<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Marah pada Filipina soal Laut China Selatan</title><description>China marah atas film dokumenter soal Laut China Selatan yang dikeluarkan Filipina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan"/><item><title>China Marah pada Filipina soal Laut China Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2015 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan-KHq53s9NdD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">China Marah pada Filipina soal Laut China Selatan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/30/18/1173593/china-marah-pada-filipina-soal-laut-china-selatan-KHq53s9NdD.jpg</image><title>China Marah pada Filipina soal Laut China Selatan (Foto: Reuters)</title></images><description>
BEIJING - China menuding Filipina menyebarkan informasi yang salah dan menciptakan ilusi yang memposisikan Filipina sebagai korban dalam konflik laut China Selatan. Tuduhan Pemerintah China tersebut menyusul film dokumenter sejumlah tiga bagian yang mempertahankan posisi Filipina dalam konflik Laut China Selatan.
Bagian pertama seri dokumenter berjudul Karapatan sa Dagat yang berarti hak-hak maritim, diluncurkan pada Hari Kemerdekaan Filipina pada 12 Juni. Pemerintah Filipina mengatakan, film dokumenter tersebut bertujuan untuk menginformasikan masyarakatnya dan mencari dukungan masyarakat atas kebijakan dan program pemerintah.
&quot;Pihak Filipina mencoba menyesatkan dan menipu, mencari simpati dengan berbuat curang dan menciptakan ilusi sebagai korban,&quot; kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam pernyataan yang dilansir situs resmi kementerian, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (30/6/2015).
Aksi saling tuding antara China dan Filipina soal sengketa Laut China Selatan semakin memanas selama beberapa bulan terakhir. Pekan lalu, Kementerian Pertahanan China menuduh Filipina mencari dukungan dari negara-negara lain untuk memperpanas tensi di kawasan tersebut setelah Jepang bergabung dalam latihan militer dengan Filipina.
</description><content:encoded>
BEIJING - China menuding Filipina menyebarkan informasi yang salah dan menciptakan ilusi yang memposisikan Filipina sebagai korban dalam konflik laut China Selatan. Tuduhan Pemerintah China tersebut menyusul film dokumenter sejumlah tiga bagian yang mempertahankan posisi Filipina dalam konflik Laut China Selatan.
Bagian pertama seri dokumenter berjudul Karapatan sa Dagat yang berarti hak-hak maritim, diluncurkan pada Hari Kemerdekaan Filipina pada 12 Juni. Pemerintah Filipina mengatakan, film dokumenter tersebut bertujuan untuk menginformasikan masyarakatnya dan mencari dukungan masyarakat atas kebijakan dan program pemerintah.
&quot;Pihak Filipina mencoba menyesatkan dan menipu, mencari simpati dengan berbuat curang dan menciptakan ilusi sebagai korban,&quot; kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam pernyataan yang dilansir situs resmi kementerian, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (30/6/2015).
Aksi saling tuding antara China dan Filipina soal sengketa Laut China Selatan semakin memanas selama beberapa bulan terakhir. Pekan lalu, Kementerian Pertahanan China menuduh Filipina mencari dukungan dari negara-negara lain untuk memperpanas tensi di kawasan tersebut setelah Jepang bergabung dalam latihan militer dengan Filipina.
</content:encoded></item></channel></rss>
