<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengurus Masjid Ngaku Kecolongan oleh Mualaf Palsu</title><description>Pengurus masjid ngaku kecolongan oleh mualaf palsu yang ingin mendapatkan uang kas masjid.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu"/><item><title>Pengurus Masjid Ngaku Kecolongan oleh Mualaf Palsu</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2015 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu-mnExWtYl6u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/24/338/1170547/pengurus-masjid-ngaku-kecolongan-oleh-mualaf-palsu-mnExWtYl6u.jpg</image><title>(Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Imam Masjid Jami Yarsi Cempaka Putih, Haji Uun Munir, mengaku kecolongan dengan aksi AS yang berpura-pura menjadi mualaf.
&quot;Saya baru kali ini kecolongan, biasanya saya peka dan hati-hati jika menerima seseorang menjadi mualaf,&quot; ucapnya di Masjid Yarsi, Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).
Biasanya, lanjut Uun, dia selalu menyeleksi seseorang jika ingin menjadi mualaf. Hal ini agar tidak terjadi penipuan seperti yang dilakukan AS.
&quot;Biasanya kami hati-hati, kita memeriksa terlebih dahulu KTP nya, kemudian keluarga, teman atau orang dekatnya lah, kalau enggak ada itu berarti ini orang tidak beres,&quot; jelasnya.
Uun menyadari aksi dengan modus mualaf ini sering terjadi di masjid yang dikelolanya.
&quot;Sebenarnya sering penipu yang melancarkan aksinya, bukan hanya pura-pura menjadi mualaf, yang alasan ini itu, pura-pura menjadi musafir juga ada. Mereka hanya ingin mengambil uangnya saja,&quot; tuturnya.
Uun menerangkan dalam ajaran Islam memang ada beberapa hak bagi para mualaf, fakir dan miskin yang masuk dalam asnaf. &quot;Karena dalam Islam ada hak-hak mereka, yang juga masuk dalam delapan asnaf, salah satunya mualaf dan itu wajib kita harus memberikannya,&quot; lanjutnya.
Aksi AS harus terhenti kali ini, karena ada salah satu jemaah Masjid Yarsi yang mengetahui bahwa AS seorang pelaku penipuan yang berkedok menjadi mualaf. &quot;Untung ada salah satu jemaah kita yang tahu dia,&quot; ungkapnya.
Tanpa berfikir panjang pengurus masjid yang tadinya merasa simpati terhadap pelaku berubah menjadi geram lalu menyeretnya ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.
&quot;Tentunya kita menyerahkan polisi karena itu tugas mereka, mudah-mudahan dia bisa bertobat,&quot; tutupnya.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Imam Masjid Jami Yarsi Cempaka Putih, Haji Uun Munir, mengaku kecolongan dengan aksi AS yang berpura-pura menjadi mualaf.
&quot;Saya baru kali ini kecolongan, biasanya saya peka dan hati-hati jika menerima seseorang menjadi mualaf,&quot; ucapnya di Masjid Yarsi, Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).
Biasanya, lanjut Uun, dia selalu menyeleksi seseorang jika ingin menjadi mualaf. Hal ini agar tidak terjadi penipuan seperti yang dilakukan AS.
&quot;Biasanya kami hati-hati, kita memeriksa terlebih dahulu KTP nya, kemudian keluarga, teman atau orang dekatnya lah, kalau enggak ada itu berarti ini orang tidak beres,&quot; jelasnya.
Uun menyadari aksi dengan modus mualaf ini sering terjadi di masjid yang dikelolanya.
&quot;Sebenarnya sering penipu yang melancarkan aksinya, bukan hanya pura-pura menjadi mualaf, yang alasan ini itu, pura-pura menjadi musafir juga ada. Mereka hanya ingin mengambil uangnya saja,&quot; tuturnya.
Uun menerangkan dalam ajaran Islam memang ada beberapa hak bagi para mualaf, fakir dan miskin yang masuk dalam asnaf. &quot;Karena dalam Islam ada hak-hak mereka, yang juga masuk dalam delapan asnaf, salah satunya mualaf dan itu wajib kita harus memberikannya,&quot; lanjutnya.
Aksi AS harus terhenti kali ini, karena ada salah satu jemaah Masjid Yarsi yang mengetahui bahwa AS seorang pelaku penipuan yang berkedok menjadi mualaf. &quot;Untung ada salah satu jemaah kita yang tahu dia,&quot; ungkapnya.
Tanpa berfikir panjang pengurus masjid yang tadinya merasa simpati terhadap pelaku berubah menjadi geram lalu menyeretnya ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.
&quot;Tentunya kita menyerahkan polisi karena itu tugas mereka, mudah-mudahan dia bisa bertobat,&quot; tutupnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
