<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ABG Hamil 5 Bulan Lapor Polisi</title><description>Seorang gadis ABG, inisial AMP (16) mendatangi Polsekta Percut Sei Tuan. Pasalnya, gadis remaja ini menjadi korban pencabulan kekasihnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi"/><item><title>ABG Hamil 5 Bulan Lapor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2015 10:25 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi-A7YggoSiN2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ABG hamil 5 bulan lapor ke polisi (ilustrasi: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/04/340/1190113/abg-hamil-5-bulan-lapor-polisi-A7YggoSiN2.jpg</image><title>ABG hamil 5 bulan lapor ke polisi (ilustrasi: Dok. Okezone)</title></images><description>
MEDAN &amp;ndash; Seorang gadis ABG, inisial AMP (16) warga Jalan Irian Barat, Dusun 24, Pondok Damar, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, bersama orangtua, dan pamannya, mendatangi Polsekta Percut Sei Tuan. Pasalnya, gadis remaja ini menjadi korban pencabulan kekasihnya.
Menurut informasi yang diperoleh Waspada Online, pelaku bernama Horas Hendri Siregar (19) warga Jalan Truno Joyo, Gg Jati, Pasar V, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Dijelaskan, awal pertemuan keduanya dimulai ketika Januari 2015 lalu, saat keduanya yang tergabung dalam grup Kesenian Angguk atau kuda kepang, yang merupakan Tarian Tradisional Jawa, tampil sama di sebuah pesta pernikahan.
Tepat di bulan Januari 2015 lalu, keduanya pun mulai dekat, sering jalan-jalan bersama, namun keduanya tidak ada hubungan pacaran.
Awal kejadian korban disetubuhi si pelaku terjadi pada awal bulan April, dimana sekira pukul 20.30 WIB, si pelaku menjemput korban di rumahnya dengan modus ingin mengajak korban jalan-jalan ke Pasar 10, Desa Saentis, dengan menaiki sepeda motor milik pelaku.
Namun, bukan jalan-jalan yang terjadi, melainkan, korban dibawa ke sebuah gubuk yang berada di Pasar 10, Desa Saentis.
Semula korban tidak mau diajak ke gebuk tersebut, namun dengan segala bujuk rayu si pelaku, akhirnya korban pun menurutinya. Namun itu semua tipu daya si pelaku, karena saat keduanya sudah di dalam gubuk, si pelaku pun langsung memaksa korban untuk membuka seluruh pakaian yang dikenakan korban.
Karena korban tak mau membuka seluruh pakaiannya, si pelaku pun terus memaksa korban dan ikut serta membuka pakaian korban. Karena kalah tenaga, akhirnya si pelaku pun berhasil menelanjangi korban dan langsung menggagahinya. Setelah usai, korban pun diantarkannya pulang ke rumah.
&amp;ldquo;Kejadian pertama itu dia datang ke rumah, mau ajak saya jalan-jalan, rupanya dibawanya saya ke gubuk, saya gak mau tapi dia terus memaksa, sampai digubuk saya dipaksa telanjang, mau teriak percuma, karena di situ sangat sepi, saya gak mau tapi dia terus paksa saya sampai dia juga membuka pakaianku dan disetubuhinyalah aku. Setelah itu aku diantarkannya pulang ke rumah,&amp;rdquo; ungkap korban saat berada di Polsekta Percut Sei Tuan.
Beberapa hari kemudian, kejadian tersebut terulang kembali. Dengan modus dan tempat yang sama, korban kembali digagahi si pelaku sebanyak dua kali.
&amp;ldquo;Beberapa waktu kemudian gitu juga, dia datang ke rumah dengan alasan mau ajak jalan-jalan, rupanya dibawanya aku ke gubuk itu lagi, dipaksanya aku telanjang, kuat kali tenaganya, jadi aku pasrah, sudah siap sekali, disetubuhinya lagi aku,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Kejadian ketiga sama alasannya, mau ajak jalan-jalan, rupanya dibawanya aku ke rumahnya, tiba di rumahnya aku duduk aja di teras, dibilangnya malu dilihat tetangga, ku pikir benar juga, makanya aku mau masuk, pas sudah di dalam pintu rumah langsung dikuncinya, rupanya orangtuanya lagi gak di rumah, aku pun dipaksanya buka celana, dikursi ruang tamulah aku digagahinya sekali,&amp;rdquo; tambahnya kembali.
Diduga ketagihan, si pelaku pun kembali lagi mengajak korban jalan-jalan, dan membawanya ke tempat warung lesehan remang-remang yang berada di areal tanah garapan Pasar 11 di Jalan Bandar setia-Sei Rotan, korban pun dibujuk masuk dan dipaksa bugil, yang akhirnya berhasil digagahi si pelaku.
Terakhir kalinya korban digagahi di tepi sungai Lau Dendang Bandar Setia, dengan alasan jalan-jalan, dijemput dan dibawa ke arah Pasar 12 lewat jembatan sebelah kiri, di tempat tersebut korban dipaksa membuka celananya, yang akhirnya digagahi si pelaku sebanyak dua kali.
Sementara itu, menurut Wagiman alias Ucok (33) paman korban, warga Jalan Truno Joyo, Desa Cinta Rakyat, saat mendamping keponakannya, mengatakan, kejadian tersebut terungkap setelah keluarga merasakan ada hal yang aneh pada diri korban.
&amp;ldquo;Curiganya pas Lebaran lagi ngumpul di rumah, kok banyak kali dia makan, biasanya gak, perutnya pun membesar, terus dibilang istriku kalau dia dulu pas hamil muda kayak gitu, jadi makin curigalah aku, langsung kuinterogasi dia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Bapak beranak 3 ini mengatakan, saat diinterogasi keluarga, akhirnya korban pun mengaku jika dirinya sudah beberapa kali digagahi si pelaku hingga hamil 5 bulan.
Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B.Sihombing, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. &amp;ldquo;Laporan korban sudah kita terima dan kini sedang proses,&amp;rdquo; terangnya.
</description><content:encoded>
MEDAN &amp;ndash; Seorang gadis ABG, inisial AMP (16) warga Jalan Irian Barat, Dusun 24, Pondok Damar, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, bersama orangtua, dan pamannya, mendatangi Polsekta Percut Sei Tuan. Pasalnya, gadis remaja ini menjadi korban pencabulan kekasihnya.
Menurut informasi yang diperoleh Waspada Online, pelaku bernama Horas Hendri Siregar (19) warga Jalan Truno Joyo, Gg Jati, Pasar V, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Dijelaskan, awal pertemuan keduanya dimulai ketika Januari 2015 lalu, saat keduanya yang tergabung dalam grup Kesenian Angguk atau kuda kepang, yang merupakan Tarian Tradisional Jawa, tampil sama di sebuah pesta pernikahan.
Tepat di bulan Januari 2015 lalu, keduanya pun mulai dekat, sering jalan-jalan bersama, namun keduanya tidak ada hubungan pacaran.
Awal kejadian korban disetubuhi si pelaku terjadi pada awal bulan April, dimana sekira pukul 20.30 WIB, si pelaku menjemput korban di rumahnya dengan modus ingin mengajak korban jalan-jalan ke Pasar 10, Desa Saentis, dengan menaiki sepeda motor milik pelaku.
Namun, bukan jalan-jalan yang terjadi, melainkan, korban dibawa ke sebuah gubuk yang berada di Pasar 10, Desa Saentis.
Semula korban tidak mau diajak ke gebuk tersebut, namun dengan segala bujuk rayu si pelaku, akhirnya korban pun menurutinya. Namun itu semua tipu daya si pelaku, karena saat keduanya sudah di dalam gubuk, si pelaku pun langsung memaksa korban untuk membuka seluruh pakaian yang dikenakan korban.
Karena korban tak mau membuka seluruh pakaiannya, si pelaku pun terus memaksa korban dan ikut serta membuka pakaian korban. Karena kalah tenaga, akhirnya si pelaku pun berhasil menelanjangi korban dan langsung menggagahinya. Setelah usai, korban pun diantarkannya pulang ke rumah.
&amp;ldquo;Kejadian pertama itu dia datang ke rumah, mau ajak saya jalan-jalan, rupanya dibawanya saya ke gubuk, saya gak mau tapi dia terus memaksa, sampai digubuk saya dipaksa telanjang, mau teriak percuma, karena di situ sangat sepi, saya gak mau tapi dia terus paksa saya sampai dia juga membuka pakaianku dan disetubuhinyalah aku. Setelah itu aku diantarkannya pulang ke rumah,&amp;rdquo; ungkap korban saat berada di Polsekta Percut Sei Tuan.
Beberapa hari kemudian, kejadian tersebut terulang kembali. Dengan modus dan tempat yang sama, korban kembali digagahi si pelaku sebanyak dua kali.
&amp;ldquo;Beberapa waktu kemudian gitu juga, dia datang ke rumah dengan alasan mau ajak jalan-jalan, rupanya dibawanya aku ke gubuk itu lagi, dipaksanya aku telanjang, kuat kali tenaganya, jadi aku pasrah, sudah siap sekali, disetubuhinya lagi aku,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Kejadian ketiga sama alasannya, mau ajak jalan-jalan, rupanya dibawanya aku ke rumahnya, tiba di rumahnya aku duduk aja di teras, dibilangnya malu dilihat tetangga, ku pikir benar juga, makanya aku mau masuk, pas sudah di dalam pintu rumah langsung dikuncinya, rupanya orangtuanya lagi gak di rumah, aku pun dipaksanya buka celana, dikursi ruang tamulah aku digagahinya sekali,&amp;rdquo; tambahnya kembali.
Diduga ketagihan, si pelaku pun kembali lagi mengajak korban jalan-jalan, dan membawanya ke tempat warung lesehan remang-remang yang berada di areal tanah garapan Pasar 11 di Jalan Bandar setia-Sei Rotan, korban pun dibujuk masuk dan dipaksa bugil, yang akhirnya berhasil digagahi si pelaku.
Terakhir kalinya korban digagahi di tepi sungai Lau Dendang Bandar Setia, dengan alasan jalan-jalan, dijemput dan dibawa ke arah Pasar 12 lewat jembatan sebelah kiri, di tempat tersebut korban dipaksa membuka celananya, yang akhirnya digagahi si pelaku sebanyak dua kali.
Sementara itu, menurut Wagiman alias Ucok (33) paman korban, warga Jalan Truno Joyo, Desa Cinta Rakyat, saat mendamping keponakannya, mengatakan, kejadian tersebut terungkap setelah keluarga merasakan ada hal yang aneh pada diri korban.
&amp;ldquo;Curiganya pas Lebaran lagi ngumpul di rumah, kok banyak kali dia makan, biasanya gak, perutnya pun membesar, terus dibilang istriku kalau dia dulu pas hamil muda kayak gitu, jadi makin curigalah aku, langsung kuinterogasi dia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Bapak beranak 3 ini mengatakan, saat diinterogasi keluarga, akhirnya korban pun mengaku jika dirinya sudah beberapa kali digagahi si pelaku hingga hamil 5 bulan.
Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B.Sihombing, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. &amp;ldquo;Laporan korban sudah kita terima dan kini sedang proses,&amp;rdquo; terangnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
