<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri: 1 Juta Penduduk Indonesia Ber-KTP Ganda</title><description>Mendagri Tjahjo Kumolo mendapatkan informasi jika ada 1 juta penduduk Indonesia memiliki KTP ganda</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda"/><item><title>Mendagri: 1 Juta Penduduk Indonesia Ber-KTP Ganda</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2015 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda-MLGV0l6AB2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/25/337/1171273/mendagri-1-juta-penduduk-indonesia-ber-ktp-ganda-MLGV0l6AB2.jpg</image><title>Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Program Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) memang sudah berjalan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hingga kini program tersebut tetap belum menunjukkan hasil yang maksimal.
&quot;Itu sangat lamban, saya sudah canangkan yang 140 juta (E-KTP), ternyata baru diketahui ada 1 juta yang datanya ganda, itu kami genjot terus,&quot; ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Gedung Sindo Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Kendati persoalan E-KTP belum juga tuntas, Tjahjo tetap berobsesi untuk menyelesaikannya sebelum Pemilu 2019 diselenggarakan. &quot;Sebagian daerah sudah mencetak sendiri, obsesi saya kalau tahun depan clear maka Pilpres 2019 sudah pakai e-voting,&quot; terangnya.
Menurut Tjahjo, apabila persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, maka tak menutup kemungkinan tingkat kecurangan dan juga penyalahgunaan data bisa terjadi di Indonesia. &quot;Target sampai 2018 harus selesai, itu biar nanti orang yang dapat bantuan juga enggak double,&quot; lanjutnya.
Tak hanya itu, Tjahjo menegaskan, tahun depan pihaknya akan mengirim tim khusus ke India untuk mempelajari mekanisme e-voting yang telah mereka terapkan saat pemilu.
&quot;Di sana kan sudah pakai e-voting padahal jumlah penduduknya 1 miliar lebih, itu cepat dan murah kan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Program Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) memang sudah berjalan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hingga kini program tersebut tetap belum menunjukkan hasil yang maksimal.
&quot;Itu sangat lamban, saya sudah canangkan yang 140 juta (E-KTP), ternyata baru diketahui ada 1 juta yang datanya ganda, itu kami genjot terus,&quot; ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Gedung Sindo Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Kendati persoalan E-KTP belum juga tuntas, Tjahjo tetap berobsesi untuk menyelesaikannya sebelum Pemilu 2019 diselenggarakan. &quot;Sebagian daerah sudah mencetak sendiri, obsesi saya kalau tahun depan clear maka Pilpres 2019 sudah pakai e-voting,&quot; terangnya.
Menurut Tjahjo, apabila persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, maka tak menutup kemungkinan tingkat kecurangan dan juga penyalahgunaan data bisa terjadi di Indonesia. &quot;Target sampai 2018 harus selesai, itu biar nanti orang yang dapat bantuan juga enggak double,&quot; lanjutnya.
Tak hanya itu, Tjahjo menegaskan, tahun depan pihaknya akan mengirim tim khusus ke India untuk mempelajari mekanisme e-voting yang telah mereka terapkan saat pemilu.
&quot;Di sana kan sudah pakai e-voting padahal jumlah penduduknya 1 miliar lebih, itu cepat dan murah kan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
