<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Kulit Putih Berubah Jadi Hitam Usai Jalani Operasi </title><description>Warna kulit seorang pria Rusia berubah menjadi hitam setelah dirinya menjalani operasi cangkok hati di New York, AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi"/><item><title>Pria Kulit Putih Berubah Jadi Hitam Usai Jalani Operasi </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2015 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi-lfiZ2nEAA7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warna kulit Semen Gendler berubah setelah menjalani operasi transplantasi hati. (Foto: Mrror) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/15/18/1182228/pria-kulit-putih-berubah-jadi-hitam-usai-jalani-operasi-lfiZ2nEAA7.jpg</image><title>Warna kulit Semen Gendler berubah setelah menjalani operasi transplantasi hati. (Foto: Mrror) </title></images><description>
KRASNODAR &amp;ndash; Warna kulit seorang pria Rusia berubah menjadi hitam setelah dirinya menjalani operasi cangkok hati di New York, Amerika Serikat (AS). Hati yang berasal dari donor berkulit hitam diduga menjadi penyebab perubahan tersebut.
Semen Gendler, yang berprofesi sebagai seorang penemu membutuhkan ginjal secepatnya setelah dirinya didiagnosis menderita hepatitis C dan kanker. Melalui kenalannya di AS, Gendler akhirnya berhasil mengatur sebuah operasi di New York.
&amp;ldquo;Dokter di Rusia mengatakan, dengan jelas kepada saya bahwa jika saya tidak mendapatkan transplantasi hati saya tidak akan tetap hidup,&amp;rdquo; kata Gendler seperti dikutip Mirror, Rabu (15/7/2015).
&amp;ldquo;Untungnya, saya mampu menanggung biaya operasi sebesar USD500 ribu (Rp6,6 miliar). Di Rusia saya akan menunggu terlalu lama untuk seorang donor,&amp;rdquo; sambungnya.
Pria yang tinggal di Krasnodar, Rusia itu merasa senang berhasil mendapatkan hati milik seorang pria berusia 38 tahun, dan memperpanjang hidupnya. Namun, seorang temannya menyadari perubahan pada warna kulit Gendler.
&amp;ldquo;Saya menyadari kulitnya semakin gelap. Saat dia mengatakan bahwa mereka (dokter) memberinya hati seorang warga Afrika-Amerika, saya pikir hal itulah yang menjadi penyebab perubahan warna kulitnya,&amp;rdquo; kata rekan Gendler Igor Atamanenko.
Gendler akhirnya menyadari perubahan pada warna kulitnya. Namun, pria berusia 65 tahun itu ternyata tidak mempermasalahkan warna kulitnya sama sekali.
&amp;ldquo;Saya bisa berakhir dengan warna kulit yang lebih gelap dari sekarang tapi saya tidak peduli. Yang terpenting hati saya berfungsi dan saya sehat,&amp;rdquo; kata pria 65 tahun itu.
Dia mengatakan bahwa dia tidak percaya warna kulitnya berubah karena sinar matahari, dan yakin transplantasi organ yang dijalaninya adalah penyebab perubahan itu. Dokter yang menangani Gendler sampai saat ini masih kebingungan untuk menjelaskan mengenai bagaimana hati dapat mengubah warna kulit seseorang.

</description><content:encoded>
KRASNODAR &amp;ndash; Warna kulit seorang pria Rusia berubah menjadi hitam setelah dirinya menjalani operasi cangkok hati di New York, Amerika Serikat (AS). Hati yang berasal dari donor berkulit hitam diduga menjadi penyebab perubahan tersebut.
Semen Gendler, yang berprofesi sebagai seorang penemu membutuhkan ginjal secepatnya setelah dirinya didiagnosis menderita hepatitis C dan kanker. Melalui kenalannya di AS, Gendler akhirnya berhasil mengatur sebuah operasi di New York.
&amp;ldquo;Dokter di Rusia mengatakan, dengan jelas kepada saya bahwa jika saya tidak mendapatkan transplantasi hati saya tidak akan tetap hidup,&amp;rdquo; kata Gendler seperti dikutip Mirror, Rabu (15/7/2015).
&amp;ldquo;Untungnya, saya mampu menanggung biaya operasi sebesar USD500 ribu (Rp6,6 miliar). Di Rusia saya akan menunggu terlalu lama untuk seorang donor,&amp;rdquo; sambungnya.
Pria yang tinggal di Krasnodar, Rusia itu merasa senang berhasil mendapatkan hati milik seorang pria berusia 38 tahun, dan memperpanjang hidupnya. Namun, seorang temannya menyadari perubahan pada warna kulit Gendler.
&amp;ldquo;Saya menyadari kulitnya semakin gelap. Saat dia mengatakan bahwa mereka (dokter) memberinya hati seorang warga Afrika-Amerika, saya pikir hal itulah yang menjadi penyebab perubahan warna kulitnya,&amp;rdquo; kata rekan Gendler Igor Atamanenko.
Gendler akhirnya menyadari perubahan pada warna kulitnya. Namun, pria berusia 65 tahun itu ternyata tidak mempermasalahkan warna kulitnya sama sekali.
&amp;ldquo;Saya bisa berakhir dengan warna kulit yang lebih gelap dari sekarang tapi saya tidak peduli. Yang terpenting hati saya berfungsi dan saya sehat,&amp;rdquo; kata pria 65 tahun itu.
Dia mengatakan bahwa dia tidak percaya warna kulitnya berubah karena sinar matahari, dan yakin transplantasi organ yang dijalaninya adalah penyebab perubahan itu. Dokter yang menangani Gendler sampai saat ini masih kebingungan untuk menjelaskan mengenai bagaimana hati dapat mengubah warna kulit seseorang.

</content:encoded></item></channel></rss>
