<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tagih Janji Pemprov, Warga  Kampung Pulo Tolak Relokasi</title><description>Warga Kampung Pulo menolak relokasi karena pemprov pernah berjanji mengganti bangunan sesuai NJOP, namun sampai saat ini belum direalisasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi"/><item><title>Tagih Janji Pemprov, Warga  Kampung Pulo Tolak Relokasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2015 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi-hLI0b9Rv6H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Selebaran penolakan penggusuran di salah satu tembok bangunan (foto: Syamsul Anwar Khomaeni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/15/338/1165655/tagih-janji-pemprov-warga-kampung-pulo-tolak-relokasi-hLI0b9Rv6H.jpg</image><title>Selebaran penolakan penggusuran di salah satu tembok bangunan (foto: Syamsul Anwar Khomaeni)</title></images><description>
JAKARTA - Warga RT 3 dan RT 4, RW 3 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur sepakat menolak rencana relokasi yang diajukan Pemprov DKI ke Rusun Jatinegara Barat. Penolakan itu dilakukan karena pada waktu sebelumnya,  Pemprov sudah berjanji akan memberikan ganti rugi ke para warga yang tergusur.
Eka (58), salah satu warga yang rumahnya ikut tergusur menuntut Pemprov DKI Jakarta supaya mengganti bangunan yang sudah ditinggalinya selama puluhan tahun. Nenek yang memiliki 10 cucu itu beralasan bahwa permintaan penggantian atas bangunan itu karena  dirinya mengidap sakit darah tinggi dan suaminya juga tengah sakit-sakitan. Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menyebut akan mengganti untung bangunan warga jika nantinya dipindahkan.
&quot;Mau minta uang saja Rp50 juta,  karena kalau Rusun ngeri. Saya  darah tinggi dan kami juga dapatnya di lantai 14. Dahulu Pak Jokowi bilang mau bayar,&quot; tutur Eka, Senin (15/6/2015).
Bersamaan dengan itu, Ketua RT 3, Budi (42), menagih janji Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan mengganti senilai 25 persen atas tempat tinggal warga. Penilaian itu berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, saat ini Pemprov justru memberikan surat peringatan kedua (SP2) agar warga mengosongkan tempat tinggal hingga H+7 lebaran.
&quot;Ahok pernah bilang ganti. Ada pergub (peraturan gubernur) nya juga kan lewat Lurah, Camat yang 25 persen NJOP. Tapi kenapa, ini malah disuruh pindah,&quot; ujar Budi.
Beberapa warga yang sudah menyatakan pindah ke rusun, lanjut Budi, lantaran terpaksa. Karena jika tergusur tidak akan mendapat tempat tinggal. Meski demikian, ia mengklaim warga yang sudah pindah tetap menuntut biaya ganti rugi seperti yang dijanjikan.
&quot;Ya di rusun cuma sementara, tapi negosiasi 25 persen NJOP tetap,&quot; pungkasnya. (fal)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Warga RT 3 dan RT 4, RW 3 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur sepakat menolak rencana relokasi yang diajukan Pemprov DKI ke Rusun Jatinegara Barat. Penolakan itu dilakukan karena pada waktu sebelumnya,  Pemprov sudah berjanji akan memberikan ganti rugi ke para warga yang tergusur.
Eka (58), salah satu warga yang rumahnya ikut tergusur menuntut Pemprov DKI Jakarta supaya mengganti bangunan yang sudah ditinggalinya selama puluhan tahun. Nenek yang memiliki 10 cucu itu beralasan bahwa permintaan penggantian atas bangunan itu karena  dirinya mengidap sakit darah tinggi dan suaminya juga tengah sakit-sakitan. Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menyebut akan mengganti untung bangunan warga jika nantinya dipindahkan.
&quot;Mau minta uang saja Rp50 juta,  karena kalau Rusun ngeri. Saya  darah tinggi dan kami juga dapatnya di lantai 14. Dahulu Pak Jokowi bilang mau bayar,&quot; tutur Eka, Senin (15/6/2015).
Bersamaan dengan itu, Ketua RT 3, Budi (42), menagih janji Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan mengganti senilai 25 persen atas tempat tinggal warga. Penilaian itu berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, saat ini Pemprov justru memberikan surat peringatan kedua (SP2) agar warga mengosongkan tempat tinggal hingga H+7 lebaran.
&quot;Ahok pernah bilang ganti. Ada pergub (peraturan gubernur) nya juga kan lewat Lurah, Camat yang 25 persen NJOP. Tapi kenapa, ini malah disuruh pindah,&quot; ujar Budi.
Beberapa warga yang sudah menyatakan pindah ke rusun, lanjut Budi, lantaran terpaksa. Karena jika tergusur tidak akan mendapat tempat tinggal. Meski demikian, ia mengklaim warga yang sudah pindah tetap menuntut biaya ganti rugi seperti yang dijanjikan.
&quot;Ya di rusun cuma sementara, tapi negosiasi 25 persen NJOP tetap,&quot; pungkasnya. (fal)
</content:encoded></item></channel></rss>
