<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Mengenang Korban Bom 7 Juli 2005</title><description>Masyarakat Inggris sedang mengenang korban tragedi bom di Kota London, yang terjadi 10 tahun lalu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005"/><item><title>Inggris Mengenang Korban Bom 7 Juli 2005</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005</guid><pubDate>Selasa 07 Juli 2015 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005-0jmJDJgtdp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu tempat di London yang menjadi korban. (Foto: Mirror)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/07/18/1177681/inggris-mengenang-korban-bom-7-juli-2005-0jmJDJgtdp.jpg</image><title>Salah satu tempat di London yang menjadi korban. (Foto: Mirror)</title></images><description>
LONDON &amp;ndash; Masyarakat Inggris sedang mengenang korban tragedi bom di Kota London, yang terjadi 10 tahun lalu. Insiden tersebut menewaskan 56 orang. Ini merupakan serangan pertama yang dilakukan kelompok militan di negara Eropa.

Keluarga dari koban, orang-orang yang selamat, keluarga kerajaan dan politisi senior berkumpul untuk mengenang para korban yang terbunuh dalam tragedi pengeboman 7 Juli 2005.

Inggris masih berduka setelah penembakan brutal yang terjadi di Tunisia, Juni 2015. Itu merupakan korban terbanyak yang melibatkan kelompok militan sejak serangan di London tersebut.

&amp;ldquo;Hari ini kami berkumpul untuk mengenang para korban dari serangan teroris yang mematikan di Inggris,&amp;rdquo; kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti diberitakan Reuters, Selasa (7/7/2015).

&amp;ldquo;10 tahun setelah tragedi serangan London, ancaman dari kelompok teroris terus berlanjut. Tewasnya 30 warga Inggris saat sedang berlibur di Tunisia merupakan serangan brutal. Namun, kami tidak pernah takut terhadap terorisme,&amp;rdquo; sambungnya.

Pelaku terdiri dari empat orang. Terinspirasi dari kelompok militan Al Qaeda, mereka meledakan diri dan membunuh 52 orang dan melukai 700 orang. Warga dari Polandia, Israel, Australia, Prancis, Italia, Afghanistan, Nigeria, dan Selandia Baru, ikut menjadi korban.
</description><content:encoded>
LONDON &amp;ndash; Masyarakat Inggris sedang mengenang korban tragedi bom di Kota London, yang terjadi 10 tahun lalu. Insiden tersebut menewaskan 56 orang. Ini merupakan serangan pertama yang dilakukan kelompok militan di negara Eropa.

Keluarga dari koban, orang-orang yang selamat, keluarga kerajaan dan politisi senior berkumpul untuk mengenang para korban yang terbunuh dalam tragedi pengeboman 7 Juli 2005.

Inggris masih berduka setelah penembakan brutal yang terjadi di Tunisia, Juni 2015. Itu merupakan korban terbanyak yang melibatkan kelompok militan sejak serangan di London tersebut.

&amp;ldquo;Hari ini kami berkumpul untuk mengenang para korban dari serangan teroris yang mematikan di Inggris,&amp;rdquo; kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti diberitakan Reuters, Selasa (7/7/2015).

&amp;ldquo;10 tahun setelah tragedi serangan London, ancaman dari kelompok teroris terus berlanjut. Tewasnya 30 warga Inggris saat sedang berlibur di Tunisia merupakan serangan brutal. Namun, kami tidak pernah takut terhadap terorisme,&amp;rdquo; sambungnya.

Pelaku terdiri dari empat orang. Terinspirasi dari kelompok militan Al Qaeda, mereka meledakan diri dan membunuh 52 orang dan melukai 700 orang. Warga dari Polandia, Israel, Australia, Prancis, Italia, Afghanistan, Nigeria, dan Selandia Baru, ikut menjadi korban.
</content:encoded></item></channel></rss>
