<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Kesehatan di Daerah Perbatasan Sangat Rendah</title><description>Kabupaten Kutai Timur itu anggaran kesehatan dibawah 3 persen. Begitu  pula Kabuapten Mahakam Ulu dengan anggaran yang sama rendahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah"/><item><title>Anggaran Kesehatan di Daerah Perbatasan Sangat Rendah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2015 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Sarifudin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah-HdBhVIVpoi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/29/340/1173400/anggaran-kesehatan-di-daerah-perbatasan-sangat-rendah-HdBhVIVpoi.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>
BALIKPAPAN &amp;mdash; Sebanyak sepuluh Anggota Komisi IX DPR RI mengunjungi RSUD Balikpapan dan Puskesmas Sepinggan, Balikpapan, Senin (29/6/2015).

Kunjungan Komisi kesehatan itu untuk mengetahui langsung mengenai pelayanan kesehatan terkait degnan fasilitas kesehatan, obatan-obatan, dan SDM di Kaltim khususnya di rumah sakit dan puskesmas.

&amp;ldquo;Ini adalah kunjungan spesifik untuk meninjau kebutuhan fasilitas kesehatan dasar dengan fokus pada puskesmas. Kami ingin lihat bagaimana langkah-langkah yang ditempuh pemda untuk memaksimalkan fasilitas kesehatan di daerahnya,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Syamsul Bachri, di lokasi.

Menurut Syamsul, masih terdapat daerah-daerah yang belum memberikan perhatian maksimal pada pelayanan kesehatan. Dia menyebutkan Kabupaten Kutai Timur itu anggaran kesehatan dibawah 3 persen. Begitu pula Kabuapten Mahakam Ulu dengan anggaran yang sama rendahnya.

&amp;ldquo;Kami dapat laporan yang cukup miris, masih ada daerah yang anggaran kesehatannya di bawah 3 persen, padahal idealnya anggaran kesehatan tingkat kabupaten itu mencapai 10 persen. Kutai Timur dan Mahakam Ulu masih kurang dari itu.kalau pusat minimal 5 persen itu sesuai aturan,&amp;rdquo; tandasnya.

Komisi IX juga menyoroti soal kondisi fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia idang kesehatan di wilayah perbatasan yang masih sangat minim. Bahkan ada kecendrungan warga perbatasn berobat kenegara tetangga.

&amp;ldquo;Ini tadi kami sudah wanti-wanti dan ini akan kami sampaikan kepada menteri kesehatan supayanmasalah sepertiini harus diantisipai. Warga kita klau sakit harus dilayani secara peniuh oleh fasilits kesehatan yang kita miliki,&amp;rdquo; tegasnya.

Kendala yang ditemukan, katanya, adalah soal distirbusi obat melalui e-katalog menjadi salah satu penyebab terhambatnya distribusi obat didaerah terpencil. &amp;ldquo;Jadi distributor atau Pabrikan yang ditunjuk Kemenkes tidak mampu memenuhui sesuai e-kaltog tersebut,&amp;rdquo; sebutnya.

Kunjungan Komisi IX DPR RI ini dibagi dalam tiga wilayah yakni Aceh, Yogyakarta, dan Balikpapan. temuan didaerah inikatanya akan berpengaruh pada proses pengambilan keputusan dalam alokasi anggaran pada APBN 2016.

&amp;ldquo;Jadi kunjungan ini bagaimana mendapat masukan konkrit lalu bagaimana kami mengalokasikan anggran kesehatan ini. fokus kami pada infrastruktur pelayanan dasar kesehatan itu harus diperbaiki,&amp;rdquo; tukasnya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pertemuan dengan Komisi IX DPR RI membahas secara umum masalah kesehatan termaasuk alat-alak sehatan dan SDM. &amp;ldquo;Secara umum aja tadi penjelasang. Tentu dukungan tenaga dan peralatan kesehatan yang paling kurang terutama di puskesmas,&amp;rdquo; ujarnya.

Rizal menambahkan pihanya bersama DPRD pada APBD 2015 ini mengalokasiakn dana kesehatan sebesar Rp160 miliar. (ang)
</description><content:encoded>
BALIKPAPAN &amp;mdash; Sebanyak sepuluh Anggota Komisi IX DPR RI mengunjungi RSUD Balikpapan dan Puskesmas Sepinggan, Balikpapan, Senin (29/6/2015).

Kunjungan Komisi kesehatan itu untuk mengetahui langsung mengenai pelayanan kesehatan terkait degnan fasilitas kesehatan, obatan-obatan, dan SDM di Kaltim khususnya di rumah sakit dan puskesmas.

&amp;ldquo;Ini adalah kunjungan spesifik untuk meninjau kebutuhan fasilitas kesehatan dasar dengan fokus pada puskesmas. Kami ingin lihat bagaimana langkah-langkah yang ditempuh pemda untuk memaksimalkan fasilitas kesehatan di daerahnya,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Syamsul Bachri, di lokasi.

Menurut Syamsul, masih terdapat daerah-daerah yang belum memberikan perhatian maksimal pada pelayanan kesehatan. Dia menyebutkan Kabupaten Kutai Timur itu anggaran kesehatan dibawah 3 persen. Begitu pula Kabuapten Mahakam Ulu dengan anggaran yang sama rendahnya.

&amp;ldquo;Kami dapat laporan yang cukup miris, masih ada daerah yang anggaran kesehatannya di bawah 3 persen, padahal idealnya anggaran kesehatan tingkat kabupaten itu mencapai 10 persen. Kutai Timur dan Mahakam Ulu masih kurang dari itu.kalau pusat minimal 5 persen itu sesuai aturan,&amp;rdquo; tandasnya.

Komisi IX juga menyoroti soal kondisi fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia idang kesehatan di wilayah perbatasan yang masih sangat minim. Bahkan ada kecendrungan warga perbatasn berobat kenegara tetangga.

&amp;ldquo;Ini tadi kami sudah wanti-wanti dan ini akan kami sampaikan kepada menteri kesehatan supayanmasalah sepertiini harus diantisipai. Warga kita klau sakit harus dilayani secara peniuh oleh fasilits kesehatan yang kita miliki,&amp;rdquo; tegasnya.

Kendala yang ditemukan, katanya, adalah soal distirbusi obat melalui e-katalog menjadi salah satu penyebab terhambatnya distribusi obat didaerah terpencil. &amp;ldquo;Jadi distributor atau Pabrikan yang ditunjuk Kemenkes tidak mampu memenuhui sesuai e-kaltog tersebut,&amp;rdquo; sebutnya.

Kunjungan Komisi IX DPR RI ini dibagi dalam tiga wilayah yakni Aceh, Yogyakarta, dan Balikpapan. temuan didaerah inikatanya akan berpengaruh pada proses pengambilan keputusan dalam alokasi anggaran pada APBN 2016.

&amp;ldquo;Jadi kunjungan ini bagaimana mendapat masukan konkrit lalu bagaimana kami mengalokasikan anggran kesehatan ini. fokus kami pada infrastruktur pelayanan dasar kesehatan itu harus diperbaiki,&amp;rdquo; tukasnya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pertemuan dengan Komisi IX DPR RI membahas secara umum masalah kesehatan termaasuk alat-alak sehatan dan SDM. &amp;ldquo;Secara umum aja tadi penjelasang. Tentu dukungan tenaga dan peralatan kesehatan yang paling kurang terutama di puskesmas,&amp;rdquo; ujarnya.

Rizal menambahkan pihanya bersama DPRD pada APBD 2015 ini mengalokasiakn dana kesehatan sebesar Rp160 miliar. (ang)
</content:encoded></item></channel></rss>
