<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Ahmad 1,5 Jam Tertimbun Material Tebing Ambrol </title><description>Rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan Ahmad Taufik. Selama 1,5 jam berada di bawah material tebing ambrol, ia berhasil selamat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol"/><item><title>Cerita Ahmad 1,5 Jam Tertimbun Material Tebing Ambrol </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2015 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol-AOZYBDVJUx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Taufik di rumah sakit (Markus Yuwono/Sindo Radio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/18/510/1167636/cerita-ahmad-1-5-jam-tertimbun-material-tebing-ambrol-AOZYBDVJUx.jpg</image><title>Ahmad Taufik di rumah sakit (Markus Yuwono/Sindo Radio)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan Ahmad Taufik (sebelumnya ditulis Muh Taufik). Warga Desa Ngablak, Srumbung, Kabupaten Magelang, itu merupakan korban selamat dalam peristiwa tebing ambrol di Pantai Sadranan, Kecamatan Tempus, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kemarin.

Ahmad Taufik tertimbun material tebing ambrol selama sekira 1,5 jam. Dia bisa bertahan karena material tebing yang menimpanya terdapat cekungan. &quot;Tiba-tiba tebing ambrol. Kaki saya tertekuk. Beruntung kemarin saya berada di bawah cekungan,&quot; ucapnya.

Taufik terus berteriak meminta tolong dan beruntung teriakannya didengar oleh Tim SAR. Evakuasi pun dilakukan hingga akhirnya dia berhasil dikeluarkan. &quot;Kebetulan di samping saya ada lubang, dan lubang itu yang digunakan untuk mengevakuasi saya,&quot; katanya.

Dengan kaki kiri dibalut dua buah papan dan perban, dia melanjutkan ceritanya. Peristiwa itu mengakibatkan tulang pahanya patah. Wajahnya juga leceh dan bagian belakang kepalanya harus dijahit karena mengalami luka cukup lebar. Dia kini dirawat di RSUD Wonosari.

Di balik rasa syukur karena berhasil selamat, duka mendalam juga dirasakannya. Dua saudaranya, Risa Umami dan Joko Susanto, meninggal dunia dalam peristiwa itu. Saat kejadian, dia dan dua saudaranya itu berada di bawah tebing.

&quot;Saya (ke bawah tebing) mau memasukkan handphone ke dalam tas. Saat itu saya mau snorkeling,&quot; ujarnya.

Ketika itu ia sempat bercengkrama dengan Risa dan Joko. Mereka melihat foto-foto selama berlibur di Pantai Sadranan. Saat tengah asyik melihat-lihat foto di kamera itulah, tiba-tiba tebing batu tersebut ambrol. &quot;Saya beruntung sekaligus berduka,&quot; pungkasnya.

Seperti diberitakan, tebing di Pantai Sadranan ambrol kemarin sore. Diperkirakan ada belasan orang di bawah tebing saat peristiwa nahas itu terjadi. Enam korban sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Dari enam orang itu, empat di antaranya meninggal dunia.

</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan Ahmad Taufik (sebelumnya ditulis Muh Taufik). Warga Desa Ngablak, Srumbung, Kabupaten Magelang, itu merupakan korban selamat dalam peristiwa tebing ambrol di Pantai Sadranan, Kecamatan Tempus, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kemarin.

Ahmad Taufik tertimbun material tebing ambrol selama sekira 1,5 jam. Dia bisa bertahan karena material tebing yang menimpanya terdapat cekungan. &quot;Tiba-tiba tebing ambrol. Kaki saya tertekuk. Beruntung kemarin saya berada di bawah cekungan,&quot; ucapnya.

Taufik terus berteriak meminta tolong dan beruntung teriakannya didengar oleh Tim SAR. Evakuasi pun dilakukan hingga akhirnya dia berhasil dikeluarkan. &quot;Kebetulan di samping saya ada lubang, dan lubang itu yang digunakan untuk mengevakuasi saya,&quot; katanya.

Dengan kaki kiri dibalut dua buah papan dan perban, dia melanjutkan ceritanya. Peristiwa itu mengakibatkan tulang pahanya patah. Wajahnya juga leceh dan bagian belakang kepalanya harus dijahit karena mengalami luka cukup lebar. Dia kini dirawat di RSUD Wonosari.

Di balik rasa syukur karena berhasil selamat, duka mendalam juga dirasakannya. Dua saudaranya, Risa Umami dan Joko Susanto, meninggal dunia dalam peristiwa itu. Saat kejadian, dia dan dua saudaranya itu berada di bawah tebing.

&quot;Saya (ke bawah tebing) mau memasukkan handphone ke dalam tas. Saat itu saya mau snorkeling,&quot; ujarnya.

Ketika itu ia sempat bercengkrama dengan Risa dan Joko. Mereka melihat foto-foto selama berlibur di Pantai Sadranan. Saat tengah asyik melihat-lihat foto di kamera itulah, tiba-tiba tebing batu tersebut ambrol. &quot;Saya beruntung sekaligus berduka,&quot; pungkasnya.

Seperti diberitakan, tebing di Pantai Sadranan ambrol kemarin sore. Diperkirakan ada belasan orang di bawah tebing saat peristiwa nahas itu terjadi. Enam korban sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Dari enam orang itu, empat di antaranya meninggal dunia.

</content:encoded></item></channel></rss>
