<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuh Jurnalis Noer Baety Beli Pisau di Pasar Citayam</title><description>Pelaku yang menusuk Nurbaeti hingga sembilan kali yakni Ubaidilah bahkan sudah mempersiapkan pisau dapur sejak Jumat sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam"/><item><title>Pembunuh Jurnalis Noer Baety Beli Pisau di Pasar Citayam</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2015 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam-ksec0eJLmT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto Noer Baety di media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/20/338/1183434/pembunuh-jurnalis-noer-baety-beli-pisau-di-pasar-citayam-ksec0eJLmT.jpg</image><title>foto Noer Baety di media sosial</title></images><description>
DEPOK - Empat serangkai pembunuh jurnalis Noer Baety sudah mempersiapkan rencana kejahatan mereka satu hari sebelum aksi perampokan dilakukan pada Sabtu 4 Juli 2015 dini hari. Mereka adalah Syarifudin (20), Ubaidilah (22), M Pujiono (20), dan D masih buron. Keempatnya sudah lama mengetahui peta lokasi rumah Noer Baety.

Pelaku yang menusuk Nurbaeti hingga sembilan kali yakni Ubaidilah bahkan sudah mempersiapkan pisau dapur sejak Jumat sore. Ia membelinya di Pasar Citayam, Depok. &quot;Saya sudah beli pisau untuk jaga-jaga kalau kepergok. Saya beli di Pasar Citayam sembari jalan malamnya beraksi saat dini hari,&quot; tutur Ubaidilah di Mapolresta Depok, Senin (20/7/2015).

Ubaidilah begitu berdarah dingin saat menikam korban hingga sembilan tusukan. Ia mengaku saat itu dalam kondisi panik. &quot;Saya tusuk saja sebanyak mungkin karena panik, agar tidak berteriak,&quot; ungkapnya.

Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengatakan, pelaku saat kepergok langsung panik. Sehingga perhiasan yang menempel di tubuh korban pun tidak sempat diambil.&amp;nbsp;

Dia juga memastikan motif para pelaku murni karena ingin menguasai harta korban, bukan karena pemberitaan. Para pelaku merencanakan perampokan karena rencananya hasilnya akan dijadikan modal untuk berlebaran.

&quot;Dari hasil pemeriksaan tak ada tak mengarah pemberitaan murni pencurian karena pelaku berkeinginan lebaran,&quot; tutur Dwiyono.

</description><content:encoded>
DEPOK - Empat serangkai pembunuh jurnalis Noer Baety sudah mempersiapkan rencana kejahatan mereka satu hari sebelum aksi perampokan dilakukan pada Sabtu 4 Juli 2015 dini hari. Mereka adalah Syarifudin (20), Ubaidilah (22), M Pujiono (20), dan D masih buron. Keempatnya sudah lama mengetahui peta lokasi rumah Noer Baety.

Pelaku yang menusuk Nurbaeti hingga sembilan kali yakni Ubaidilah bahkan sudah mempersiapkan pisau dapur sejak Jumat sore. Ia membelinya di Pasar Citayam, Depok. &quot;Saya sudah beli pisau untuk jaga-jaga kalau kepergok. Saya beli di Pasar Citayam sembari jalan malamnya beraksi saat dini hari,&quot; tutur Ubaidilah di Mapolresta Depok, Senin (20/7/2015).

Ubaidilah begitu berdarah dingin saat menikam korban hingga sembilan tusukan. Ia mengaku saat itu dalam kondisi panik. &quot;Saya tusuk saja sebanyak mungkin karena panik, agar tidak berteriak,&quot; ungkapnya.

Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengatakan, pelaku saat kepergok langsung panik. Sehingga perhiasan yang menempel di tubuh korban pun tidak sempat diambil.&amp;nbsp;

Dia juga memastikan motif para pelaku murni karena ingin menguasai harta korban, bukan karena pemberitaan. Para pelaku merencanakan perampokan karena rencananya hasilnya akan dijadikan modal untuk berlebaran.

&quot;Dari hasil pemeriksaan tak ada tak mengarah pemberitaan murni pencurian karena pelaku berkeinginan lebaran,&quot; tutur Dwiyono.

</content:encoded></item></channel></rss>
