<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan di Wilayah Merapi Diperkirakan Sampai Oktober</title><description>Sejumlah daerah di wilayah Lereng Merapi mulai mengalami kekeringan. Diperkirakan kekeringan akan terjadi sampai bulan Oktober.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober"/><item><title>Kekeringan di Wilayah Merapi Diperkirakan Sampai Oktober</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2015 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober-70dcwTOMIo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kekeringan landa wilayah Lereng Merapi (Foto: Bramantyo/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/29/512/1173100/kekeringan-di-wilayah-merapi-diperkirakan-sampai-oktober-70dcwTOMIo.jpg</image><title>Kekeringan landa wilayah Lereng Merapi (Foto: Bramantyo/Okezone) </title></images><description>
KLATEN &amp;ndash; Memasuki awal kemarau tahun ini, sejumlah warga di lereng Gunung Merapi mulai mengalami kesulitan air.

Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten harus melakukan antisipasi sejak awal.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, menjelaskan durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

&quot;Diprediksi tahun ini musim kemarau berada di pertengahan Juni dan diperkirakan sampai Oktober 2015,&quot; jelas Sri Winoto di Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2015).

Wilayah Klaten yang paling rawan terjadi kekeringan justru berada di sebagian desa di Kecamatan Kemalang. Terlebih lagi sudah dua bulan terakhir di wilayah Lereng Gunung Merapi hujan tidak turun lagi.

Meskipun wilayahnya berada di wilayah lerang Merapi yang seharusnya dekat dengan sumber mata air, justru di wilayah tersebut yang terdiri dari 28 desa diperkirakan terdampak kekeringan tahun ini.

&quot;Yang paling banyak mengalami dampak kekeringan adalah wilayah di Kecamatan Kemalang. Yakni, Tlogo Watu dan Tlogo Sewu,&quot; jelasnya di Klaten, Jawa Tengah.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/08/29/11034/68970_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kekeringan, Warga Mencuci dan Mandi di Irigasi Sawah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pasalnya di daerah tersebut merupakan wilayah kering, dan tidak terdapat sumber mata air. Sehingga, masyarakat banyak yang mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak penampungan air.

Namun, lanjut Sri Winoto, pihaknya akan terus mengupayakan wilayah yang rawan kekeringan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat dengan menyediakan anggaran sekira Rp200 juta.
</description><content:encoded>
KLATEN &amp;ndash; Memasuki awal kemarau tahun ini, sejumlah warga di lereng Gunung Merapi mulai mengalami kesulitan air.

Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten harus melakukan antisipasi sejak awal.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, menjelaskan durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

&quot;Diprediksi tahun ini musim kemarau berada di pertengahan Juni dan diperkirakan sampai Oktober 2015,&quot; jelas Sri Winoto di Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2015).

Wilayah Klaten yang paling rawan terjadi kekeringan justru berada di sebagian desa di Kecamatan Kemalang. Terlebih lagi sudah dua bulan terakhir di wilayah Lereng Gunung Merapi hujan tidak turun lagi.

Meskipun wilayahnya berada di wilayah lerang Merapi yang seharusnya dekat dengan sumber mata air, justru di wilayah tersebut yang terdiri dari 28 desa diperkirakan terdampak kekeringan tahun ini.

&quot;Yang paling banyak mengalami dampak kekeringan adalah wilayah di Kecamatan Kemalang. Yakni, Tlogo Watu dan Tlogo Sewu,&quot; jelasnya di Klaten, Jawa Tengah.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/08/29/11034/68970_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kekeringan, Warga Mencuci dan Mandi di Irigasi Sawah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pasalnya di daerah tersebut merupakan wilayah kering, dan tidak terdapat sumber mata air. Sehingga, masyarakat banyak yang mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak penampungan air.

Namun, lanjut Sri Winoto, pihaknya akan terus mengupayakan wilayah yang rawan kekeringan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat dengan menyediakan anggaran sekira Rp200 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
