<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jet X-51A AS, Pesaing Senjata Hipersonik Rusia dan China</title><description>AS mengembangkan pesawat jet hipersonik X-51A yang menjadi pesaing dari pesawat dan senjata hipersonik Rusia dan China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china"/><item><title>Jet X-51A AS, Pesaing Senjata Hipersonik Rusia dan China</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2015 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china-eBzF5Ug0PW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jet X-51A (Foto: IBTimes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/04/18/1176244/jet-x-51a-as-pesaing-senjata-hipersonik-rusia-dan-china-eBzF5Ug0PW.jpg</image><title>Jet X-51A (Foto: IBTimes)</title></images><description>
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengembangkan pesawat jet hipersonik X-51A. Pesawat itu menjadi pesaing dari pesawat dan senjata hipersonik yang sedang dikembangkan Rusia dan China.
Pesawat jet hipersonik X-51A dikembangkan oleh Defence Advance Research Projects Agency (DARPA), sebuah pusat riset militer AS. DARPA berharap pesawat jet hipersonik itu bisa mempertahankan laju kecepatannya hingga Mach 5 atau sekitar 6.125 km/jam.
Sekadar diketahui, Rusia diam-diam sedang bekerja untuk mengembangkan rudal hipersonik baru, yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Rudal yang dirahasiakan itu bernama Yu-71. Pengembangan rudal Yu-71 itu di bawah proyek dengan kode nama &amp;ldquo;Project 4202&amp;rdquo;.
Menurut laporan Jane Intelligence Review, rudal hipersonik Yu-71 memiliki kecepatan maksimum 11.200 km/jam atau Mach 10, dan lihai bermanuver. Rusia sejauh ini telah melakukan empat kali uji coba rudal Yu-71, dengan uji coba terbaru pada 26 Februari 2015.
Sedangkan China telah menguji coba pesawat siluman hipersonik &quot;Wu-14,&quot;. Uji coba itu bahkan sudah dilakukan empat kali sejak Januari 2014. Pesawat ini mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan hingga 7.000 mph.
Kembali ke pesawat jet hipersonik X-51A milik AS, yang menurut DARPA pengembangannya bisa rampung pada 2023. Rencana pengembangan itu dimulai tak lama setelah pesawat Boeing Waverider terbang pada kecepatan Mach 5 (3.806 mph) menghantam laut dua tahun lalu. Sejak itu, militer AS terobsesi untuk memperbaikinya dengan teknologi pertahanan yang lebih baik.
&amp;rdquo;X-51 benar-benar bukti dari konsep uji coba. (Pesawat) ini menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan mesin jet scram untuk pesawat yang bisa melesat dengan (kecepatan) hipersonik,&amp;rdquo; kata kepala ilmuwan Angkatan Udara AS, Mica Endsle, seperti dikutip Live Science, Sabtu (4/7/2015).
&amp;rdquo;Pesawat itu bisa pergi dengan kecepatan lebih dari Mach 5 sampai kehabisan bahan bakar. Itu tes yang sangat sukses dari sistem senjata hipersonik udara,&amp;rdquo; imbuh dia. DARPA mengakui, pengembangan pesawat tersebut untuk bersaing dengan militer Rusia.
(Sindonews.com)
</description><content:encoded>
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengembangkan pesawat jet hipersonik X-51A. Pesawat itu menjadi pesaing dari pesawat dan senjata hipersonik yang sedang dikembangkan Rusia dan China.
Pesawat jet hipersonik X-51A dikembangkan oleh Defence Advance Research Projects Agency (DARPA), sebuah pusat riset militer AS. DARPA berharap pesawat jet hipersonik itu bisa mempertahankan laju kecepatannya hingga Mach 5 atau sekitar 6.125 km/jam.
Sekadar diketahui, Rusia diam-diam sedang bekerja untuk mengembangkan rudal hipersonik baru, yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Rudal yang dirahasiakan itu bernama Yu-71. Pengembangan rudal Yu-71 itu di bawah proyek dengan kode nama &amp;ldquo;Project 4202&amp;rdquo;.
Menurut laporan Jane Intelligence Review, rudal hipersonik Yu-71 memiliki kecepatan maksimum 11.200 km/jam atau Mach 10, dan lihai bermanuver. Rusia sejauh ini telah melakukan empat kali uji coba rudal Yu-71, dengan uji coba terbaru pada 26 Februari 2015.
Sedangkan China telah menguji coba pesawat siluman hipersonik &quot;Wu-14,&quot;. Uji coba itu bahkan sudah dilakukan empat kali sejak Januari 2014. Pesawat ini mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan hingga 7.000 mph.
Kembali ke pesawat jet hipersonik X-51A milik AS, yang menurut DARPA pengembangannya bisa rampung pada 2023. Rencana pengembangan itu dimulai tak lama setelah pesawat Boeing Waverider terbang pada kecepatan Mach 5 (3.806 mph) menghantam laut dua tahun lalu. Sejak itu, militer AS terobsesi untuk memperbaikinya dengan teknologi pertahanan yang lebih baik.
&amp;rdquo;X-51 benar-benar bukti dari konsep uji coba. (Pesawat) ini menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan mesin jet scram untuk pesawat yang bisa melesat dengan (kecepatan) hipersonik,&amp;rdquo; kata kepala ilmuwan Angkatan Udara AS, Mica Endsle, seperti dikutip Live Science, Sabtu (4/7/2015).
&amp;rdquo;Pesawat itu bisa pergi dengan kecepatan lebih dari Mach 5 sampai kehabisan bahan bakar. Itu tes yang sangat sukses dari sistem senjata hipersonik udara,&amp;rdquo; imbuh dia. DARPA mengakui, pengembangan pesawat tersebut untuk bersaing dengan militer Rusia.
(Sindonews.com)
</content:encoded></item></channel></rss>
