<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK: WNI Jangan Cium Unta Arab!</title><description>Sindrom pernapasan Timur Tengah akibat virus korona atau MERS-CoV dipastikan tidak ditemui di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab"/><item><title>JK: WNI Jangan Cium Unta Arab!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab</guid><pubDate>Jum'at 26 Juni 2015 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab-gsuZ0ZEf3i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Unta (foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/26/337/1172038/jk-wni-jangan-cium-unta-arab-gsuZ0ZEf3i.jpg</image><title>Unta (foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Guna mencegah terjangkitnya virus korona atau MERS penyebab sindrom pernapasan Timur Tengah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi menghindari kontak langsung dengan unta.

&quot;Di sana tidak boleh cium unta gitu kan. Maksudnya jangan sering pegang-pegang unta,&quot; kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (26/6/2015).
Upaya pencegahan MERS, kata JK, bisa dilakukan pemerintah dengan mewajibkan WNI yang ingin berangkat haji atau ibadah umrah untuk diimunisasi sebelum berangkat ke Timur Tengah.
Sindrom pernapasan Timur Tengah akibat virus korona atau MERS-CoV dipastikan tidak ditemui di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya penyakit ini di masa depan.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/11/21/12198/76321_medium.jpg&quot; alt=&quot;KPK Periksa Jusuf Kalla untuk Kasus Century&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Virus MERS-CoV pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada 2012. Hingga 22 Juni, WHO melaporkan 171 kasus positif MERS-CoV di Korea Selatan dengan 27 pasien meninggal.
Setidaknya, dari kasus MERS di Arab Saudi total pasien 1.038 orang. Ada 459 orang meninggal, 573 orang sembuh, dan enam pasien dalam perawatan. Kunci bagi jamaah di wilayah itu agar tak terinfeksi MERS-CoV, antara lain, berperilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kontak dengan unta.
</description><content:encoded>JAKARTA - Guna mencegah terjangkitnya virus korona atau MERS penyebab sindrom pernapasan Timur Tengah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi menghindari kontak langsung dengan unta.

&quot;Di sana tidak boleh cium unta gitu kan. Maksudnya jangan sering pegang-pegang unta,&quot; kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (26/6/2015).
Upaya pencegahan MERS, kata JK, bisa dilakukan pemerintah dengan mewajibkan WNI yang ingin berangkat haji atau ibadah umrah untuk diimunisasi sebelum berangkat ke Timur Tengah.
Sindrom pernapasan Timur Tengah akibat virus korona atau MERS-CoV dipastikan tidak ditemui di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya penyakit ini di masa depan.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/11/21/12198/76321_medium.jpg&quot; alt=&quot;KPK Periksa Jusuf Kalla untuk Kasus Century&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Virus MERS-CoV pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada 2012. Hingga 22 Juni, WHO melaporkan 171 kasus positif MERS-CoV di Korea Selatan dengan 27 pasien meninggal.
Setidaknya, dari kasus MERS di Arab Saudi total pasien 1.038 orang. Ada 459 orang meninggal, 573 orang sembuh, dan enam pasien dalam perawatan. Kunci bagi jamaah di wilayah itu agar tak terinfeksi MERS-CoV, antara lain, berperilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kontak dengan unta.
</content:encoded></item></channel></rss>
