<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengguna Narkoba di Jabar Mencapai 850 Ribu Orang</title><description>Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan jumlah pengguna narkoba di Jabar Sampai 2014 diperkirakan mencapai 850 ribu orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang"/><item><title>Pengguna Narkoba di Jabar Mencapai 850 Ribu Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2015 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang-N8zWOLwBHp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/05/525/1191053/pengguna-narkoba-di-jabar-mencapai-850-ribu-orang-N8zWOLwBHp.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi (Shutterstock)</title></images><description>
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan jumlah pengguna narkoba di sana terus meningkat.

&quot;Dari tahun ke tahun jumlah penyalahguna narkotika di Jawa Barat semakin bertambah. Sampai 2014 diperkirakan mencapai 850 ribu orang,&quot; kata Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/8/2015).

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan jumlah penyalahguna narkoba. Tapi, tetap saja pengguna narkoba selalu ada. &quot;Ini jaringannya (pengedar narkoba) terlalu kuat,&quot; tutur dia.

Meskipun begitu, lanjut Aher, pihaknya tidak akan menyerah memerangi narkoba yang sangat merugikan generasi muda dan bangsa. Ia pun mengajak semua pihak bersama-sama memberi perlawanan terhadap narkoba.

&quot;Makanya, karena jaring kejahatan sangat kuat menyerang kita semuanya, sebagai masyarakat harus kuat untuk menahan serangan itu, bahkan menyerang balik dengan kuat,&quot; tegasnya.

Aher lalu mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga yang di dalamnya terdapat keharmonisan. Sehingga, anggota keluarga tidak terjerat lingkaran narkoba.

&quot;Kalau (ketahanan keluarga) ini dijalankan dengan baik, insya Allah akan mampu menyelamatkan generasi muda dari serangan narkoba,&quot; imbuhnya.

Peran serta berbagai lembaga dan masyarakat pun sangat penting dalam upaya menekan penggunaan narkoba. Selain itu, pihaknya juga akan memperketat pengawasan di area yang jadi titik rawan masuknya narkoba, misalnya di kawasan selatan Jawa Barat. Akses seperti bandara hingga pintu tol juga tak luput diperketat pengawasannya.

Sementara Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional (BNN), Eko Riwayanto, mengatakan Jawa Barat masih berada di lima besar pengguna narkoba tertinggi di Indonesia. Meski begitu, ia menilai langkah yang dilakukan di Jawa Barat cukup signifikan dalam upaya pemberantasan narkoba.

&quot;Dulu pertambahan jumlah pengguna narkoba mencapai 0,6 persen setiap tahun. Tapi sejak 2011-2014, peningkatannya hanya 0,1 persen,&quot; pungkasnya. (ira)
</description><content:encoded>
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan jumlah pengguna narkoba di sana terus meningkat.

&quot;Dari tahun ke tahun jumlah penyalahguna narkotika di Jawa Barat semakin bertambah. Sampai 2014 diperkirakan mencapai 850 ribu orang,&quot; kata Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/8/2015).

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan jumlah penyalahguna narkoba. Tapi, tetap saja pengguna narkoba selalu ada. &quot;Ini jaringannya (pengedar narkoba) terlalu kuat,&quot; tutur dia.

Meskipun begitu, lanjut Aher, pihaknya tidak akan menyerah memerangi narkoba yang sangat merugikan generasi muda dan bangsa. Ia pun mengajak semua pihak bersama-sama memberi perlawanan terhadap narkoba.

&quot;Makanya, karena jaring kejahatan sangat kuat menyerang kita semuanya, sebagai masyarakat harus kuat untuk menahan serangan itu, bahkan menyerang balik dengan kuat,&quot; tegasnya.

Aher lalu mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga yang di dalamnya terdapat keharmonisan. Sehingga, anggota keluarga tidak terjerat lingkaran narkoba.

&quot;Kalau (ketahanan keluarga) ini dijalankan dengan baik, insya Allah akan mampu menyelamatkan generasi muda dari serangan narkoba,&quot; imbuhnya.

Peran serta berbagai lembaga dan masyarakat pun sangat penting dalam upaya menekan penggunaan narkoba. Selain itu, pihaknya juga akan memperketat pengawasan di area yang jadi titik rawan masuknya narkoba, misalnya di kawasan selatan Jawa Barat. Akses seperti bandara hingga pintu tol juga tak luput diperketat pengawasannya.

Sementara Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional (BNN), Eko Riwayanto, mengatakan Jawa Barat masih berada di lima besar pengguna narkoba tertinggi di Indonesia. Meski begitu, ia menilai langkah yang dilakukan di Jawa Barat cukup signifikan dalam upaya pemberantasan narkoba.

&quot;Dulu pertambahan jumlah pengguna narkoba mencapai 0,6 persen setiap tahun. Tapi sejak 2011-2014, peningkatannya hanya 0,1 persen,&quot; pungkasnya. (ira)
</content:encoded></item></channel></rss>
