<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri: Masyarakat Tak Perlu Cemas Terorisme saat Lebaran</title><description>Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjamin keamanan Lebaran dari ancaman terorisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran"/><item><title>Kapolri: Masyarakat Tak Perlu Cemas Terorisme saat Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2015 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran-YViBWcUt5G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat apel Operasi Ketupat (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/09/337/1178861/kapolri-masyarakat-tak-perlu-cemas-terorisme-saat-lebaran-YViBWcUt5G.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat apel Operasi Ketupat (Foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengimbau masyarakat untuk turut mengantisipasi gangguan tindak terorisme selama Hari Raya Lebaran 2015 atau Idul Fitri 1436 H. Selain itu, Ia juga mengatakan pihaknya sudah siap siaga terhadap ancaman terorisme yang sudah dimonitor personelnya.
&quot;Ancaman terorisme sudah termonitor. Jaringan mereka sudah terdeteksi. Insya Allah masyarakat tidak perlu khawatir,&quot; kata Badrodin saat menyampaikan sambutan dalam upacara Operasi Ketupat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Untuk itu, Badrodin meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap gangguan teror dari kelompok tertentu, seperti kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), misalnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya berhasil mengantongi nama jaringan yang berafiliasi dengan ISIS yang bergerak di Ibu Kota DKI Jakarta.
Kapolda Tito menjelaskan, pergerakan jaringan ini sama seperti jaringan yang ada di Tunisia, Prancis dan Kuwait. Saat Ramadan seperti ini, banyak seruan untuk melakukan Jihad.
Tito melanjutkan, organisasi tersebut bergerak di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan terutama di Banten. Gerakan jaringan ini menjadi perhatian Polri dan menjadi kewaspadaan semua personel keamanan di Indonesia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengimbau masyarakat untuk turut mengantisipasi gangguan tindak terorisme selama Hari Raya Lebaran 2015 atau Idul Fitri 1436 H. Selain itu, Ia juga mengatakan pihaknya sudah siap siaga terhadap ancaman terorisme yang sudah dimonitor personelnya.
&quot;Ancaman terorisme sudah termonitor. Jaringan mereka sudah terdeteksi. Insya Allah masyarakat tidak perlu khawatir,&quot; kata Badrodin saat menyampaikan sambutan dalam upacara Operasi Ketupat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Untuk itu, Badrodin meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap gangguan teror dari kelompok tertentu, seperti kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), misalnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya berhasil mengantongi nama jaringan yang berafiliasi dengan ISIS yang bergerak di Ibu Kota DKI Jakarta.
Kapolda Tito menjelaskan, pergerakan jaringan ini sama seperti jaringan yang ada di Tunisia, Prancis dan Kuwait. Saat Ramadan seperti ini, banyak seruan untuk melakukan Jihad.
Tito melanjutkan, organisasi tersebut bergerak di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan terutama di Banten. Gerakan jaringan ini menjadi perhatian Polri dan menjadi kewaspadaan semua personel keamanan di Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
