<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Bupati Cirebon Tutup Usia</title><description>Mantan Bupati Cirebon Dedi Supardi menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sumber Waras, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia"/><item><title>Mantan Bupati Cirebon Tutup Usia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia</guid><pubDate>Kamis 02 Juli 2015 23:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erika Lia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia-BCejRDbqLd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dedi Supardi melambaikan tangan (foto: Erika Lia/Koran SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/02/525/1175474/mantan-bupati-cirebon-tutup-usia-BCejRDbqLd.jpg</image><title>Dedi Supardi melambaikan tangan (foto: Erika Lia/Koran SINDO)</title></images><description>CIREBON - Mantan Bupati Cirebon Dedi Supardi menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal di tengah perawatannya di Rumah Sakit Sumber Waras, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Dedi masuk rumah sakit setelah beberapa lama, sejak di akhir-akhir jabatannya, mengalami sakit. Dia dikabarkan sempat mengalami stroke kala itu. Terakhir kali, Dedi masuk RS Sumber Waras, Minggu 28 Juni lalu. Sejak itu dirinya tak sadarkan diri hingga meninggal.

Salah satu kerabat keluarga Syamsul Maarif menyebutkan, Dedi meninggal pada Kamis malam sekitar pukul 19.15 WIB. &quot;Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kompleks The Gardens, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, untuk dimandikan,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sayang, pihak keluarga masih enggan membeberkan penyebab pasti meninggalnya Dedi. Rumah duka sendiri hingga sekitar pukul 22.13 WIB, dipenuhi para pelayat, baik masyarakat, pejabat, maupun mantan pejabat setempat.

Dedi meninggalkan seorang istri, Raden Sri Heviyana, dan empat anak, masing-masing Dea Angkasa Putri, Debby Rattania, Andi Yusuf, dan Andi Arman Maulana. Rencananya, jenazah Dedi akan dikebumikan di kampungnya di Cilimus, Kabupaten Kuningan.

&amp;ldquo;Rencananya, Pak Dedi akan dimakamkan berdampingan dengan makam ibunya,&amp;rdquo; cetus Syamsul.

Semasa hidup, Dedi menjabat sebagai Bupati Cirebon selama dua periode sejak 2003 hingga 2013. Dalam sebuah obrolannya dengan Koran SINDO saat tengah menjabat bupati, Dedi mengakui dirinya bukanlah berasal dari keluarga berada.

Dibesarkan dengan perjuangan seorang ibu tunggal, Dedi berusaha keras memperbaiki hidupnya. Dalam perjalanan karirnya sebelum menjadi bupati, dia pernah menjadi tenaga penyuluh lapangan di Bandung, sebelum kemudian menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selanjutnya, dia berturut-turut meniti karir kepegawaiannya yang dimulai sebagai Kepala Sub Tata Usaha pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Seksi Monitoring dan Laporan, maupun Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon.

Sebelum menjabat Bupati Cirebon pertama kalinya pada 2003, Dedi pun sempat &amp;lsquo;mencicipi&amp;rsquo; kursi Wakil Bupati Cirebon bersama Bupati Cirebon kala itu, Sutisna. Dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai kendaraan politiknya, Dedi mulus menjadi Bupati Cirebon selama dua periode.</description><content:encoded>CIREBON - Mantan Bupati Cirebon Dedi Supardi menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal di tengah perawatannya di Rumah Sakit Sumber Waras, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Dedi masuk rumah sakit setelah beberapa lama, sejak di akhir-akhir jabatannya, mengalami sakit. Dia dikabarkan sempat mengalami stroke kala itu. Terakhir kali, Dedi masuk RS Sumber Waras, Minggu 28 Juni lalu. Sejak itu dirinya tak sadarkan diri hingga meninggal.

Salah satu kerabat keluarga Syamsul Maarif menyebutkan, Dedi meninggal pada Kamis malam sekitar pukul 19.15 WIB. &quot;Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kompleks The Gardens, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, untuk dimandikan,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sayang, pihak keluarga masih enggan membeberkan penyebab pasti meninggalnya Dedi. Rumah duka sendiri hingga sekitar pukul 22.13 WIB, dipenuhi para pelayat, baik masyarakat, pejabat, maupun mantan pejabat setempat.

Dedi meninggalkan seorang istri, Raden Sri Heviyana, dan empat anak, masing-masing Dea Angkasa Putri, Debby Rattania, Andi Yusuf, dan Andi Arman Maulana. Rencananya, jenazah Dedi akan dikebumikan di kampungnya di Cilimus, Kabupaten Kuningan.

&amp;ldquo;Rencananya, Pak Dedi akan dimakamkan berdampingan dengan makam ibunya,&amp;rdquo; cetus Syamsul.

Semasa hidup, Dedi menjabat sebagai Bupati Cirebon selama dua periode sejak 2003 hingga 2013. Dalam sebuah obrolannya dengan Koran SINDO saat tengah menjabat bupati, Dedi mengakui dirinya bukanlah berasal dari keluarga berada.

Dibesarkan dengan perjuangan seorang ibu tunggal, Dedi berusaha keras memperbaiki hidupnya. Dalam perjalanan karirnya sebelum menjadi bupati, dia pernah menjadi tenaga penyuluh lapangan di Bandung, sebelum kemudian menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selanjutnya, dia berturut-turut meniti karir kepegawaiannya yang dimulai sebagai Kepala Sub Tata Usaha pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Seksi Monitoring dan Laporan, maupun Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon.

Sebelum menjabat Bupati Cirebon pertama kalinya pada 2003, Dedi pun sempat &amp;lsquo;mencicipi&amp;rsquo; kursi Wakil Bupati Cirebon bersama Bupati Cirebon kala itu, Sutisna. Dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai kendaraan politiknya, Dedi mulus menjadi Bupati Cirebon selama dua periode.</content:encoded></item></channel></rss>
