<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Brimob Tak Boleh Dilatih TNI ala Rider</title><description>Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan Brimob Tak boleh dilatih TNI ala rider.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider"/><item><title>Brimob Tak Boleh Dilatih TNI ala Rider</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2015 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider-vSAMFWfa6W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/29/337/1187038/brimob-tak-boleh-dilatih-tni-ala-rider-vSAMFWfa6W.jpg</image><title>foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti  beberapa waktu lalu mengajukan permintaan kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melatih Brimob Polri dinilai beragam oleh berbagai kalangan. Permintaan tersebut dinilai baik, yaitu untuk meningkatkan kemampuan tempur Brimob untuk bisa survive, penjajakan dan juga bertahan di hutan.

Namun pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan jika Kapolri meminta Panglima TNI untuk melatih Brimob selayaknya pasukan elite &amp;lsquo;rider&amp;rsquo; TNI maka hal itu adalah kebijakan yang keliru.

&amp;ldquo;Menurut pendapat saya jika Polri minta agar Brimob dilatih TNI dalam &amp;lsquo;raider&amp;rsquo;, ini permintaan yang keliru,&amp;rdquo; ujarnya melalui pesan singkat kepada Okezone, Selasa (28/7/2015).

Bambang berasalan secara fungsional Brimob itu polisi bukan militer atau kombatan yang digunakan untuk perang. &amp;ldquo;Jadi latihannya bukan taktis teknis perang, sedangkan Raider itu pasukan tempur militer untuk perang modern, perang kota, gerilya dan lain-lain,&amp;rdquo; terangnya.

Menurut Bambang, perbedaan fungsi antara Brimob dan juga TNI tersebut harus ditampakkan agar tak menimbulkan kerancuan di tengah institusi pengaman Indonesia tersebut. Dia menjelaskan bahwa Brimob dibentuk untuk menghadapi kejahatan intensitas tinggi, seperti perampokan bersenjata, teror, dan konflik sosial.

&amp;ldquo;Jadi latihannya untuk menghadapi kejahatan dengan intensitas tinggi, misalnya kecepatan dalam penyelidikan, penyidikan untuk mengungkap perkara, juga latihan mengamankan gejolak sosial, demonstrasi dan sebagainya,&amp;rdquo; tegasnya.

Sedangkan tim &amp;lsquo;raider&amp;rsquo;, lanjut Bambang, sebaiknya diserahkan kepada TNI. &amp;ldquo;Kalau untuk pengamanan perbatasan itu justru tugas TNI-AD, mereka itu saja yang dikembangkan, Brimob untuk mengmankan daerah-daerah perkotaan yang rawan criminal,&amp;rdquo; tandasnya. (ang)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti  beberapa waktu lalu mengajukan permintaan kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melatih Brimob Polri dinilai beragam oleh berbagai kalangan. Permintaan tersebut dinilai baik, yaitu untuk meningkatkan kemampuan tempur Brimob untuk bisa survive, penjajakan dan juga bertahan di hutan.

Namun pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan jika Kapolri meminta Panglima TNI untuk melatih Brimob selayaknya pasukan elite &amp;lsquo;rider&amp;rsquo; TNI maka hal itu adalah kebijakan yang keliru.

&amp;ldquo;Menurut pendapat saya jika Polri minta agar Brimob dilatih TNI dalam &amp;lsquo;raider&amp;rsquo;, ini permintaan yang keliru,&amp;rdquo; ujarnya melalui pesan singkat kepada Okezone, Selasa (28/7/2015).

Bambang berasalan secara fungsional Brimob itu polisi bukan militer atau kombatan yang digunakan untuk perang. &amp;ldquo;Jadi latihannya bukan taktis teknis perang, sedangkan Raider itu pasukan tempur militer untuk perang modern, perang kota, gerilya dan lain-lain,&amp;rdquo; terangnya.

Menurut Bambang, perbedaan fungsi antara Brimob dan juga TNI tersebut harus ditampakkan agar tak menimbulkan kerancuan di tengah institusi pengaman Indonesia tersebut. Dia menjelaskan bahwa Brimob dibentuk untuk menghadapi kejahatan intensitas tinggi, seperti perampokan bersenjata, teror, dan konflik sosial.

&amp;ldquo;Jadi latihannya untuk menghadapi kejahatan dengan intensitas tinggi, misalnya kecepatan dalam penyelidikan, penyidikan untuk mengungkap perkara, juga latihan mengamankan gejolak sosial, demonstrasi dan sebagainya,&amp;rdquo; tegasnya.

Sedangkan tim &amp;lsquo;raider&amp;rsquo;, lanjut Bambang, sebaiknya diserahkan kepada TNI. &amp;ldquo;Kalau untuk pengamanan perbatasan itu justru tugas TNI-AD, mereka itu saja yang dikembangkan, Brimob untuk mengmankan daerah-daerah perkotaan yang rawan criminal,&amp;rdquo; tandasnya. (ang)
</content:encoded></item></channel></rss>
