<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Calon Rois 'Am dan Ketua Umum PBNU</title><description>Calon ketua umum PBNU ada empat nama salah satunya kandidat lama Said Aqil Siradj.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu"/><item><title>Ini Calon Rois 'Am dan Ketua Umum PBNU</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2015 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu-e0Boj6y4H8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Said Aqil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/04/519/1190101/ini-calon-rois-am-dan-ketua-umum-pbnu-e0Boj6y4H8.jpg</image><title>KH Said Aqil (Foto: Okezone)</title></images><description>
JOMBANG - Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur sudah kondusif. Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketum PBNU periode 2010-2015 semalam juga berjalan lancar dan diterima para muktamirin.
Di samping agenda sidang komisi yang pagi ini akan dilanjutkan, bursa calon ketua umum organisasi Islam terbesar di Indonesia periode 2015-2020 menarik untuk dibicarakan.
Untuk bursa calon Rois 'Am, muncul nama KH Mustafa Bisri dan KH Hasyim Muzadi. Kedua nama ini memang tak secara tegas ingin maju sebagai calon Rois 'Am pada Muktamar ke-33 kali ini.
Bahkan, Gus Mus justru mengungkapkan bahwa jabatannya yang ia emban sebagai Rois 'Am pengganti almarhum KH Sahal Mahfud sebagai sebuah kecelakaan organisasi.
&quot;Kenapa Kiai Sahal wafat, saya tidak sanggup emban amanah ini, ini adalah kecelakaan karena saya harus menggantikan Kyai Sahal,&quot; katanya sembari menangis semalam.
Begitu juga dengan KH Hasyim Muzadi. Dia hingga kini belum menyatakan sikap tegas terkait pencalonannya sebagai calon Rois 'Am.
&quot;Semua boleh maju, asalkan dia orang NU. Harapan saya pemimpin NU nantinya bisa membangun kembali organisasi itu di atas relnya, dan bukan di luar relnya,&quot; terangnya.
Berbeda dengan bursa calon Rois 'Am, beberapa kiai justru banyak yang menyatakan diri dengan tegas untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU. Sejauh ini terdapat empat calon terkuat yang menyatakan siap maju dalam perebutan.
KH Said Aqil Siradj membantah adanya kabar yang menyiarkan ia mundur dari bursa pencalonan ketum PBNU. KH Said menegaskan tetap maju serta siap kalah dan siap menang dalam Muktamar ke-33 ini.
&quot;Saya pasrah pada ketetapan Allah SWT, siap menang dan siap kalah,&quot; kata Kiai Said.
Menurut Kiai yang juga akrab disapa Kang Said itu, keputusannya untuk kembali maju dalam bursa tampuk kepemimpinan PBNU bukan untuk kepentingan mempertahankan jabatan. Said mengatakan, berkiprah di Nahdlatul Ulama merupakan suatu bentuk pengabdian.
&quot;Saya mengalir saja. Dipercaya kembali memimpin saya siap, tidak juga tidak apa-apa. Di NU itu mengabdi,&quot; ujarnya.
Kandidat lainnya, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah juga menyatakan siap maju. Ia mengungkap keyakinannya akan terpilih pada Muktamar ini. &quot;Kalau ditanya itu, insya Allah saya yakin (terpilih),&quot; ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.
Kandidat selanjutnya adalah As'ad Said Ali. Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Presiden Gus Dur itu mengaku siap seratus persen jika terpilih memimpin PBNU. &quot;Saya siap seratus persen, siap dengan niat yang kuat untuk mengabdi membangun, meningkatkan, dan juga menjayakan NU,&quot;&amp;lrm; katanya.
Kandidat terakhir, Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Muhammad Adnan akan maju dalam suksesi Ketum PBNU. Dia mengaku sudah lama meneguhkan niat itu dan siap bersaing tiga kandidat lainnya.
