<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usulan Tambahan Menteri PDIP Menuai Kritikan</title><description>Adanya permintaan tambahan jatah menteri, kata Hendri, hanya membuat  rakyat semakin antipati terhadap kinerja dari Kabinet Kerja Jokowi-JK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan"/><item><title>Usulan Tambahan Menteri PDIP Menuai Kritikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2015 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan-CZeXOzPhVm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/24/337/1170390/usulan-tambahan-menteri-pdip-menuai-kritikan-CZeXOzPhVm.jpg</image><title>foto: dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengkritik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena meminta tambahan jabatan lima menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Pertimbangan apa yang dibawa oleh PDIP hingga minta jatah menteri banyak gitu,&quot; ujar Hendri saat berbicang dengan Okezone, Rabu (24/6/2015).
Ia menilai sebagai partai pengusung Presiden Jokowi, sebaiknya partai besutan Megawati ini dapat memberikan contoh yang baik kepada partai politik lainnya agar kedepan Presiden dapat bekerja lebih baik.
&quot;Sebaiknya PDIP sebagai partai politik pengusung utama memberikan contoh ke partai lainnya agar Presiden lebih independen,&quot; imbuhnya.
Adanya permintaan tambahan jatah menteri, kata Hendri, hanya membuat rakyat semakin antipati terhadap kinerja dari Kabinet Kerja Jokowi-JK.
&quot;Rakyat itu meminta PDIP jaga Jokowi supaya bisa memenuhi janji kampanyenya, bukan karena minta PDIP untuk bertanggungjawab,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, berharap Presiden Joko Widodo bisa menambah jumlah kader partainya untuk dapat menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja.
&quot;Kita menginginkan agar Jokowi pertimbangkan untuk menggunakan hak prerogatifnya memberikan ruang lebih banyak lagi bagi kader-kader PDIP untuk bantu beliau di kursi pemerintahan ini,&quot; kata Basarah di Jakarta, Senin 22 Juni 2015.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengkritik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena meminta tambahan jabatan lima menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Pertimbangan apa yang dibawa oleh PDIP hingga minta jatah menteri banyak gitu,&quot; ujar Hendri saat berbicang dengan Okezone, Rabu (24/6/2015).
Ia menilai sebagai partai pengusung Presiden Jokowi, sebaiknya partai besutan Megawati ini dapat memberikan contoh yang baik kepada partai politik lainnya agar kedepan Presiden dapat bekerja lebih baik.
&quot;Sebaiknya PDIP sebagai partai politik pengusung utama memberikan contoh ke partai lainnya agar Presiden lebih independen,&quot; imbuhnya.
Adanya permintaan tambahan jatah menteri, kata Hendri, hanya membuat rakyat semakin antipati terhadap kinerja dari Kabinet Kerja Jokowi-JK.
&quot;Rakyat itu meminta PDIP jaga Jokowi supaya bisa memenuhi janji kampanyenya, bukan karena minta PDIP untuk bertanggungjawab,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, berharap Presiden Joko Widodo bisa menambah jumlah kader partainya untuk dapat menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja.
&quot;Kita menginginkan agar Jokowi pertimbangkan untuk menggunakan hak prerogatifnya memberikan ruang lebih banyak lagi bagi kader-kader PDIP untuk bantu beliau di kursi pemerintahan ini,&quot; kata Basarah di Jakarta, Senin 22 Juni 2015.
</content:encoded></item></channel></rss>
