<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Protes soal Aturan Militer, Kepopuleran Pemerintah Jepang Turun</title><description>Kepopuleran pPemerintah Jepang menurun hingga lebih dari 10 persen setelah mereka mengesahkan aturan soal pengiriman pasukan militer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun"/><item><title>Warga Protes soal Aturan Militer, Kepopuleran Pemerintah Jepang Turun</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun</guid><pubDate>Minggu 19 Juli 2015 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun-fcx4Ybkddd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Jepang Kecam Kebijakan Baru Soal Militer (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/19/18/1183253/warga-protes-soal-aturan-militer-kepopuleran-pemerintah-jepang-turun-fcx4Ybkddd.jpg</image><title>Warga Jepang Kecam Kebijakan Baru Soal Militer (Foto: Reuters)</title></images><description>
TOKYO - Kepopuleran Pemerintah Jepang menurun drastis hingga lebih dari 10 persen setelah Majelis Rendah Negeri Matahari Terbit tersebut meluluskan rancangan undang-undang yang mengizinkan pemerintah mengirimkan pasukan militer ke luar negeri. Presentase tersebut diketahui dari hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Kantor Berita Kyodo.
Seabagaimana dilansir Sputnik, Minggu (19/7/2015), pada Juni lalu, Pemerintah Jepang masih mendapatkan dukungan sebesar 47,4 persen dari rakyatnya. Namun, setelah undang-undang tersebut disahkan, popularitas mereka menurun menjadi 37,7 persen.
Lebih dari 70 persen responden mengatakan, mereka tidak menyetujui pertambahan kekuatan pasukan ketahanan militer. Sementara pihak oposisi telah memboikot pengesahahan undang-undang dengan memilih walk out saat pengambilan suara.
Pihak oposisi mengatakan, kebijakan baru tersebut melanggar konsitusi Jepang pada 1947 yang membatasai peran pasukan militer dalam menjaga pertahanan negara.
</description><content:encoded>
TOKYO - Kepopuleran Pemerintah Jepang menurun drastis hingga lebih dari 10 persen setelah Majelis Rendah Negeri Matahari Terbit tersebut meluluskan rancangan undang-undang yang mengizinkan pemerintah mengirimkan pasukan militer ke luar negeri. Presentase tersebut diketahui dari hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Kantor Berita Kyodo.
Seabagaimana dilansir Sputnik, Minggu (19/7/2015), pada Juni lalu, Pemerintah Jepang masih mendapatkan dukungan sebesar 47,4 persen dari rakyatnya. Namun, setelah undang-undang tersebut disahkan, popularitas mereka menurun menjadi 37,7 persen.
Lebih dari 70 persen responden mengatakan, mereka tidak menyetujui pertambahan kekuatan pasukan ketahanan militer. Sementara pihak oposisi telah memboikot pengesahahan undang-undang dengan memilih walk out saat pengambilan suara.
Pihak oposisi mengatakan, kebijakan baru tersebut melanggar konsitusi Jepang pada 1947 yang membatasai peran pasukan militer dalam menjaga pertahanan negara.
</content:encoded></item></channel></rss>
