<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chappy Hakim Minta TNI AU Tenang Terkait Calon Panglima</title><description>Chappy Hakim meminta keluarga besar TNI AU untuk menerima keputusan Presiden Joko Widodo terkait calon Panglima TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima"/><item><title>Chappy Hakim Minta TNI AU Tenang Terkait Calon Panglima</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2015 00:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima-bLcTfbdiFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/11/337/1163545/chappy-hakim-minta-tni-au-tenang-terkait-calon-panglima-bLcTfbdiFy.jpg</image><title>foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Jenderal (Purn) Chappy Hakim meminta keluarga besar TNI AU untuk menerima keputusan Presiden Joko Widodo terkait calon Panglima TNI.

&amp;ldquo;Untuk Keluarga Besar AU agar tetap tenang, mungkin Presiden memiliki pertimbangan lain, tunjukkan AU senantiasa berjiwa besar dan rendah hati,&amp;rdquo; tulis Chappy di akun twitternya @chappyhakim, Rabu (10/6/2015).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI. Keputusan tersebut menuai berbagai tanggapan karena dinilai melanggar Pasal 13 ayat 4 Undang-Undang TNI yang menyebutkan penunjukan Panglima TNI secara bergiliran.

&amp;ldquo;Akhirnya kita semua mengerti bahwa makna hak prerogatif Presiden dan tidak ada ketentuan harus bergilir itu artinya bukan dari AU. Its OK,&amp;rdquo; lanjut Chappy.

Chappy juga menyindir keputusan Presiden Jokowi tersebut dengan menyebut TNI AU adalah pengayom dari segenap matra yang ada di internal TNI.

&amp;ldquo;Bung Karno bilang RI itu Ibu Pertiwi (darat dan laut) + bapak angkasa (udara). Tugas bapak adalah ngemong. Jadi enggak usah ikut-ikut rebutan apapun,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Jenderal (Purn) Chappy Hakim meminta keluarga besar TNI AU untuk menerima keputusan Presiden Joko Widodo terkait calon Panglima TNI.

&amp;ldquo;Untuk Keluarga Besar AU agar tetap tenang, mungkin Presiden memiliki pertimbangan lain, tunjukkan AU senantiasa berjiwa besar dan rendah hati,&amp;rdquo; tulis Chappy di akun twitternya @chappyhakim, Rabu (10/6/2015).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI. Keputusan tersebut menuai berbagai tanggapan karena dinilai melanggar Pasal 13 ayat 4 Undang-Undang TNI yang menyebutkan penunjukan Panglima TNI secara bergiliran.

&amp;ldquo;Akhirnya kita semua mengerti bahwa makna hak prerogatif Presiden dan tidak ada ketentuan harus bergilir itu artinya bukan dari AU. Its OK,&amp;rdquo; lanjut Chappy.

Chappy juga menyindir keputusan Presiden Jokowi tersebut dengan menyebut TNI AU adalah pengayom dari segenap matra yang ada di internal TNI.

&amp;ldquo;Bung Karno bilang RI itu Ibu Pertiwi (darat dan laut) + bapak angkasa (udara). Tugas bapak adalah ngemong. Jadi enggak usah ikut-ikut rebutan apapun,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
