<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salah Penulisan BIN Memperburuk Kinerja Pemerintahan Jokowi</title><description>Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan, kesalahan penulisan kepanjangan BIN memperburuk kinerja pemerintahan Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi"/><item><title>Salah Penulisan BIN Memperburuk Kinerja Pemerintahan Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2015 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi-8PVAO5xmPM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantowi Yahya (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/08/337/1178256/salah-penulisan-bin-memperburuk-kinerja-pemerintahan-jokowi-8PVAO5xmPM.jpg</image><title>Tantowi Yahya (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Sekretariat Negara (Setneg) salah dalam menulis kepanjangan BIN dari Badan Intelijen Negara menjadi Badan Intelijen Nasional. Hal itu menambah deretan kesalahan yang terjadi selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya, kesalahan itu adalah bentuk dari kelalaian dan ketidaktelitian orang-orang di lingkungan Jokowi.

&quot;Hal ini sekali lagi menunjukkan kelalaian, ketidakhati-hatian dan ketidaktelitian orang-orang di lingkungan paling dekat Presiden,&quot; kata Tantowi kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Kesalahan sepele tersebut, lanjut Tantowi, jika sering dilakukan akan memperburuk kinerja dan citra Jokowi ke publik. &quot;Kesalahan sepele yang tidak boleh terjadi seperti itu. Pada gilirannya semakin memperburuk kinerja pemerintahan Jokowi,&quot; simpulnya.

Sebelumnya, Kementerian Sekretariat Negara lewat Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo sudah mengakui kesalahan tersebut.

&quot;Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undnagan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar,&quot; tutur Djarot
</description><content:encoded>
JAKARTA - Sekretariat Negara (Setneg) salah dalam menulis kepanjangan BIN dari Badan Intelijen Negara menjadi Badan Intelijen Nasional. Hal itu menambah deretan kesalahan yang terjadi selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya, kesalahan itu adalah bentuk dari kelalaian dan ketidaktelitian orang-orang di lingkungan Jokowi.

&quot;Hal ini sekali lagi menunjukkan kelalaian, ketidakhati-hatian dan ketidaktelitian orang-orang di lingkungan paling dekat Presiden,&quot; kata Tantowi kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Kesalahan sepele tersebut, lanjut Tantowi, jika sering dilakukan akan memperburuk kinerja dan citra Jokowi ke publik. &quot;Kesalahan sepele yang tidak boleh terjadi seperti itu. Pada gilirannya semakin memperburuk kinerja pemerintahan Jokowi,&quot; simpulnya.

Sebelumnya, Kementerian Sekretariat Negara lewat Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo sudah mengakui kesalahan tersebut.

&quot;Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undnagan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar,&quot; tutur Djarot
</content:encoded></item></channel></rss>
