<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Politisi PAN: Menteri Jokowi Lebih Patuh pada Ketum Parpol</title><description>Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menilai para menteri Jokowi-JK lebih patuh pada ketum parpolnya ketimbang Presiden.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol"/><item><title>Politisi PAN: Menteri Jokowi Lebih Patuh pada Ketum Parpol</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol</guid><pubDate>Sabtu 27 Juni 2015 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol-hptRfaZqph.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/27/337/1172317/politisi-pan-menteri-jokowi-lebih-patuh-pada-ketum-parpol-hptRfaZqph.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menilai koordinasi antar-menteri Kabinet Kerja sejauh ini masih lemah. Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Yandri, seharusnya bisa memilih menteri yang patuh kepada Presiden.
&quot;Perbaiki dulu leadership Jokowi. Jangan semata-mata salahkan menteri. Mungkin menterinya patuh pada ketum parpolnya. Lebih sering lapor ke bos parpolnya dibanding ke Jokowi,&quot; kata Yandri dalam talkshow Polemik Sindo Trijaya Radio, bertajuk Menteri Menghitung Hari di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).
Dari awal, Yandri menilai, para menteri yang dipilih Jokowi sudah tidak menjanjikan. Ia pun menuding bahwa politikus PDI Perjuangan itu masih melakukan praktik bagi-bagi kursi bagi para pendukungnya saat kampanye.
Jika benar Jokowi berani mengambil keputusan untuk melakukan reshuffle kabinet, dirinya pun berharap Jokowi bisa memilih menteri yang mampu memperbaiki kondisi perekonomian, dan tidak perlu lagi melihat asal parpol.
&quot;Tidak perlu lihat parpol A parpol B. Tunjuk yang bisa bekerja dan patuh ke Presiden. Itu yang penting, pilih kader terbaik bangsa,&quot; ucap anggota Komisi II DPR ini.
Namun, ia menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak berarti pihaknya memiliki tendensi ingin dibagi jatah menteri.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/15/18081/112793_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Terbatas Kabinet&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menganggap keberadaan di luar pemerintahan dengan bergabung di Koalisi Merah Putih (KMP), merupakan poisisi yang terhormat.
&quot;Di luar pemerintah terhormat juga. Kita ingin republik ini bagus. Apa adanya, tidak mau ada udang di balik batu,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menilai koordinasi antar-menteri Kabinet Kerja sejauh ini masih lemah. Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Yandri, seharusnya bisa memilih menteri yang patuh kepada Presiden.
&quot;Perbaiki dulu leadership Jokowi. Jangan semata-mata salahkan menteri. Mungkin menterinya patuh pada ketum parpolnya. Lebih sering lapor ke bos parpolnya dibanding ke Jokowi,&quot; kata Yandri dalam talkshow Polemik Sindo Trijaya Radio, bertajuk Menteri Menghitung Hari di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).
Dari awal, Yandri menilai, para menteri yang dipilih Jokowi sudah tidak menjanjikan. Ia pun menuding bahwa politikus PDI Perjuangan itu masih melakukan praktik bagi-bagi kursi bagi para pendukungnya saat kampanye.
Jika benar Jokowi berani mengambil keputusan untuk melakukan reshuffle kabinet, dirinya pun berharap Jokowi bisa memilih menteri yang mampu memperbaiki kondisi perekonomian, dan tidak perlu lagi melihat asal parpol.
&quot;Tidak perlu lihat parpol A parpol B. Tunjuk yang bisa bekerja dan patuh ke Presiden. Itu yang penting, pilih kader terbaik bangsa,&quot; ucap anggota Komisi II DPR ini.
Namun, ia menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak berarti pihaknya memiliki tendensi ingin dibagi jatah menteri.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/15/18081/112793_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Terbatas Kabinet&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menganggap keberadaan di luar pemerintahan dengan bergabung di Koalisi Merah Putih (KMP), merupakan poisisi yang terhormat.
&quot;Di luar pemerintah terhormat juga. Kita ingin republik ini bagus. Apa adanya, tidak mau ada udang di balik batu,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
