<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Tanker Dirampok Bajak Laut, Lima WNI Hilang</title><description>Lima ABK asal Indonesia dalam kapal tanker asal Malaysia, MT Orkim Harmony, dinyatakan hilang setelah kapal dirampok bajak laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang"/><item><title>Kapal Tanker Dirampok Bajak Laut, Lima WNI Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2015 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang-wGk84erUBp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Datuk Ahmat Puzi Ab Kahar (Foto: The Malaysian Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/16/18/1166244/kapal-tanker-dirampok-bajak-laut-lima-wni-hilang-wGk84erUBp.jpg</image><title>Datuk Ahmat Puzi Ab Kahar (Foto: The Malaysian Insider)</title></images><description>
PUTRAJAYA - Lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia beserta 17 ABK lain dalam kapal tanker asal Malaysia, MT Orkim Harmony, tidak diketahui keberadaannya. Mereka dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa minyak senilai 21 juta ringgit atau sekira Rp73,5 miliar tersebut dirampok bajak laut di perairan Tanjung Sedili, Malaysia.
Wakil Direktur Jenderal Badan Pengawasan Maritim Malaysia (MMEA), Laksamana Madya Maritim Datuk Ahmad Puzi Ab Kahar, mengatakan pihaknya tidak mendapatkan panggilan darurat dari kapal yang membawa 5.879 metrik ton minyak tersebut. Selain itu, lanjut dia, tidak ada tanda-tanda kapal tersebut mengalami kecelakaan semenjak dinyatakan hilang pada pukul 20.57 Kamis pekan lalu.
&quot;Menurut dugaan terkuat kami, kapal tanker tersebut dirampok oleh bajak laut,&quot; kata Ahmad Puzi dlam konferensi pers di Putrajaya, sebagaimana dilansir Bernama, Selasa (16/6/2015).
Ahmad Puzi menyingkirkan kemungkinan kapal dibajak dan para awak kapal disandera. Sebab, tidak ada permintaan uang tebusan yang diajukan hingga pukul 15.30 waktu setempat hari ini. Dia juga menolak kemungkinan kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam.
&quot;Jika kapal mengalami kebocoran, para ABK akan melakukan panggilan darurat. Bila kapal tersebut mengalami kecelakaan, maka akan ada jejak minyak tumpah,&quot; ujarnya.
Kapal tanker MT Orkim Harmony sedang berlayar dari Selat Malaka menuju Kuantan ketika dinyatakan hilang. Kapal tersebut membawa 22 ABK yang terdiri dari lima warga negara Indonesia (WNI), 16 warga Malaysia, dan seorang warga Myanmar.
Lima WNI yang hilang adalah Bambang Suryawan (43), Iwan Asriadi (39), Nelson Hasiholan Sitorus (35), Ntan Kombongan (30), dan Mawit Matin (46).
</description><content:encoded>
PUTRAJAYA - Lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia beserta 17 ABK lain dalam kapal tanker asal Malaysia, MT Orkim Harmony, tidak diketahui keberadaannya. Mereka dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa minyak senilai 21 juta ringgit atau sekira Rp73,5 miliar tersebut dirampok bajak laut di perairan Tanjung Sedili, Malaysia.
Wakil Direktur Jenderal Badan Pengawasan Maritim Malaysia (MMEA), Laksamana Madya Maritim Datuk Ahmad Puzi Ab Kahar, mengatakan pihaknya tidak mendapatkan panggilan darurat dari kapal yang membawa 5.879 metrik ton minyak tersebut. Selain itu, lanjut dia, tidak ada tanda-tanda kapal tersebut mengalami kecelakaan semenjak dinyatakan hilang pada pukul 20.57 Kamis pekan lalu.
&quot;Menurut dugaan terkuat kami, kapal tanker tersebut dirampok oleh bajak laut,&quot; kata Ahmad Puzi dlam konferensi pers di Putrajaya, sebagaimana dilansir Bernama, Selasa (16/6/2015).
Ahmad Puzi menyingkirkan kemungkinan kapal dibajak dan para awak kapal disandera. Sebab, tidak ada permintaan uang tebusan yang diajukan hingga pukul 15.30 waktu setempat hari ini. Dia juga menolak kemungkinan kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam.
&quot;Jika kapal mengalami kebocoran, para ABK akan melakukan panggilan darurat. Bila kapal tersebut mengalami kecelakaan, maka akan ada jejak minyak tumpah,&quot; ujarnya.
Kapal tanker MT Orkim Harmony sedang berlayar dari Selat Malaka menuju Kuantan ketika dinyatakan hilang. Kapal tersebut membawa 22 ABK yang terdiri dari lima warga negara Indonesia (WNI), 16 warga Malaysia, dan seorang warga Myanmar.
Lima WNI yang hilang adalah Bambang Suryawan (43), Iwan Asriadi (39), Nelson Hasiholan Sitorus (35), Ntan Kombongan (30), dan Mawit Matin (46).
</content:encoded></item></channel></rss>
