<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Walhi Ibaratkan Sungai Siak sedang Sakit</title><description>Walhi Provinsi Riau menyatakan, kualitas Sungai Siak sepanjang 400  kilometer telah menurun drastis. Hal itu disebabkan ulah manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit"/><item><title>Walhi Ibaratkan Sungai Siak sedang Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2015 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit-RDzAecLJGe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sungai. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/29/340/1187052/walhi-ibaratkan-sungai-siak-sedang-sakit-RDzAecLJGe.jpg</image><title>Sungai. (Foto: Antara)</title></images><description>
PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Riau menyatakan, kualitas Sungai Siak sepanjang 400 kilometer telah menurun drastis. Hal itu disebabkan ulah manusia.
&quot;Kualitas Sungai Siak secara umum menurun drastis. Bahkan kalau diukurkan seperti untuk kesehatan manusia, Sungai Siak saat ini (diibaratkan) dalam keadaan sakit,&quot; ujar Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan, Rabu (29/7/2015).
Walhi menganalisis, ada tiga penyebab  menurunnya kualitas Sungai Siak. Pertama, alih fungsi kawasan yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Saat ini, bebasnya pembangunan industri perumahan tanpa memandang batas aman dari bibir sungai dinilai turut merusak.
Alih fungsi lahan seperti pembangunan perkebunan sawit dan karet yang tidak mengindahkan kondisi Sungai Siak, ikut memperparah keadaan.
Penyebab kedua adalah pembuangan limbah domestik dan limbah industri membuat biota mahluk hidup di Sungai Siak terkontaminasi, bahkan mati.
Lalu yang ketiga adalah abrasi Sungai Siak. Jika kondisi ini tidak segera disikapi, menurut Riko, kerusakan Sungai Siak semakin parah bahkan bisa menjadi &quot;sekarat&quot;.
Sungai Siak sendiri membentang di lima kabupaten/kota. Yakni Rokan Hulu, Kampar Pekanbaru, Siak, dan Bengkalis.

</description><content:encoded>
PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Riau menyatakan, kualitas Sungai Siak sepanjang 400 kilometer telah menurun drastis. Hal itu disebabkan ulah manusia.
&quot;Kualitas Sungai Siak secara umum menurun drastis. Bahkan kalau diukurkan seperti untuk kesehatan manusia, Sungai Siak saat ini (diibaratkan) dalam keadaan sakit,&quot; ujar Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan, Rabu (29/7/2015).
Walhi menganalisis, ada tiga penyebab  menurunnya kualitas Sungai Siak. Pertama, alih fungsi kawasan yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Saat ini, bebasnya pembangunan industri perumahan tanpa memandang batas aman dari bibir sungai dinilai turut merusak.
Alih fungsi lahan seperti pembangunan perkebunan sawit dan karet yang tidak mengindahkan kondisi Sungai Siak, ikut memperparah keadaan.
Penyebab kedua adalah pembuangan limbah domestik dan limbah industri membuat biota mahluk hidup di Sungai Siak terkontaminasi, bahkan mati.
Lalu yang ketiga adalah abrasi Sungai Siak. Jika kondisi ini tidak segera disikapi, menurut Riko, kerusakan Sungai Siak semakin parah bahkan bisa menjadi &quot;sekarat&quot;.
Sungai Siak sendiri membentang di lima kabupaten/kota. Yakni Rokan Hulu, Kampar Pekanbaru, Siak, dan Bengkalis.

</content:encoded></item></channel></rss>
