<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Argentina Kalah dalam Perang Malvinas 1982</title><description>Tanggal 14 Juni 1982 tercatat dalam sejarah sebagai hari kekalahan Argentina atas Inggris dalam Perang Malvinas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/14/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/14/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982"/><item><title>Argentina Kalah dalam Perang Malvinas 1982</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/14/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/14/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2015 06:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Ardiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/13/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982-uXmt5CgUNx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Argentina Harus Mengakui Keunggulan Inggris (Foto:IB Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/13/18/1165000/argentina-kalah-dalam-perang-malvinas-1982-uXmt5CgUNx.jpg</image><title>Argentina Harus Mengakui Keunggulan Inggris (Foto:IB Times)</title></images><description>
MALVINAS &amp;ndash; Tanggal 14 Juni 1982 tercatat dalam sejarah sebagai hari kekalahan Argentina atas Inggris dalam Perang Malvinas, Negeri Tanggo tersebut terpaksa menyerahkan Kepulauan Malvinas kepada Inggris.

Kepulauan Malvinas (Inggris menyebutnya Kepulauan Falkland) merupakan gugusan kepulauan di lepas pantai Argentina di Samudera Atlantik. Argentina mengklaim wilayah tersebut karena kedekatan wilayah geografis.

Seperti dilansir BBC, Minggu (14/6/2015), Pada 19 Maret 1982, Argentina melancarkan invasi militer ke Pulau Georgia Selatan. Pihak Inggris pun tak mampu berbuat banyak menghadapi invasi militer pada awal Perang Malvinas.

Pihak Inggris pun baru mengirimkan pasukan pada akhir April 1982, Angkatan Laut (AL) Inggris mengirimkan 68 kapal yang terdiri dari 20 Kapal Perang, 8 kapal amfibi, dan 40 kapal logistik. Selain itu, Inggris membawa 15.000 prajurit marinir dengan 7.000 merupakan tentara aktif dan sisanya tentara cadangan.

AL Inggris cenderung untuk melakukan strategi bertahan, semua kapal perangnya menunggu diserang oleh jet tempur dan kapal perang Argentina. Hasilnya hanya tiga kapal perang Inggris yang rusak, sedangkan Kapal Argentina banyak yang rusak dan tenggelam.

Setelah kekuatan kapal perang Argentina banyak yang rusak, barulah AL Inggris melakukan serangan besar-besaran ke Kepulauan Malvinas. Tentara Argentina pun kewalahan dalam menghadapi gempuran Tentara Inggris di medan perang.

Hingga akhirnya Argentina harus mengakui kekalahan atas Inggris pada 14 Juni 1982. Banyak pengamat menilai kekalahan Argentina lebih disebabkan pada kurang padunya kesatuan komnado diantara tentaranya.

Dampak dari kekalahan tersebut sangat terasa bagi rakyat Argentina, Negeri Tanggo tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris.  Hingga akhirnya pada 1998 Presiden Menem melakukan kunjungan bersejarah ke Inggris.




</description><content:encoded>
MALVINAS &amp;ndash; Tanggal 14 Juni 1982 tercatat dalam sejarah sebagai hari kekalahan Argentina atas Inggris dalam Perang Malvinas, Negeri Tanggo tersebut terpaksa menyerahkan Kepulauan Malvinas kepada Inggris.

Kepulauan Malvinas (Inggris menyebutnya Kepulauan Falkland) merupakan gugusan kepulauan di lepas pantai Argentina di Samudera Atlantik. Argentina mengklaim wilayah tersebut karena kedekatan wilayah geografis.

Seperti dilansir BBC, Minggu (14/6/2015), Pada 19 Maret 1982, Argentina melancarkan invasi militer ke Pulau Georgia Selatan. Pihak Inggris pun tak mampu berbuat banyak menghadapi invasi militer pada awal Perang Malvinas.

Pihak Inggris pun baru mengirimkan pasukan pada akhir April 1982, Angkatan Laut (AL) Inggris mengirimkan 68 kapal yang terdiri dari 20 Kapal Perang, 8 kapal amfibi, dan 40 kapal logistik. Selain itu, Inggris membawa 15.000 prajurit marinir dengan 7.000 merupakan tentara aktif dan sisanya tentara cadangan.

AL Inggris cenderung untuk melakukan strategi bertahan, semua kapal perangnya menunggu diserang oleh jet tempur dan kapal perang Argentina. Hasilnya hanya tiga kapal perang Inggris yang rusak, sedangkan Kapal Argentina banyak yang rusak dan tenggelam.

Setelah kekuatan kapal perang Argentina banyak yang rusak, barulah AL Inggris melakukan serangan besar-besaran ke Kepulauan Malvinas. Tentara Argentina pun kewalahan dalam menghadapi gempuran Tentara Inggris di medan perang.

Hingga akhirnya Argentina harus mengakui kekalahan atas Inggris pada 14 Juni 1982. Banyak pengamat menilai kekalahan Argentina lebih disebabkan pada kurang padunya kesatuan komnado diantara tentaranya.

Dampak dari kekalahan tersebut sangat terasa bagi rakyat Argentina, Negeri Tanggo tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris.  Hingga akhirnya pada 1998 Presiden Menem melakukan kunjungan bersejarah ke Inggris.




</content:encoded></item></channel></rss>
