<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setneg Akui Salah Tulis Kepanjangan BIN</title><description>Sekretariat Negara (Setneg) salah dalam menuliskan kepanjangan BIN dalam undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178178/setneg-akui-salah-tulis-kepanjangan-bin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178178/setneg-akui-salah-tulis-kepanjangan-bin"/><item><title>Setneg Akui Salah Tulis Kepanjangan BIN</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178178/setneg-akui-salah-tulis-kepanjangan-bin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178178/setneg-akui-salah-tulis-kepanjangan-bin</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2015 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/08/337/1178178/setneg-salah-tulis-kepanjangan-bin-ewLciYFIUN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (bin.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/08/337/1178178/setneg-salah-tulis-kepanjangan-bin-ewLciYFIUN.jpg</image><title>Ilustrasi (bin.go.id)</title></images><description>
JAKARTA - Menjelang pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini Rabu (8/7/2015) beredar undangan pelantikan yang diterbitkan Sekretariat Negara yang salah dalam menuliskan kepanjangan BIN.
Pada undangan tersebut singkatan BIN dituliskan Badan Intelijen Nasional. Padahal, kepanjangan BIN sebenarnya adalah Badan Intelijen Negara.
Atas kekhilafannya itu, Kementerian Sekretariat Negara melalui Deputi bidang Protokol, Pers dan dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo menyampaikan permohonan maafnya.
Menurut Djarot, Kementerian Sekretariat Negara telah menarik dan mengganti dengan penulisan yang benar setelah menyadari kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI.
&quot;Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar,&quot; terang Djarot kepada pers.
Dia pun kembali menegaskan bahwa kesalahan penulisan itu telah direvisi. &quot;Penulisan yang benar adalah Kepala Badan Intelijen Negara, sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan kembali pada tamu atau pejabat yang diundang,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Menjelang pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini Rabu (8/7/2015) beredar undangan pelantikan yang diterbitkan Sekretariat Negara yang salah dalam menuliskan kepanjangan BIN.
Pada undangan tersebut singkatan BIN dituliskan Badan Intelijen Nasional. Padahal, kepanjangan BIN sebenarnya adalah Badan Intelijen Negara.
Atas kekhilafannya itu, Kementerian Sekretariat Negara melalui Deputi bidang Protokol, Pers dan dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo menyampaikan permohonan maafnya.
Menurut Djarot, Kementerian Sekretariat Negara telah menarik dan mengganti dengan penulisan yang benar setelah menyadari kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI.
&quot;Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar,&quot; terang Djarot kepada pers.
Dia pun kembali menegaskan bahwa kesalahan penulisan itu telah direvisi. &quot;Penulisan yang benar adalah Kepala Badan Intelijen Negara, sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan kembali pada tamu atau pejabat yang diundang,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
