cita-cita Pak Harto yang belum terwujud, yakni mensejahterakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Siti Hediati Hariyadi, putri keempat Pak Harto saat ditemui Okezone, beberapa hari lalu di Kepatihan Yogyakarta. Meneruskan cita-cita sang ayah menjadi salah satu alasan Titiek Soeharto -sapaan akrabnya- terjun dalam dunia politik di Partai Golkar.
&quot;Cita-cita Pak Harto yang belum tercapai, bagaimana membuat masyarakat sejahtera, itu yang membuat saya terjun di Parpol,&quot; kata ibu satu anak (Didiet Prabowo) dari pasangan Prabowo Subianto tersebut.
Titiek melihat masih banyak masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. &quot;Beli beras enggak bisa, dia (seseorang) enggak bisa nyekolahin anaknya, dia enggak bisa ngasih makan keluarganya karena hidupnya miskin,&quot; kata perempuan kelahiran Semarang, 14 April 1959 ini.
Tak heran, kata Titiek, kasus kejahatan semakin merajalela terjadi di masyarakat karena hidup di bawah garis kemiskinan.
&quot;Makanya sekarang banyak kejahatan-kejahatan karena faktor itu tadi (miskin). Jadi terpaksa dia nyolong, merampok, atau apa-apa gitu namanya. Sehingga kejahatan jadi meningkat,&quot; jelasnya.
Titiek melihat kejahatan yang terjadi di masyarakat ditengarai karena hidup di bawah garis kemiskinan. &quot;Itu (kejahatan) kan ekses (imbas) dari kemiskinan di negara ini,&quot; imbuhnya.
Kondisi itu bertolak belakang jika kesejahteraan masyarakat meningkat. Memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup menjadi indikator hidup sejahtera di masyarakat.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, memimpin negeri ini selama 32 tahun, sejak 1967 hingga 1998. Selama itu pula, masih ada cita-cita Pak Harto yang belum terwujud, yakni mensejahterakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Siti Hediati Hariyadi, putri keempat Pak Harto saat ditemui Okezone, beberapa hari lalu di Kepatihan Yogyakarta. Meneruskan cita-cita sang ayah menjadi salah satu alasan Titiek Soeharto -sapaan akrabnya- terjun dalam dunia politik di Partai Golkar.
&quot;Cita-cita Pak Harto yang belum tercapai, bagaimana membuat masyarakat sejahtera, itu yang membuat saya terjun di Parpol,&quot; kata ibu satu anak (Didiet Prabowo) dari pasangan Prabowo Subianto tersebut.
Titiek melihat masih banyak masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. &quot;Beli beras enggak bisa, dia (seseorang) enggak bisa nyekolahin anaknya, dia enggak bisa ngasih makan keluarganya karena hidupnya miskin,&quot; kata perempuan kelahiran Semarang, 14 April 1959 ini.
Tak heran, kata Titiek, kasus kejahatan semakin merajalela terjadi di masyarakat karena hidup di bawah garis kemiskinan.
&quot;Makanya sekarang banyak kejahatan-kejahatan karena faktor itu tadi (miskin). Jadi terpaksa dia nyolong, merampok, atau apa-apa gitu namanya. Sehingga kejahatan jadi meningkat,&quot; jelasnya.
Titiek melihat kejahatan yang terjadi di masyarakat ditengarai karena hidup di bawah garis kemiskinan. &quot;Itu (kejahatan) kan ekses (imbas) dari kemiskinan di negara ini,&quot; imbuhnya.
Kondisi itu bertolak belakang jika kesejahteraan masyarakat meningkat. Memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup menjadi indikator hidup sejahtera di masyarakat.
</content:encoded></item></channel></rss>
