<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Tapol Papua Dapat Uang Rp2,6 M</title><description>Lima tapol Papua dapat uang Rp2,6 miliar agar saat keluar tahanan tidak kebingungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m"/><item><title>Lima Tapol Papua Dapat Uang Rp2,6 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2015 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m-T4rnnmI2F9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/13/337/1181033/lima-tapol-papua-dapat-uang-rp2-6-m-T4rnnmI2F9.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya melaporkan ke Presiden Joko Widodo soal Hak Asasi Manusia (HAM) di Bumi Cenederawasih itu.
&quot;Teman-teman dari Komnas HAM di Papua sebenarnya apalagi di sana orang asli Papua bersyukur, jadi setidaknya masyarakat Papua harus bicara atau apa pun harus melihat dengan hati, baru bicara,&quot; kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Dengan konsep seperti itu, kata Lenis, tidak ada lagi perbedaan perlakuan pemerintah dengan masyarakat di Pulau Jawa dengan Papua. &quot;Semuanya harus jadi satu,&quot; imbuhnya.
Seperti pada kasus lima tahanan politik di Papua yang dibebaskan, Lenis menyatakan agar mereka tidak sampai kebingungan akan berbuat apa ketika menjalani kehidupan bermasyarakat.
&quot;Kasihan, mau keluar tarik nafas, ketemu keluarga, mau aktivitas, tapi tidak bawa dia jualan. Harus bina dia berpikir, melakukan sesuai dengan program. Tidak boleh untuk politik,&quot; terangnya.
Sebab itu, sambungnya, melalui Komnas HAM, pemerintah akan memberikan bantuan pada mereka pada akhir bulan Juli 2015. &quot;Saya akan bantu mereka akan bantu masalah dana dan rumahnya, saya siapkan,&quot; ujarnya.
Tak tanggung-tanggung dana bantuan yang akan dikucurkan ke lima orang itu sebesar Rp2,6 miliar. &quot;Dana Rp2,6 miliar dalam proses itu, saya minta gubernur (Papua). Sudah dibantu uang Rp200 juta. Sudah bakar batu, serahkan babi. Uang Rp200 juta untuk kesehatan. Itu sudah diterima,&quot; jelasnya.
Sementara, untuk dana Rp2,6 miliar, rencananya untuk pembangunan rumah, fasilitas mobil, dan kesehatan. &quot;Jadi satu kepala bisa Rp500 juta. Ini dana pusat. Saya lagi perjuangkan itu. Permintaan baru masuk Juli,&quot; kata Lenis.
Dengan begitu, dari 36 tahanan politik, lima diantaranya sudah bebas. &quot;Saya tanggal 26 Juli ke Papua, akan saya lihat. Saya cek, dan kerja sama ke lapas. Terserah Presiden mau lepaskan berapa melalui grasi. Saya tidak bisa katakan itu,&quot; tandasnya.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya melaporkan ke Presiden Joko Widodo soal Hak Asasi Manusia (HAM) di Bumi Cenederawasih itu.
&quot;Teman-teman dari Komnas HAM di Papua sebenarnya apalagi di sana orang asli Papua bersyukur, jadi setidaknya masyarakat Papua harus bicara atau apa pun harus melihat dengan hati, baru bicara,&quot; kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Dengan konsep seperti itu, kata Lenis, tidak ada lagi perbedaan perlakuan pemerintah dengan masyarakat di Pulau Jawa dengan Papua. &quot;Semuanya harus jadi satu,&quot; imbuhnya.
Seperti pada kasus lima tahanan politik di Papua yang dibebaskan, Lenis menyatakan agar mereka tidak sampai kebingungan akan berbuat apa ketika menjalani kehidupan bermasyarakat.
&quot;Kasihan, mau keluar tarik nafas, ketemu keluarga, mau aktivitas, tapi tidak bawa dia jualan. Harus bina dia berpikir, melakukan sesuai dengan program. Tidak boleh untuk politik,&quot; terangnya.
Sebab itu, sambungnya, melalui Komnas HAM, pemerintah akan memberikan bantuan pada mereka pada akhir bulan Juli 2015. &quot;Saya akan bantu mereka akan bantu masalah dana dan rumahnya, saya siapkan,&quot; ujarnya.
Tak tanggung-tanggung dana bantuan yang akan dikucurkan ke lima orang itu sebesar Rp2,6 miliar. &quot;Dana Rp2,6 miliar dalam proses itu, saya minta gubernur (Papua). Sudah dibantu uang Rp200 juta. Sudah bakar batu, serahkan babi. Uang Rp200 juta untuk kesehatan. Itu sudah diterima,&quot; jelasnya.
Sementara, untuk dana Rp2,6 miliar, rencananya untuk pembangunan rumah, fasilitas mobil, dan kesehatan. &quot;Jadi satu kepala bisa Rp500 juta. Ini dana pusat. Saya lagi perjuangkan itu. Permintaan baru masuk Juli,&quot; kata Lenis.
Dengan begitu, dari 36 tahanan politik, lima diantaranya sudah bebas. &quot;Saya tanggal 26 Juli ke Papua, akan saya lihat. Saya cek, dan kerja sama ke lapas. Terserah Presiden mau lepaskan berapa melalui grasi. Saya tidak bisa katakan itu,&quot; tandasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
