<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Dinilai Melemah, Internal Masih Belum Solid</title><description>Beberapa bulan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampak lesu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid"/><item><title>KPK Dinilai Melemah, Internal Masih Belum Solid</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2015 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid-s6bIWyQdOu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/17/337/1166659/kpk-dinilai-melemah-internal-masih-belum-solid-s6bIWyQdOu.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>
JAKARTA - Beberapa bulan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampak lesu. Operasi Tangkap Tangan (OTT) para terduga koruptor oleh lembaga antirasuah itu jarang terdengar. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Polri dan Kejaksaan Agung yang getol-getolnya menangani kasus korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardhapamekas, mengatakan, lembaga antirasuah masih dalam kondisi berduka, lantaran dua pimpinan terdahulu, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto tersandung masalah sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

&quot;Memang kondisi internal KPK masih belum solid setelah kasus-kasus kemarin. Ataupun karena terpaan tersangkanya Pak Samad dan Pak Bambang pasti ada pengaruhnya ke dalam. Ibaratnya pempimpin redaksi media kena masalah, pasti mempengaruhi kinerja tim di bawahnya,&quot; ujar Erry kepada Okezone di Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Pria kelahiran Bandung tersebut berpesan mumpung masih ada waktu lembaga yang dikepalai oleh Taufiequrachman Ruki harus membenahi internalnya lebih dahulu. Jangan sampai opini publik nantinya malah mengarah bahwa KPK tak fokus kepada pemberantasan korupsi. Pasalnya belakangan ini KPK kalah pamor ketimbang Polri dan Kejaksaan Agung.

&quot;Saya pikir KPK harus pada fokus pembenahan internal lebih dahulu artinya semangat dalam memperbaiki, mumpung masih sempat, harus ada pembenahan yang berarti, apalagi selalu kalah dalam praperadilan,&quot; katanya.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran juga mengapresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM Prasetyo yang telah mengembalikan kembali fungsinya dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, dua intitusi tersebut sudah tak takut lagi dengan para koruptor. Sebab, pemimpin-pemimpin terdahulu Polri dan Kejaksaan Agung belum terlalu kelihatan menangani kasus korupsi seperti saat ini. &quot;Polri dan Kejaksaan Agung bagus sekarang, gak takut lagi (dengan koruptor). Kita ingin efektif terus Polri dan Kejaksaan Agung,&quot; tuntasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Beberapa bulan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampak lesu. Operasi Tangkap Tangan (OTT) para terduga koruptor oleh lembaga antirasuah itu jarang terdengar. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Polri dan Kejaksaan Agung yang getol-getolnya menangani kasus korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardhapamekas, mengatakan, lembaga antirasuah masih dalam kondisi berduka, lantaran dua pimpinan terdahulu, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto tersandung masalah sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

&quot;Memang kondisi internal KPK masih belum solid setelah kasus-kasus kemarin. Ataupun karena terpaan tersangkanya Pak Samad dan Pak Bambang pasti ada pengaruhnya ke dalam. Ibaratnya pempimpin redaksi media kena masalah, pasti mempengaruhi kinerja tim di bawahnya,&quot; ujar Erry kepada Okezone di Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Pria kelahiran Bandung tersebut berpesan mumpung masih ada waktu lembaga yang dikepalai oleh Taufiequrachman Ruki harus membenahi internalnya lebih dahulu. Jangan sampai opini publik nantinya malah mengarah bahwa KPK tak fokus kepada pemberantasan korupsi. Pasalnya belakangan ini KPK kalah pamor ketimbang Polri dan Kejaksaan Agung.

&quot;Saya pikir KPK harus pada fokus pembenahan internal lebih dahulu artinya semangat dalam memperbaiki, mumpung masih sempat, harus ada pembenahan yang berarti, apalagi selalu kalah dalam praperadilan,&quot; katanya.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran juga mengapresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM Prasetyo yang telah mengembalikan kembali fungsinya dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, dua intitusi tersebut sudah tak takut lagi dengan para koruptor. Sebab, pemimpin-pemimpin terdahulu Polri dan Kejaksaan Agung belum terlalu kelihatan menangani kasus korupsi seperti saat ini. &quot;Polri dan Kejaksaan Agung bagus sekarang, gak takut lagi (dengan koruptor). Kita ingin efektif terus Polri dan Kejaksaan Agung,&quot; tuntasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
