<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obama Jabat Tangan Pemimpin Partai Komunis Vietnam</title><description>Obama terlihat menjabat tangan pemimpin partai komunis itu di Gedung Putih, Washington, AS.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam"/><item><title>Obama Jabat Tangan Pemimpin Partai Komunis Vietnam</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2015 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam-DehTkCobhk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Barack Obama dan Trong berjabat tangan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/08/18/1178334/obama-jabat-tangan-pemimpin-partai-komunis-vietnam-DehTkCobhk.jpg</image><title>Barack Obama dan Trong berjabat tangan. (Foto: Reuters)</title></images><description>
WASHINGTON &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengadakan pembicaraan bersejarah dengan Pemimpin Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong. Tidak hanya itu, Obama terlihat menjabat tangan Trong di Gedung Putih, Washington, AS.

Ini merupakan pertemuan pertama sejak kedua negara menormalisasikan hubungan pada 20 tahun yang lalu. Meski memiliki pandangan filosofi berbeda tentang politik, kedua negara memperdalam sektor kerjasama.

Analis memperkirakan, AS dan Vietnam sengaja memperkuat kerjasama untuk menghadapi tekanan dari China. Bulan ini, kedua negara itu menandai 40 tahun berakhirnya perang di Vietnam.

&amp;ldquo;Jelas, ada sejarah yang sulit di antara kedua negara pada abad ke-20 dan kami memiliki perbedaan filosofi politik dan sistem,&amp;rdquo; kata Obama, seperti diberitakan BBC, Rabu (8/7/2015).

&amp;ldquo;Apa yang kami lihat dari hubungan ini berdasarkan rasa saling menghormati dan memanfaatkan keuntungan dari kedua negara itu sendiri,&amp;rdquo; sambungnya.

Sementara itu, Trong menggambarkan pembicaraan ini sebagai ramah, konstruktif, positif dan jujur. Mereka juga membahas mengenai kesepakatan perdagangan.

&amp;ldquo;Terpenting adalah kami sudah mengubah situasi dari mantan musuh menjadi teman dan mitra komprehensif. Saya yakin, hubungan kami akan terus berkembang,&amp;rdquo; kata Trong.
</description><content:encoded>
WASHINGTON &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengadakan pembicaraan bersejarah dengan Pemimpin Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong. Tidak hanya itu, Obama terlihat menjabat tangan Trong di Gedung Putih, Washington, AS.

Ini merupakan pertemuan pertama sejak kedua negara menormalisasikan hubungan pada 20 tahun yang lalu. Meski memiliki pandangan filosofi berbeda tentang politik, kedua negara memperdalam sektor kerjasama.

Analis memperkirakan, AS dan Vietnam sengaja memperkuat kerjasama untuk menghadapi tekanan dari China. Bulan ini, kedua negara itu menandai 40 tahun berakhirnya perang di Vietnam.

&amp;ldquo;Jelas, ada sejarah yang sulit di antara kedua negara pada abad ke-20 dan kami memiliki perbedaan filosofi politik dan sistem,&amp;rdquo; kata Obama, seperti diberitakan BBC, Rabu (8/7/2015).

&amp;ldquo;Apa yang kami lihat dari hubungan ini berdasarkan rasa saling menghormati dan memanfaatkan keuntungan dari kedua negara itu sendiri,&amp;rdquo; sambungnya.

Sementara itu, Trong menggambarkan pembicaraan ini sebagai ramah, konstruktif, positif dan jujur. Mereka juga membahas mengenai kesepakatan perdagangan.

&amp;ldquo;Terpenting adalah kami sudah mengubah situasi dari mantan musuh menjadi teman dan mitra komprehensif. Saya yakin, hubungan kami akan terus berkembang,&amp;rdquo; kata Trong.
</content:encoded></item></channel></rss>
