<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Situasi Mengerikan di Kapal Migran</title><description>Situasi mengerikan terjadi saat sebuah kapal migran kehabisan bahan bakar di tengah laut. Mereka mulai berkelahi seperti ingin saling bunuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran"/><item><title>Situasi Mengerikan di Kapal Migran</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2015 10:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran-sWQVxw16jk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/19/340/1167928/situasi-mengerikan-di-kapal-migran-sWQVxw16jk.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>
ROTE NDAO - Kapten kapal penyelundup manusia yang mengatakan ia dibayar oleh pihak berwenang Australia untuk mengembalikan para penumpangnya ke Indonesia, menggambarkan perjalanan mengerikan yang ditempuh selama pelayaran.
Kapten asal Indonesia Johanes Humiang mengatakan, kapalnya disita oleh angkatan laut Australia. Setelah diinterogasi, ia ditawarkan uang untuk membawa kembali awak dan 65 migran dengan dua kapal berukuran lebih kecil. Kapal itu tanpa dilengkapi bahan bakar dan bekal makanan yang cukup.
Banyak migran yang melarikan diri dari kemiskinan ataupun penindasan di negara asal mereka menggunakan Indonesia sebagai titik transit dalam perjalanan yang berbahaya, seringkali dengan kapal yang tidak layak berlayar, ke Australia.
Humiang, yang ditahan di kepolisian Rote di NTT menurutkan sebuah keadaan darurat di lautan setelah salah satu kapal yang disediakan oleh Australia tersebut kehabisan bahan bakar. Kepanikan terjadi di antara penumpang, yang sebagian besar adalah migran dari Sri Lanka.
Lalu, perjalanan dilanjutkan setelah awak memindahkan para penumpang ke kapal kedua. &quot;Bahan bakarnya tidak cukup. Kami harus melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia dengan satu kapal dan akhirnya terdampar&amp;rdquo; ucapnya beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, saat kepanikan terjadi, situasi berubah menjadi semakin tidak terkendali. Para migran mulai berkelahi di atas kapal.
&quot;Para migran mulai berkelahi. Situasi ini berubah drastis dan menakutkan. Saya kira mereka akan membunuh satu sama lain,&amp;rdquo; kata Humiang. Kejadian itu sendiri membuat hubungan Indonesia dengan Australia kembali memanas.

</description><content:encoded>
ROTE NDAO - Kapten kapal penyelundup manusia yang mengatakan ia dibayar oleh pihak berwenang Australia untuk mengembalikan para penumpangnya ke Indonesia, menggambarkan perjalanan mengerikan yang ditempuh selama pelayaran.
Kapten asal Indonesia Johanes Humiang mengatakan, kapalnya disita oleh angkatan laut Australia. Setelah diinterogasi, ia ditawarkan uang untuk membawa kembali awak dan 65 migran dengan dua kapal berukuran lebih kecil. Kapal itu tanpa dilengkapi bahan bakar dan bekal makanan yang cukup.
Banyak migran yang melarikan diri dari kemiskinan ataupun penindasan di negara asal mereka menggunakan Indonesia sebagai titik transit dalam perjalanan yang berbahaya, seringkali dengan kapal yang tidak layak berlayar, ke Australia.
Humiang, yang ditahan di kepolisian Rote di NTT menurutkan sebuah keadaan darurat di lautan setelah salah satu kapal yang disediakan oleh Australia tersebut kehabisan bahan bakar. Kepanikan terjadi di antara penumpang, yang sebagian besar adalah migran dari Sri Lanka.
Lalu, perjalanan dilanjutkan setelah awak memindahkan para penumpang ke kapal kedua. &quot;Bahan bakarnya tidak cukup. Kami harus melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia dengan satu kapal dan akhirnya terdampar&amp;rdquo; ucapnya beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, saat kepanikan terjadi, situasi berubah menjadi semakin tidak terkendali. Para migran mulai berkelahi di atas kapal.
&quot;Para migran mulai berkelahi. Situasi ini berubah drastis dan menakutkan. Saya kira mereka akan membunuh satu sama lain,&amp;rdquo; kata Humiang. Kejadian itu sendiri membuat hubungan Indonesia dengan Australia kembali memanas.

</content:encoded></item></channel></rss>
