<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkes Pastikan Balita Asal Jakarta Negatif MERS</title><description>Kemenkes menyatakan bayi berusia dua tahun berinisial M asal Jakarta negatif MERS CoV.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers"/><item><title>Kemenkes Pastikan Balita Asal Jakarta Negatif MERS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2015 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers-MEF8i4S27L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Kesehatan Menyatakan Bayi Berusia Dua Tahun Berinisial M Negatif MERS (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/24/337/1170650/kemenkes-pastikan-balita-asal-jakarta-negatif-mers-MEF8i4S27L.jpg</image><title>Kementerian Kesehatan Menyatakan Bayi Berusia Dua Tahun Berinisial M Negatif MERS (Foto: Reuters)</title></images><description>  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA &amp;ndash; Seorang balita berinisial M yang diduga terinfeksi virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) kini sedang diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Bocah berusia dua tahun asal Jakarta Barat tersebut menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus sejak Senin 22 Juni 2015 malam.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bayi berinisial M tersebut negatif MERS CoV. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.
&quot;Hasil tes polymerase chain reaction (PCR) pasien M adalah negatif MERS CoV dan influenza,&quot; kata Kepala Balitbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, dalam pernyataannya kepada Okezone, Rabu (24/6/2015).
Tjandra melanjutkan, gejala klinis pasien tersebut tidak sesuai dengan MERS CoV. Selain itu, menurut dia, hasil pemeriksaan orang-orang yang melakukan kontak dengan bayi tersebut juga negatif.
&quot;Di Korea Selatan (Korsel) sendiri memang belum ada penularan di masyarakat,&quot; jelas dia.
Setelah bepergian dengan kedua orangtuanya ke Korsel pada 1&amp;ndash;5 Juni, pasien tersebut kembali ke Indonesia pada 6 Juni 2015. Sesampainya di Tanah Air, bocah tersebut terserang demam dan sakit tenggorokan.
Pihak keluarga kemudian melakukan inkubasi selama 14 hari di rumahnya. Namun, penyakitnya tidak sembuh juga dan keluarga membawanya ke RSPI Sulianti Saroso pada Senin lalu.</description><content:encoded>  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA &amp;ndash; Seorang balita berinisial M yang diduga terinfeksi virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) kini sedang diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Bocah berusia dua tahun asal Jakarta Barat tersebut menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus sejak Senin 22 Juni 2015 malam.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bayi berinisial M tersebut negatif MERS CoV. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.
&quot;Hasil tes polymerase chain reaction (PCR) pasien M adalah negatif MERS CoV dan influenza,&quot; kata Kepala Balitbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, dalam pernyataannya kepada Okezone, Rabu (24/6/2015).
Tjandra melanjutkan, gejala klinis pasien tersebut tidak sesuai dengan MERS CoV. Selain itu, menurut dia, hasil pemeriksaan orang-orang yang melakukan kontak dengan bayi tersebut juga negatif.
&quot;Di Korea Selatan (Korsel) sendiri memang belum ada penularan di masyarakat,&quot; jelas dia.
Setelah bepergian dengan kedua orangtuanya ke Korsel pada 1&amp;ndash;5 Juni, pasien tersebut kembali ke Indonesia pada 6 Juni 2015. Sesampainya di Tanah Air, bocah tersebut terserang demam dan sakit tenggorokan.
Pihak keluarga kemudian melakukan inkubasi selama 14 hari di rumahnya. Namun, penyakitnya tidak sembuh juga dan keluarga membawanya ke RSPI Sulianti Saroso pada Senin lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
