<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Moeldoko untuk Panglima TNI</title><description>Jenderal Moeldoko mengingatkan penerusnya Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memperkuat profesionalitas serta SDM di internal prajurit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni"/><item><title>Pesan Moeldoko untuk Panglima TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2015 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni-CVwuyT3QXe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Gatot dan Jenderal Moeldoko (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/09/337/1179229/pesan-moeldoko-untuk-panglima-tni-CVwuyT3QXe.jpg</image><title>Panglima TNI Jenderal Gatot dan Jenderal Moeldoko (foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Sebelum pensiun 1 Agustus, mantan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, mengingatkan perlunya peningkatan radar milik prajurit matra udara. Pasalnya, Australia memiliki radar canggih yang bisa mendeteksi keberadaan pesawat militer Indonesia.

&quot;Radar sudah cukup lama, jadi kalau pesawat kita terbang dari Madiun sudah bisa dimonitor (Australia),&quot; beber Moeldoko usai berbuka bersama anak yatim di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2015).

Selain itu, Moeldoko juga mengingatkan penerusnya Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memperkuat profesionalitas serta sumber daya manusia di internal prajurit. Khusus untuk radar, rencana strategis (Renstra) sudah disusun akhir 2014 silam.

&quot;Profesionalitas dan sumber daya manusia harus diperhatikan, khusus radar, di Renstra kami ingin beli radar wobel,&quot; imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko mengaku terkesan selama menjabat sebagai orang nomor satu di lingkungan militer. Selama bertugas, ia menyebut awak media turut berperan dalam memberikan masukan, serta kritik terhadap TNI.

&quot;Pengalaman paling berkesan, saya hidup dengan teman-teman wartawan. Saya hormat, selama ini mengikuti kegiatan TNI. Saya selalu minta masukan, kritikan, sehingga TNI menjadi organ yang hidup,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Sebelum pensiun 1 Agustus, mantan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, mengingatkan perlunya peningkatan radar milik prajurit matra udara. Pasalnya, Australia memiliki radar canggih yang bisa mendeteksi keberadaan pesawat militer Indonesia.

&quot;Radar sudah cukup lama, jadi kalau pesawat kita terbang dari Madiun sudah bisa dimonitor (Australia),&quot; beber Moeldoko usai berbuka bersama anak yatim di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2015).

Selain itu, Moeldoko juga mengingatkan penerusnya Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memperkuat profesionalitas serta sumber daya manusia di internal prajurit. Khusus untuk radar, rencana strategis (Renstra) sudah disusun akhir 2014 silam.

&quot;Profesionalitas dan sumber daya manusia harus diperhatikan, khusus radar, di Renstra kami ingin beli radar wobel,&quot; imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko mengaku terkesan selama menjabat sebagai orang nomor satu di lingkungan militer. Selama bertugas, ia menyebut awak media turut berperan dalam memberikan masukan, serta kritik terhadap TNI.

&quot;Pengalaman paling berkesan, saya hidup dengan teman-teman wartawan. Saya hormat, selama ini mengikuti kegiatan TNI. Saya selalu minta masukan, kritikan, sehingga TNI menjadi organ yang hidup,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
