<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadir Gecesi, Malam Lailatur Qadar di Turki</title><description>Kadir Gecesi merupakan malam Lailatul Qadar di Turki&amp;nbsp;ditentukan setiap tanggal 27 Bulan Ramadan dengan tradisi dan perayaan khusus.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki"/><item><title>Kadir Gecesi, Malam Lailatur Qadar di Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2015 22:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bernando J Sujibto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki-IuzGhn27i1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Masjid di Turki. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/13/18/1181227/kadir-gecesi-malam-lailatur-qadar-di-turki-IuzGhn27i1.jpg</image><title>Ilustrasi Masjid di Turki. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
ISTANBUL &amp;ndash; Ada yang berbeda dari praktik puasa bulan suci Ramadan di Turki. Pasalnya, malam Lailatur Qadar yang dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama Kadir Gecesi sudah ditentukan setiap tanggal 27 Bulan Ramadan dengan tradisi dan perayaan khusus.

Seperti dilaporkan kontributor Okezone, Senin (13/7/2015), tahun ini Kadir Gecesi terjadi pada tanggal 13 Juli 2015 (malam ini waktu Turki). Tradisi ini membebadan dengan praktik-praktik puasa dari negara-negara lain termasuk bagi umat Muslim di Indonesia.

Di Indonesia kita sama sekali tidak ada tradisi khusus untuk menyambut malam istimewa dan mulia yang juga disebut dengan malam seribu bulan tersebut, alih-alih menetukan tanggal berapa malam Lailatur Qadar turun ke bumi.

Sebenarnya, bagi orang-orang Turki yang paham agama menyadari bahwa Kadir Gecesi tidak bisa dipastikan turun pada malam keberapa dalam 10 hari terakhir Bulan Ramadan. Tetapi, rakyat Turki yang rata-rata awam agama karena pengalaman sebagai negara sekuler, memercayai bahwa Kadir Gecesi akan turun di malam ke-27.

Ucapan-ucapan khusus untuk acara Kadir Gecesi pun galib dijumpai di media-media sosial, seperti &amp;ldquo;Kadir geceniz m&amp;uuml;barek olsun. Dualarda bulu&amp;#351;al&amp;#305;m&amp;rdquo; (Selamat malam Lailatur Qadar yang diberkati. Kita berjumpa dalam doa). Praktik tradisi Kadir Gecesi ini sesuai dengan sumber hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

Pada acara Kadir Gecesi ini dipastikan seluruh penduduk Turki yang mayoritas bermazhab Hanafi akan menyambut malam ke-27 ini dengan meramaikan masjid di masing-masing daerah. Setiap pemerintah daerah, khususnya yang religius, mengundang masyarakatnya untuk mendatangi masjid.

Kegiatannya bermacam-macam di setiap daerah dimulai dengan Salat Tarawih, baca Al-Qur&amp;rsquo;an, kasidah (kaside), mendengarkan wejangan (vaaz), pujian-pujian untuk Nabi (naat), hingga sahur bersama. Tapi yang pasti, malam ini masjid-masjid utama di setiap daerah di Turki akan diramaikan oleh penduduk untuk merayakan Kadir Gecesi.
</description><content:encoded>
ISTANBUL &amp;ndash; Ada yang berbeda dari praktik puasa bulan suci Ramadan di Turki. Pasalnya, malam Lailatur Qadar yang dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama Kadir Gecesi sudah ditentukan setiap tanggal 27 Bulan Ramadan dengan tradisi dan perayaan khusus.

Seperti dilaporkan kontributor Okezone, Senin (13/7/2015), tahun ini Kadir Gecesi terjadi pada tanggal 13 Juli 2015 (malam ini waktu Turki). Tradisi ini membebadan dengan praktik-praktik puasa dari negara-negara lain termasuk bagi umat Muslim di Indonesia.

Di Indonesia kita sama sekali tidak ada tradisi khusus untuk menyambut malam istimewa dan mulia yang juga disebut dengan malam seribu bulan tersebut, alih-alih menetukan tanggal berapa malam Lailatur Qadar turun ke bumi.

Sebenarnya, bagi orang-orang Turki yang paham agama menyadari bahwa Kadir Gecesi tidak bisa dipastikan turun pada malam keberapa dalam 10 hari terakhir Bulan Ramadan. Tetapi, rakyat Turki yang rata-rata awam agama karena pengalaman sebagai negara sekuler, memercayai bahwa Kadir Gecesi akan turun di malam ke-27.

Ucapan-ucapan khusus untuk acara Kadir Gecesi pun galib dijumpai di media-media sosial, seperti &amp;ldquo;Kadir geceniz m&amp;uuml;barek olsun. Dualarda bulu&amp;#351;al&amp;#305;m&amp;rdquo; (Selamat malam Lailatur Qadar yang diberkati. Kita berjumpa dalam doa). Praktik tradisi Kadir Gecesi ini sesuai dengan sumber hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

Pada acara Kadir Gecesi ini dipastikan seluruh penduduk Turki yang mayoritas bermazhab Hanafi akan menyambut malam ke-27 ini dengan meramaikan masjid di masing-masing daerah. Setiap pemerintah daerah, khususnya yang religius, mengundang masyarakatnya untuk mendatangi masjid.

Kegiatannya bermacam-macam di setiap daerah dimulai dengan Salat Tarawih, baca Al-Qur&amp;rsquo;an, kasidah (kaside), mendengarkan wejangan (vaaz), pujian-pujian untuk Nabi (naat), hingga sahur bersama. Tapi yang pasti, malam ini masjid-masjid utama di setiap daerah di Turki akan diramaikan oleh penduduk untuk merayakan Kadir Gecesi.
</content:encoded></item></channel></rss>
