<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan AS Berpura-pura Jadi Mualaf</title><description>Demi uang, AS berpura-pura jadi mualaf. Aksinya diketahui petugas masjid, dia pun langsung diringkus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf"/><item><title>Alasan AS Berpura-pura Jadi Mualaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2015 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf-ijv3Ub9QBb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Asri Dwiputri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/24/338/1170493/alasan-as-berpura-pura-jadi-mualaf-ijv3Ub9QBb.jpg</image><title>Foto: Asri Dwiputri</title></images><description>
JAKARTA - Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Bambang, mengatakan, aksi AS sebagai mualaf palsu murni tindakan kriminal karena ingin mendapatkan uang.
&quot;Ini murni penipuan. Dia bertujuan mendapatkan uang saja,&quot; katanya kepada Okezone, di Mapolsek Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).
Bambang menerangkan, aksi pria asal Sumatera Utara itu diketahui sudah dilakukan berkali-kali dalam mengelabui jamaah di beberapa masjid besar.
&quot;Masjid-masjid besar yang jadi incarannya. Terbukti dari pengakuannya di Masjid Raya Pondok Indah, Masjid Markas Marinir Cilandak, masjid di Bendungan Hilir, dan terakhir Masjid Jami Yarsi,&quot; tuturnya.
Guna melancarkan aksinya, AS melakukan observasi terlebih dahulu sebelum menentukan masjid yang akan dijadikan mangsa. &quot;Jadi dia melakukan 'penyelidikan' dulu masjid mana yang berpotensi (mendapatkan uang banyak),&quot; bebernya.
Setelah ditentukan masjidnya, AS langsung mendatangi kantor pengelola masjid dan menyampaikan bahwa dirinya tertarik memeluk agama Islam.
Selesai mengucapkan dua kalimat syahadat, AS langsung bercerita bahwa dirinya ingin kembali ke tanah kelahirannya namun tak memiliki uang. &quot;Di sinilah AS mulai melancarkan aksinya. Dia mau pulang tapi tidak ada uang. Nah, ia berharap mendapat uang kas masjid dan sumbangan dari jamaah,&quot; tuturnya.
Namun saat AS melancarkan aksi di Masjid Jami Yarsi, tak selancar di masjid-masjid lainnya. AS sendiri sudah masuk DPO petugas masjid-masjid lainnya.
&quot;Karena di masjid-masjid itu ada mualaf center, data-data AS lengkap dengan fotonya terpampang di blog komunitas tersebut,&quot; tuturnya.
Tak berpikir panjang, petugas Masjid Jami Yarsi langsung meringkus lalu membawa AS ke kantor polisi. &quot;Ya sudah. Setelah dicocokan ternyata sama, dan petugas masjid langsung membawanya ke sini,&quot; ungkapnya.
Untuk sementara pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait aksi yang dilakukan AS. &quot;Kita masih melakukan pemeriksaan lebih dalam,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Bambang, mengatakan, aksi AS sebagai mualaf palsu murni tindakan kriminal karena ingin mendapatkan uang.
&quot;Ini murni penipuan. Dia bertujuan mendapatkan uang saja,&quot; katanya kepada Okezone, di Mapolsek Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).
Bambang menerangkan, aksi pria asal Sumatera Utara itu diketahui sudah dilakukan berkali-kali dalam mengelabui jamaah di beberapa masjid besar.
&quot;Masjid-masjid besar yang jadi incarannya. Terbukti dari pengakuannya di Masjid Raya Pondok Indah, Masjid Markas Marinir Cilandak, masjid di Bendungan Hilir, dan terakhir Masjid Jami Yarsi,&quot; tuturnya.
Guna melancarkan aksinya, AS melakukan observasi terlebih dahulu sebelum menentukan masjid yang akan dijadikan mangsa. &quot;Jadi dia melakukan 'penyelidikan' dulu masjid mana yang berpotensi (mendapatkan uang banyak),&quot; bebernya.
Setelah ditentukan masjidnya, AS langsung mendatangi kantor pengelola masjid dan menyampaikan bahwa dirinya tertarik memeluk agama Islam.
Selesai mengucapkan dua kalimat syahadat, AS langsung bercerita bahwa dirinya ingin kembali ke tanah kelahirannya namun tak memiliki uang. &quot;Di sinilah AS mulai melancarkan aksinya. Dia mau pulang tapi tidak ada uang. Nah, ia berharap mendapat uang kas masjid dan sumbangan dari jamaah,&quot; tuturnya.
Namun saat AS melancarkan aksi di Masjid Jami Yarsi, tak selancar di masjid-masjid lainnya. AS sendiri sudah masuk DPO petugas masjid-masjid lainnya.
&quot;Karena di masjid-masjid itu ada mualaf center, data-data AS lengkap dengan fotonya terpampang di blog komunitas tersebut,&quot; tuturnya.
Tak berpikir panjang, petugas Masjid Jami Yarsi langsung meringkus lalu membawa AS ke kantor polisi. &quot;Ya sudah. Setelah dicocokan ternyata sama, dan petugas masjid langsung membawanya ke sini,&quot; ungkapnya.
Untuk sementara pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait aksi yang dilakukan AS. &quot;Kita masih melakukan pemeriksaan lebih dalam,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