&quot;Sudah lama itu saya deklarasi. Sebetulnya saya ini orang ketiga yang deklarasi maju ketum PBNU. Tapi kalau nanti ada yang mendaftar lagi ya semakin banyak. Saya juga sebenarnya sudah mencetak visi-misi untuk disebarkan, semua sudah saya siapkan,&quot; kata Adnan&amp;lrm;.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wOC8wMy8yMi82MzIwMi80Mzk0MzQyNDA0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</description><content:encoded>
JOMBANG - Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur sudah kondusif. Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketum PBNU periode 2010-2015 semalam juga berjalan lancar dan diterima para muktamirin.
Di samping agenda sidang komisi yang pagi ini akan dilanjutkan, bursa calon ketua umum organisasi Islam terbesar di Indonesia periode 2015-2020 menarik untuk dibicarakan.
Untuk bursa calon Rois 'Am, muncul nama KH Mustafa Bisri dan KH Hasyim Muzadi. Kedua nama ini memang tak secara tegas ingin maju sebagai calon Rois 'Am pada Muktamar ke-33 kali ini.
Bahkan, Gus Mus justru mengungkapkan bahwa jabatannya yang ia emban sebagai Rois 'Am pengganti almarhum KH Sahal Mahfud sebagai sebuah kecelakaan organisasi.
&quot;Kenapa Kiai Sahal wafat, saya tidak sanggup emban amanah ini, ini adalah kecelakaan karena saya harus menggantikan Kyai Sahal,&quot; katanya sembari menangis semalam.
Begitu juga dengan KH Hasyim Muzadi. Dia hingga kini belum menyatakan sikap tegas terkait pencalonannya sebagai calon Rois 'Am.
&quot;Semua boleh maju, asalkan dia orang NU. Harapan saya pemimpin NU nantinya bisa membangun kembali organisasi itu di atas relnya, dan bukan di luar relnya,&quot; terangnya.
Berbeda dengan bursa calon Rois 'Am, beberapa kiai justru banyak yang menyatakan diri dengan tegas untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU. Sejauh ini terdapat empat calon terkuat yang menyatakan siap maju dalam perebutan.
KH Said Aqil Siradj membantah adanya kabar yang menyiarkan ia mundur dari bursa pencalonan ketum PBNU. KH Said menegaskan tetap maju serta siap kalah dan siap menang dalam Muktamar ke-33 ini.
&quot;Saya pasrah pada ketetapan Allah SWT, siap menang dan siap kalah,&quot; kata Kiai Said.
Menurut Kiai yang juga akrab disapa Kang Said itu, keputusannya untuk kembali maju dalam bursa tampuk kepemimpinan PBNU bukan untuk kepentingan mempertahankan jabatan. Said mengatakan, berkiprah di Nahdlatul Ulama merupakan suatu bentuk pengabdian.
&quot;Saya mengalir saja. Dipercaya kembali memimpin saya siap, tidak juga tidak apa-apa. Di NU itu mengabdi,&quot; ujarnya.
Kandidat lainnya, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah juga menyatakan siap maju. Ia mengungkap keyakinannya akan terpilih pada Muktamar ini. &quot;Kalau ditanya itu, insya Allah saya yakin (terpilih),&quot; ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.
Kandidat selanjutnya adalah As'ad Said Ali. Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Presiden Gus Dur itu mengaku siap seratus persen jika terpilih memimpin PBNU. &quot;Saya siap seratus persen, siap dengan niat yang kuat untuk mengabdi membangun, meningkatkan, dan juga menjayakan NU,&quot;&amp;lrm; katanya.
Kandidat terakhir, Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Muhammad Adnan akan maju dalam suksesi Ketum PBNU. Dia mengaku sudah lama meneguhkan niat itu dan siap bersaing tiga kandidat lainnya.
&quot;Sudah lama itu saya deklarasi. Sebetulnya saya ini orang ketiga yang deklarasi maju ketum PBNU. Tapi kalau nanti ada yang mendaftar lagi ya semakin banyak. Saya juga sebenarnya sudah mencetak visi-misi untuk disebarkan, semua sudah saya siapkan,&quot; kata Adnan&amp;lrm;.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wOC8wMy8yMi82MzIwMi80Mzk0MzQyNDA0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
